Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Pengangkutan Jenazah Covid-19 (Foto: Merdeka.com)
Dream - Seorang pengusaha asal Samarinda, SB, 71 tahun, meninggal pagi tadi dalam perawatan di RSUD AW Sjachranie Samarinda akibat Covid-19. Keluarga menolak jenazah dimakamkan sesuai protokol yang telah diatur Kemenkes.
Keterangan yang diperoleh Merdeka.com, SB telah masuk perawatan sejak 22 Agustus 2020. Ia didiagnosis pneumonia Covid-19 dengan hasil swab positif Covid-19.
" Pasien SMD510 laki-laki usia 71 tahun, hasil PCR positif (konfirmasi) dengan diagnosa pneumonia Covid," kata Kepala Humas, Instalasi & PKRS RSUD AW Sjachranie Samarinda dr Arysia Andhina, dikonfirmasi merdeka.com, Rabu 26 Agustus 2020.
Sesuai dengan pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid 19 dari Kemenkes, bahwa pasien yang meninggal dengan terkonfirmasi ataupun probable, maka proses pemulasara jenazah sesuai protokol Covid-19.
" Pihak keluarga sudah diedukasi dan dijelaskan, terkait protokol pemulasaran jenazah. Namun keluarga tetap menolak, dan telah bertanda tangan pada surat penolakan prosedur pemakaman Covid-19. Kami sudah koordinasi dengan Dinas Kota Samarinda," terang Arysia.
Pasien meninggal yang urung dimakamkan secara protokol Covid-19 itu, juga dibenarkan BPBD, sebagai bagian dari Satgas Covid-19 Samarinda, untuk membantu Dinkes Samarinda.
" Benar, kami tidak jadi menjemput dan memakamkan, karena jenazah sudah dibawa keluarga. Di luar itu, kami sudah memakamkan 41 jenazah kasus Covid-19 sampai hari ini," kata Sekretaris BPBD Kota Samarinda Hendra AH, dikonfirmasi terpisah.
(Sumber: Merdeka.com)
Dream - Insiden perebutan jenazah pasien Covid-19 kembali terjadi. Kali ini, peristiwa yang sama terjadi di Nagari Taeh Baruah, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.
Menurut Liputan6.com, warga Nagari taeh Baruah membuka paksa peti jenazah pasien positif Covid-19. Pasien tersebut dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Kota Bukittinggi, setelah sebelumnya diketahui terkonfirmasi positif Covid-19 pada Jumat 21 Agustus 2020.
Awalnya pasien dirawat di RSUD Adnaan WD Payakumbuh kemudian dirujuk ke Bukittinggi. Pasien itu dinyatakan meninggal dunia pada Senin, 24 Agustus 2020 sekitar pukul 18.00 WIB.
" Jenazah akan dimakamkan sesuai protokol Covid-19, dan sudah mendapat persetujuan dari istri pasien," kata Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan.
Sebelum jenazah sampai di kampung halaman, wakil bupati dihubungi oleh kepolisian agar bisa datang ke rumah duka dan berdiskusi dengan keluarga dan warga setempat.
Namun, jenazah datang sebelum adanya kesepahaman antara gugus tugas dan warga setempat. Saat itulah kemudian terjadi perdebatan bahwa keluarga ingin membuka peti untuk melihat jenazah.
Ferizal mengaku dirinya tidak bisa berbuat apa-apa, sebab jumlah masyarakat juga sangat banyak, ia juga diusir oleh warga sekitar dan jenazah dibopong masuk ke dalam rumah duka.
" Jumlah warga ada sekitar 1.000 orang, saya terpaksa menarik diri bersama gugus tugas karena keluarga dan warga juga cukup emosional," katanya.
Wakil bupati menyebut, dari informasi yang didapat jenazah tidak hanya dikeluarkan dari peti, tetapi juga dimandikan, disalatkan serta dimakamkan malam itu juga.
" Rata-rata warga yang hadir saat itu tidak memakai masker sama sekali, menurut pemahaman saya orang yang meninggal saat wabah itu syahid, tidak perlu dimandikan," ujarnya.
Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona Covid-19 di lokasi itu, lanjutnya, gugus tugas segera mengambil sampel keluarga jenazah dan warga yang hadir di sana.
Data per 25 Agustus 2020, jumlah total kasus konfirmasi pasien positif Covid-19 di Sumbar mencapai 1.735 orang, 1.075 di antaranya sudah sembuh dan 50 jiwa meninggal. Sementara sisanya masih isolasi.
Pada hari ini, terdapat 77 tambahan pasien positif Covid-19 di Sumbar. Jumlah tersebut merupakan penambahan tertinggi per hari di provinsi setempat.
Kemudian total jumlah sampel masyarakat Sumbar yang diambil 89.997 orang, lalu untuk spesimen sampel yang diperiksa mencapai 104.222 sampel.
" Positive rate hingga kini 1,93 persen," kata juru bicara Gugus Tugas Penanganan Corona Sumbar, Jasman Rizal.
Ia mengimbau masyarakat agar disiplin mematuhi protokol kesehatan, terutama memakai masker dan menjaga jarak ketika beraktivitas di luar rumah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya