Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Ledakan Rudal Di Sanaa, Yaman (Guardian.co.uk)
Dream - Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Yaman yang berlokasi di Sanaa dibom hari ini pukul 10.45 waktu setempat. Sebanyak tiga orang mengalami luka ringan dalam insiden tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam konferensi pers di sela-sela penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika di Jakarta.
" Serangan tersebut telah mengakibatkan terlukanya beberapa staf diplomat dan rusaknya Gedung KBRI serta seluruh kendaraan milik KBRI yang berada di area tersebut," ujar Retno di JCC, Jakarta, Senin, 20 April 2015.
Retno mengatakan terdapat 17 orang yang berada di KBRI saat pengeboman terjadi. Mereka terdiri dari Staf KBRI Sana'a, tim relawan KBRI dari Jakarta, serta beberapa WNI yang mengungsi. Menurut dia, tidak ada korban yang mengalami luka serius.
" Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun terdapat dua orang staf diplomatik dan satu WNI mengalami luka ringan. Semua WNI sudah dievakuasi ke Wisma Duta di Sana'a," kata dia.
Berdasarkan informasi yang didapat, serangan ini ditujukan ke depot amunisi yang berada di sekitar kawasan. Serangan ini menyebabkan banyak korban dari warga sekitar dan merusak jalan-jalan di sekitar lokasi KBRI. (Ism)