Tak Lagi Tunggu Saudi, Menag Segera Ambil Keputusan Haji 2021

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 1 Juni 2021 17:38
Tak Lagi Tunggu Saudi, Menag Segera Ambil Keputusan Haji 2021
Keputusan diambil setelah Gus Yaqut berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo.

Dream - Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, menyatakan pihaknya segera menentukan sikap terkait pemberangkatan jemaah haji 2021. Keputusan diambil tanpa lagi perlu menunggu pernyataan resmi Arab Saudi.

" Kita tidak boleh berpangku tangan, kita harus membuat keputusan soal ibadah haji ini. Keputusan ini harus kita buat dengan atau tanpa pengumuman dari Pemerintah Arab Saudi," ujar Gus Yaqut.

Gus Yaqut mengatakan akan menghadap Presiden Joko Widodo untuk membicarakan hal ini. Setelah itu, dia menyatakan keputusan akan diambil.

" Sampai Rabu (2 Juni 2021) saya akan berkomunikasi ke Presiden dan kita akan membuat keputusan apakah kita menunggu terus atau kita putuskan sendiri," terang Gus Yaqut.

Dia menyatakan kepastian dari Saudi sudah tidak bisa ditunggu. Sebab, waktu pelaksanaan haji semakin sedikit sementara belum ada satupun persiapan yang bisa difinalisasi akibat tak ada keputusan dari Saudi.

1 dari 5 halaman

Sudah Lewat Tenggat Waktu

Demikian halnya dengan skenario kuota pemberangkatan haji yang sudah disusun, kata Gus Yaqut, seluruhnya sudah melewati batas waktu. Semisal skenario kuota 30 persen atau sekitar 60.996 orang, maka seharusnya waktu maksimal kuota didapatkan dari Saudi yaitu pada 11 Mei 2021 dan berangkat pada 27 Juni 2021.

Contoh lagi jika skenario kuota diberikan sebanyak 25 persen, kepastiannya seharusnya didapat pada 14 Mei 2021. Juga jika kuota hanya 20 persen, sudah ada kepastian pada 17 Mei atau 10 persen bisa dipastikan pada 25 Mei.

" Berdasarkan simulasi yang kita lakukan, jika jemaah diberangkatkan sebanyak lima persen saja, maka kita semestinya sudah mendapatkan kepastian kuota pada 25 Mei 2021, itu sudah lewat. Bahkan, jika jemaah diberangkatkan hanya 1,8 persen, harusnya kepastian kuota tanggal 28 Mei, sudah lewat juga," ucap dia.

Sementara saat ini waktu yang tersisa hingga closing date bandara Arab Saudi kurang dari 50 hari. Jika dipaksakan, dapat berpengaruh pada tidak maksimalnya persiapan pemberangkatan.

Sumber: Merdeka.com

2 dari 5 halaman

Begini Kemungkinan Prosesi Ibadah Haji Jika Digelar Terbatas

Dream - Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, menyatakan hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji 1442 H/2021 M. Jika pun tetap digelar, maka akan diberlakukan sejumlah pembatasan.

Gus Yaqut mengatakan pembatasan ini merupakan dampak dari berlakunya protokol kesehatan untuk mencegah jemaah haji tertular Covid-19. Hal ini berkaca dari pelaksanaan pembatasan saat ibadah umroh yang diterapkan Saudi.

" Berkaca para penyelenggaraan umroh awal tahun lalu, pembatasan itu antara lain meliputi larangan sholat di Hijr Ismail dan berdoa di sekitar Multazam," ujar Gus Yaqut saat rapat dengan Komisi VIII DPR, disiarkan kanal YouTube DPR RI.

Selain itu, kata Gus Yaqut, shaf sholat diatur berjarak. Jemaah juga dibatasi baik di Masjidil Haram Mekah maupun Masjid Nabawi Madinah.

Pembatasan juga diberlakukan ketika pelaksanaan puncak ibadah haji. Baik itu ketika jemaah berada di Arafah, Muzdalifah, Mina, maupun saat sedang melontar jumrah.

" Termasuk juga saat pelaksanaan umroh wajib dan thawaf ifadhal, semua harus dilaksanakan sesuai jadwal dan ketentuan yang ditetapkan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat," kata dia.

3 dari 5 halaman

Jemaah Kemungkinan Tak Bisa Ibadah Arbain

Belum lagi pembatasan masa tinggal. Gus Yaqut menilai hal ini berdampak pada pelaksanaan sejumlah ibadah sunah, seperti sholat 'arbain atau sholat jemaah 40 waktu di Masjid Nabawi.

" Karena masa tinggal di Madinah hanya sekitar tiga hari, maka dipastikan jemaah tidak bisa menjalankan ibadah 'arbain," kata dia.

Gus Yaqut pun mengungkapkan persiapan terus dilakukan hingga saat ini. Tetapi, seluruh persiapan tersebut belum dapat difinalisasi.

Persiapan tersebut antara lain kontrak penerbangan, pelunasan Biaya Pemberangkatan Ibadah Haji (Bipih), dokumen perjalanan, termasuk pula penyiapan petugas dan pelaksanaan bimbingan manasik haji.

" Semuanya baru bisa diselesaikan apabila besaran kuota haji secara resmi kita terima dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi," ucap dia.

4 dari 5 halaman

Kemenag Segera Putuskan Kepastian Haji 2021 Bersama DPR

Dream - Kementerian Agama segera membahas perkembangan penyelenggaraan ibadah haji 2021 dengan DPR. Pembahasan ini nantinya menjadi bahan untuk mengambil keputusan.

" Apapun keputusan akan dibicarakan antara Pemerintah dengan DPR," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Khoirizi, melalui keterangan tertulis.

Khoirizi mengatakan, sejauh ini persiapan penyelenggaraan haji terus dilakukan. Tetapi, kata dia, belum ada keputusan akhir yang diambil Pemerintah.

" Arab Saudi juga belum mengumumkan teknis operasional penyelenggaraan haji tahun ini," kata dia.

Khoirizi pun berharap segera ada keputusan dari Saudi soal haji. Terutama keputusan mengenai teknis operasional dan kuota haji untuk jemaah Indonesia.

 

5 dari 5 halaman

Faktor Waktu

Selanjutnya, Khoirizi juga mengatakan persiapan haji juga sangat dipengaruhi faktor waktu. Sehingga semakin cepat ada keputusan dari Saudi, maka Pemerintah dapat mengambil keputusan dengan cepat pula

" Itu (waktu) juga menjadi pertimbangan penting, apakah cukup untuk proses pemberangkatan, pengadaan layanan, dan lainnya," kata Khoirizi.

Terkait kemungkinan berlakunya opsi seperti tahun lalu yang diambil Saudi, Khoirizi kembali menegaskan hal itu masih harus dibahas dengan DPR.

" Waktu terus berjalan, kita akan bahas semua opsi berikut persiapan dan mitigasinya bersama DPR," kata dia.

Beri Komentar