Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Alexander Prokhorenko (Foto: Twitter Vera Van Horne)
Dream - Rusia akhirnya mengakui kepahlawanan salah satu anggota pasukan khusus Spetsnaz yang tewas, saat dikepung oleh tentara Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) di Palmyra, Suriah.
Anggota pasukan khusus bernama Letnan Alexander Prokhorenko itu tewas secara heroik. Dia minta dibom oleh pesawat tempur Rusia agar puluhan anggota militan ISIS yang mengepungnya juga ikut tewas.
Pemerintah Rusia awalnya menyangkal ada pasukan khusus mereka yang tewas di Palmyra. Namun pada 2 April lalu, Kedutaan Besar Rusia di Suriah menulis tweet yang intinya mengakui kepahlawanan Prokhorenko.
"Alexander #Prokhorenko, pahlawan Rusia yang mengorbankan nyawanya demi membebaskan #Palmyra," tulis @EmbassyofRussia.
Posisi Prokhorenko terjepit setelah dia menjalankan misi di daerah Palmyra selama seminggu. Misinya, mengidentifikasi target penting ISIS. Saat itulah dia menghubungi markas Spetsnaz telah kehabisan amunisi, sementara ISIS berada di luar persembunyiannya.
Prokhorenko diperintahkan untuk pergi ke daerah aman sebelum pesawat pembom Rusia datang. Namun jawaban yang diberikan Prokhorenko sungguh mengejutkan dan membuat siapa saja terharu dan bangga.
"Aku sudah terkepung, mereka di luar. Aku tidak ingin dijadikan tahanan dan dipamerkan. Lakukan serangan udara sekarang. Mereka akan menghinaku dan seragam ini.
"Aku ingin mati dengan terhormat dan menghabisi para bajingan ini bersamaku. Aku minta segera lakukan serangan udara, mereka tetap akan membunuhku juga."
Saat mendapat kesempatan lagi untuk menghubungi pusat komando Spetsnaz sebelum bom dijatuhkan, Prokhorenko mengungkapkan bagaimana dia telah mewujudkan mimpi-mimpinya.
"Aku sekarang telah memiliki istri yang cantik dan terbaik di dunia. Aku bangga bisa membela negara. Ini akhirnya Komandan. Terima kasih, beritahu keluargaku dan negaraku bahwa aku mencintai mereka. Katakan kepada mereka bahwa aku berani dan bertempur hingga titik darah penghabisan.
"Juga jaga keluargaku, balaskan kematianku, selama tinggal Komandan. Beritahu keluargaku aku mencintai mereka."
Sebelum bom dijatuhkan, Prokhorenko menembak dirinya sendiri di kepala. Dia masih tergolong muda, baru berusia 25 tahun. Dia baru menikah dengan istrinya Ekaterina 18 bulan yang lalu. Ekaterina sendiri dilaporkan tengah hamil anak pertama.
Setelah kematian heroik Prokhorenko menjadi viral di Internet, baru juru bicara militer Rusia membuat pernyataan.
"Seorang anggota tewas sebagai pahlawan, dia menembak dirinya sendiri setelah dikepung oleh teroris."
(Ism, Sumber: elitereaders.com)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
