Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Tiket Parkir Mobil Dengan Tarif Tidak Rasional Di Dekat Malioboro (Instagram @infocegatanjogja)
Dream - Pengalaman pengunjung merasa 'dijebak' dan harus membayar mahal kembali terjadi. Kali ini menimpa seorang pengendara mobil.
Pengalaman ini terjadi pada seorang pengendara mobil saat berada di titik 0 Km, Kota Yogyakarta. Titik 0 Km adalah perempatan yang merupakan ujung selatan Jalan Malioboro.
Kisah itu dibagikan ke akun dengan nama Rena Deska Physio ke akun media sosial @infocegatanjogja. Diunggah pula sebuah foto, menunjukkan karcis parkir yang dipasangi tarif Rp20 ribu untuk mobil.
Si pengunggah mengaku akan pulang setelah bertemu dengan saudaranya di titik 0 Km pada Minggu, 30 Mei 2021 sekitar pukul 23.30 WIB. Sebelum masuk mobil, dia merogoh kantong untuk mengambil karcis parkir.
" Pas rogoh saku ternyata pas dilihat nominal yg tertera pd kertas parkir utk mobil 20rb. Dsitu sy lgsg syok krn biasa kan cuma 5rb," tulis pengunggah.
Dia mengaku heran dikenai tarif parkir yang tidak masuk akal. Padahal, mobil yang dia kendarai tidak diparkir di Jalan Malioboro namun di lahan kosong yang berlokasi di Jalan Ahmad Dahlan, sisi barat dari titik 0 Km, tepatnya di dekat Museum Sonobudoyo.
" Pdhl suami sy jg sudah mengatakan bahwa org jogja dan pakai mobil plat AB. Ehh msh saja di todong sesuai karcis," kata dia.
Selanjutnya, pengunggah mengatakan kasihan jika yang dikenai adalah wisatawan dari luar Yogyakarta. Ditambah, akan ada pemakluman bahwa Yogyakarta adalah kota wisata sehingga segalanya mahal dianggap sebagai kewajaran.
" Tp bagiku yg org Jogja asli sungguh malu melihat nominal karcis ini," kata dia.
Lihat postingan ini di Instagram
Unggahan tersebut langsung mendapat reaksi warganet. Banyak yang menyayangkan perilaku pelaku pariwisata Yogyakarta yang terkesan memanfaatkan keadaan tanpa peduli perkembangan wisata ke depannya.
" Emang pelaku pariwisata Jogja di tingkat bawah kebanyakan suka aji mumpung. Dari tukang parkir di kawasan wisata, jeep, lesehan Malioboro podo wae. Jangan kaget kalau dalam jangka panjang wisatawan ke Jogja makin menyusut," tulis warganet.
" Malioboro jaman dulu awal tahun baru kl ga salah 25k sekali parkir bayangin tuh kl posisi kerja nya disana. Emang begitu itu kukira setelah covid uda berubah tatanan nya ternyata sama aja cyin," tulis warganet.
" Merusak citra wisata jogja. Setelah kuliner pecel kemarin wkwkwk," tulis warganet.
Unggahan ini kemudian ditanggapi oleh Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta. Mereka segera melakukan sidak dan menertibkan tukang parkir nakal di kawasan Malioboro.
Lewat akun Instagram @dishubkotayogya, Dinas Perhubungan menerjunkan sejumlah personel untuk melakukan penerbitan dibantu petugas Kepolisian. Para juru parkir didata dan dimintai keterangan ihwal kasus ini.
Didapati, sejumlah juru parkir di Jalan Ahmad Dahlan membawa karcis parkir dengan tarif tertera Rp20 ribu.
" Karcisnya tidak resmi," tulis admin.
Juru parkir yang beroperasi di jalan tersebut juga diimbau memungut tarif parkir secara wajar. Mereka juga diminta mengembalikan kelebihan uang yang sudah dibayarkan para pengguna jasa.
Lihat postingan ini di Instagram
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan