Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kemunculan virus corona di Amerika Serikat mungkin selama ini diketahui ada Februari 2020. Temuan terbaru mengungkap, virus ini sudah ada di AS sejak Januari, tepatnya di California.
Di negara bagian itu, ada pasien wanita usia 57 meninggal pada 6 Februari. Awalnya pasien tersebut hanya didiagnosa terkena flu ringan.
Seelah hasil tes laboratorium keluar, barulah diketahui pasien tersebut positif terjangkit Covid-19.
" Laporan ini berbeda jauh dari apa yang diungkapkan pemerintah Amerika Serikat sebelumnya," ujar Tenaga Medis RS Santa Clara County, California, Sara Cody.
Adanya temuan itu diharapkan pejabat kesehatan dapat menyelidiki bagaimana wabah Covid-19 bisa sampai ke Amerika.
Selain kematian wanita di California, ada dua kasus awal lainnya. Seorang pria berumur 69 tahun meninggal pada 17 Februari 2020 dan seorang pria lainnya berusia 70 tahun meninggal pada 6 Maret 2020.
Ketiga kasus ini sudah dikonfirmasi oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS. Ketiganya dinyatakan meninggal akibat terjangkit Covid-19.
Saat ini otoritas setempat sedang mencari 'hot spot' di California. Menurut riwayat perjalanan, ketiga kasus pertama Covid-19 di AS tersebut tidak pernah melakukan perjalanan ke luar negeri.
" Dari laporan kematian tersebut, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ada kemungkinannya virus ini sudah ada lama sebelum kita menyadarinya," jelas Cody.
Di awal tahun, California sedang mengalami muslim flu. banyak kasus yang mungkin mengalami disklasifikasi sebagai influenza ringan.
Ketiga kasus ini ditemukan lantaran tim forensik tidak merasa puas dengan hasil dari otopsi penyebab kematian. Kemudian pihak forensik mengirimkan sample tissue ke CDC tidak memiliki sampel jaringan Covid-19.
Kemudian ditemukan tiga kasus kematian tersebut disebabkan terpapar virus Covid-19.
Sebelumnya, kasus virus Covid-19 di AS pertama kali ditemukan di Washington pada 29 Februari 2020. Hal ini yang diungkapkan secara resmi oleh pemerintah Amerika Serikat.
Jumlah kematian akibat Covid-19 di AS telah mencapai 46 ribu pada Rabu, 23 Maret 2020. Amerika Serikat saat ini memiliki jumlah kasus virus corona tertinggi di dunia yaitu mencapai 820 ribu kasus.
Sumber: Straits Times
Dream - Selama ini, kita selalu beranggapan bahwa awal merebaknya wabah virus corona yang berpusat di Wuhan, Provinsi Hubei, China, dimulai pada akhir bulan Desember 2019.
Namun, para peneliti di University of Cambridge meragukan keyakinan bahwa wabah virus corona terjadi mulai akhir Desember 2019 dan berawal dari Wuhan.
Penelitian baru menunjukkan wabah ini mungkin berasal dari wilayah yang lebih ke selatan dari Wuhan dan mulai menular kepada manusia pada awal September 2019.
Meski belum diulas oleh rekan peneliti lainnya, penemuan tersebut telah diterbitkan dalam jurnal Prosiding National Academy of Sciences.
Menurut penemuan tersebut, virus corona penyebab Covid-19 ini mungkin telah bermutasi menjadi jenis yang efisien dalam menginfeksi manusia berbulan-bulan yang lalu.
Tetapi virus tersebut masih tinggal diam di dalam tubuh kelelawar atau hewan lainnya, atau bahkan manusia selama beberapa bulan, tanpa menular ke manusia lainnya.
" Setelah itu, ia mulai menginfeksi dan menyebar di antara manusia antara 13 September dan 7 Desember, menghasilkan jaringan yang kami sajikan dalam (jurnal) Prosiding National Academy of Sciences (PNAS)," kata Peter Forster, ahli genetika di University of Cambridge.
Para peneliti menganalisis strain (turunan) virus corona menggunakan jaringan filogenetik - suatu algoritma yang dapat memetakan pergerakan global organisme melalui mutasi gen mereka.
Ketika mencoba untuk menentukan lokasi pasti dari pasien nol - manusia pertama yang terinfeksi virus corona - tanda-tanda awal mendorong peneliti untuk melihat wilayah yang terletak lebih ke selatan dari kota Wuhan, di mana infeksi pertama kali dilaporkan pada bulan Desember.
" Yang kami rekonstruki dalam jaringan filogenetik adalah penyebaran signifikan pertama di antara manusia," kata Forster.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya