Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas
Dream - Kementerian Agama bakal memberlakukan sertifikasi wawasan kebangsaan untuk dai dan penceramah. Program ini dimaksudkan untuk memberikan bimbingan terkait moderasi beragama.
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan, bimbingan dalam rangka sertifikasi tersebut akan melibatkan sejumlah organisasi kemasyarakatan, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Sertifikasi untuk memberikan bekal bagi para dai dalam berceramah.
" Fasilitas pembinaan ini untuk meningkatkan kompetensi para dai dalam menjawab dan merespons isu-isu aktual dengan strategi dakwah yang menitikberatkan pada wawasan kebangsaan atau sejalan dengan slogan hubbul wathon minal iman (cinta Tanah Air bagian dari iman)," ujar Gus Yaqut, saat rapat bersama DPR, disiarkan kanal YouTube DPR RI.
Menurut Gus Yaqut, penguatan moderasi beragama lewat wawasan kebangsaan merupakan kebijakan dan strategi pemerintah untuk mewujudkan revolusi mental dalam pembangunan kebudayaan.
Nantinya, para dai dan penceramah akan mengikuti bimbingan teknis yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag. Bimbingan juga melibatkan unsur dari ormas Islam.
" Para dai yang sudah mengikuti bimtek akan memperoleh sertifikat kompetensi yang diterbitkan oleh Kementerian Agama," terang Gus Yaqut.
Dia berharap dengan mengikuti bimtek tersebut, wawasan para dai dapat bertambah. Selain itu, kompetensi keilmuan mereka juga meningkat serta memiliki integritas kebangsaan yang tinggi.
Meski demikian, Gus Yaqut menegaskan sertifikasi bukan sebagai syarat untuk berceramah. Sertifikasi hanya bertujuan agar penceramah memiliki pemahaman mengenai moderasi beragama.
" Jadi bukan sertifikasi seperti yang dibayangkan, jadi dai dikumpulkan sama Kementerian Agama, dikasih wawasn kebangsaan, dikasih moderasi kemudian dikasihkan sertifikat, kemudian sertifikat ini menjadi modal atau syarat untuk bisa berceramah, tidak seperti itu," ucap dia.
Dream - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengaku heran dengan belum diizinkannya warga Indonesia masuk ke Arab Saudi. Padahal, jika merujuk pada penanganan Covid-19 di Indonesia relatif baik.
" Saya belum tahu kenapa warga Indonesia masih belum diizinkan masuk ke Saudi," ujar Gus Yaqut, melalui laman Kemenag.
Gus Yaqut mengatakan belum mengetahui kriteria yang dipakai Saudi untuk mengizinkan masuk warga dari negara tertentu. Jika merujuk pada kasus Covid-19, Indonesia bahkan jauh lebih baik daripada Amerika Serikat.
" Kalau diurutkan, USA (Amerika Serikat) tertinggi jumlah kasus Covid-19 di dunia. Perancis di urutan 8, Italia urutan 9, Jerman urutan 17, sementara Indonesia di urutan 19 jumlah kasus Covidnya," kata Gus Yaqut.
Otoritas penerbangan Saudi telah mengumumkan membuka kembali jalur udara internasional. Warga dari 11 negara yaitu Uni Emirat Arab, AS, Italia, Inggris, Irlandia, Jepang, Jerman, Perancis, Portugal, Swedia, dan Switzerland dibolehkan masuk wilayah Saudi.
Sayangnya, Indonesia tidak masuk dalam daftar tersebut. Alhasil, hal ini menghambat proses pengiriman jemaah umroh maupun haji dari Indonesia ke Saudi.
" Jadi saya belum tahu kriteria yang digunakan Saudi," kata dia.
Dream - Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, menyatakan pihaknya segera menentukan sikap terkait pemberangkatan jemaah haji 2021. Keputusan diambil tanpa lagi perlu menunggu pernyataan resmi Arab Saudi.
" Kita tidak boleh berpangku tangan, kita harus membuat keputusan soal ibadah haji ini. Keputusan ini harus kita buat dengan atau tanpa pengumuman dari Pemerintah Arab Saudi," ujar Gus Yaqut.
Gus Yaqut mengatakan akan menghadap Presiden Joko Widodo untuk membicarakan hal ini. Setelah itu, dia menyatakan keputusan akan diambil.
" Sampai Rabu (2 Juni 2021) saya akan berkomunikasi ke Presiden dan kita akan membuat keputusan apakah kita menunggu terus atau kita putuskan sendiri," terang Gus Yaqut.
Dia menyatakan kepastian dari Saudi sudah tidak bisa ditunggu. Sebab, waktu pelaksanaan haji semakin sedikit sementara belum ada satupun persiapan yang bisa difinalisasi akibat tak ada keputusan dari Saudi.
Demikian halnya dengan skenario kuota pemberangkatan haji yang sudah disusun, kata Gus Yaqut, seluruhnya sudah melewati batas waktu. Semisal skenario kuota 30 persen atau sekitar 60.996 orang, maka seharusnya waktu maksimal kuota didapatkan dari Saudi yaitu pada 11 Mei 2021 dan berangkat pada 27 Juni 2021.
Contoh lagi jika skenario kuota diberikan sebanyak 25 persen, kepastiannya seharusnya didapat pada 14 Mei 2021. Juga jika kuota hanya 20 persen, sudah ada kepastian pada 17 Mei atau 10 persen bisa dipastikan pada 25 Mei.
" Berdasarkan simulasi yang kita lakukan, jika jemaah diberangkatkan sebanyak lima persen saja, maka kita semestinya sudah mendapatkan kepastian kuota pada 25 Mei 2021, itu sudah lewat. Bahkan, jika jemaah diberangkatkan hanya 1,8 persen, harusnya kepastian kuota tanggal 28 Mei, sudah lewat juga," ucap dia.
Sementara saat ini waktu yang tersisa hingga closing date bandara Arab Saudi kurang dari 50 hari. Jika dipaksakan, dapat berpengaruh pada tidak maksimalnya persiapan pemberangkatan.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya