Menag Gus Yaqut: Dai dan Penceramah Akan Disertifikasi Wawasan Kebangsaan

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 3 Juni 2021 15:00
Menag Gus Yaqut: Dai dan Penceramah Akan Disertifikasi Wawasan Kebangsaan
Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan sertifikasi ini hanya menambah wawasan para dai, bukan modal atau syarat ceramah.

Dream - Kementerian Agama bakal memberlakukan sertifikasi wawasan kebangsaan untuk dai dan penceramah. Program ini dimaksudkan untuk memberikan bimbingan terkait moderasi beragama.

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan, bimbingan dalam rangka sertifikasi tersebut akan melibatkan sejumlah organisasi kemasyarakatan, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Sertifikasi untuk memberikan bekal bagi para dai dalam berceramah.

" Fasilitas pembinaan ini untuk meningkatkan kompetensi para dai dalam menjawab dan merespons isu-isu aktual dengan strategi dakwah yang menitikberatkan pada wawasan kebangsaan atau sejalan dengan slogan hubbul wathon minal iman (cinta Tanah Air bagian dari iman)," ujar Gus Yaqut, saat rapat bersama DPR, disiarkan kanal YouTube DPR RI.

Menurut Gus Yaqut, penguatan moderasi beragama lewat wawasan kebangsaan merupakan kebijakan dan strategi pemerintah untuk mewujudkan revolusi mental dalam pembangunan kebudayaan.

1 dari 5 halaman

Menambah Wawasan Dai

Nantinya, para dai dan penceramah akan mengikuti bimbingan teknis yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag. Bimbingan juga melibatkan unsur dari ormas Islam.

" Para dai yang sudah mengikuti bimtek akan memperoleh sertifikat kompetensi yang diterbitkan oleh Kementerian Agama," terang Gus Yaqut.

Dia berharap dengan mengikuti bimtek tersebut, wawasan para dai dapat bertambah. Selain itu, kompetensi keilmuan mereka juga meningkat serta memiliki integritas kebangsaan yang tinggi.

Meski demikian, Gus Yaqut menegaskan sertifikasi bukan sebagai syarat untuk berceramah. Sertifikasi hanya bertujuan agar penceramah memiliki pemahaman mengenai moderasi beragama.

" Jadi bukan sertifikasi seperti yang dibayangkan, jadi dai dikumpulkan sama Kementerian Agama, dikasih wawasn kebangsaan, dikasih moderasi kemudian dikasihkan sertifikat, kemudian sertifikat ini menjadi modal atau syarat untuk bisa berceramah, tidak seperti itu," ucap dia.

2 dari 5 halaman

Lebih Baik dari AS, Menag Heran Indonesia Belum Diizinkan Masuk Saudi

Dream - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengaku heran dengan belum diizinkannya warga Indonesia masuk ke Arab Saudi. Padahal, jika merujuk pada penanganan Covid-19 di Indonesia relatif baik.

" Saya belum tahu kenapa warga Indonesia masih belum diizinkan masuk ke Saudi," ujar Gus Yaqut, melalui laman Kemenag.

Gus Yaqut mengatakan belum mengetahui kriteria yang dipakai Saudi untuk mengizinkan masuk warga dari negara tertentu. Jika merujuk pada kasus Covid-19, Indonesia bahkan jauh lebih baik daripada Amerika Serikat.

" Kalau diurutkan, USA (Amerika Serikat) tertinggi jumlah kasus Covid-19 di dunia. Perancis di urutan 8, Italia urutan 9, Jerman urutan 17, sementara Indonesia di urutan 19 jumlah kasus Covidnya," kata Gus Yaqut.

 

3 dari 5 halaman

Indonesia Belum Bisa Masuk Saudi

Otoritas penerbangan Saudi telah mengumumkan membuka kembali jalur udara internasional. Warga dari 11 negara yaitu Uni Emirat Arab, AS, Italia, Inggris, Irlandia, Jepang, Jerman, Perancis, Portugal, Swedia, dan Switzerland dibolehkan masuk wilayah Saudi.

Sayangnya, Indonesia tidak masuk dalam daftar tersebut. Alhasil, hal ini menghambat proses pengiriman jemaah umroh maupun haji dari Indonesia ke Saudi.

" Jadi saya belum tahu kriteria yang digunakan Saudi," kata dia.

4 dari 5 halaman

Tak Lagi Tunggu Saudi, Menag Segera Ambil Keputusan Haji 2021

Dream - Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, menyatakan pihaknya segera menentukan sikap terkait pemberangkatan jemaah haji 2021. Keputusan diambil tanpa lagi perlu menunggu pernyataan resmi Arab Saudi.

" Kita tidak boleh berpangku tangan, kita harus membuat keputusan soal ibadah haji ini. Keputusan ini harus kita buat dengan atau tanpa pengumuman dari Pemerintah Arab Saudi," ujar Gus Yaqut.

Gus Yaqut mengatakan akan menghadap Presiden Joko Widodo untuk membicarakan hal ini. Setelah itu, dia menyatakan keputusan akan diambil.

" Sampai Rabu (2 Juni 2021) saya akan berkomunikasi ke Presiden dan kita akan membuat keputusan apakah kita menunggu terus atau kita putuskan sendiri," terang Gus Yaqut.

Dia menyatakan kepastian dari Saudi sudah tidak bisa ditunggu. Sebab, waktu pelaksanaan haji semakin sedikit sementara belum ada satupun persiapan yang bisa difinalisasi akibat tak ada keputusan dari Saudi.

5 dari 5 halaman

Sudah Lewat Tenggat Waktu

Demikian halnya dengan skenario kuota pemberangkatan haji yang sudah disusun, kata Gus Yaqut, seluruhnya sudah melewati batas waktu. Semisal skenario kuota 30 persen atau sekitar 60.996 orang, maka seharusnya waktu maksimal kuota didapatkan dari Saudi yaitu pada 11 Mei 2021 dan berangkat pada 27 Juni 2021.

Contoh lagi jika skenario kuota diberikan sebanyak 25 persen, kepastiannya seharusnya didapat pada 14 Mei 2021. Juga jika kuota hanya 20 persen, sudah ada kepastian pada 17 Mei atau 10 persen bisa dipastikan pada 25 Mei.

" Berdasarkan simulasi yang kita lakukan, jika jemaah diberangkatkan sebanyak lima persen saja, maka kita semestinya sudah mendapatkan kepastian kuota pada 25 Mei 2021, itu sudah lewat. Bahkan, jika jemaah diberangkatkan hanya 1,8 persen, harusnya kepastian kuota tanggal 28 Mei, sudah lewat juga," ucap dia.

Sementara saat ini waktu yang tersisa hingga closing date bandara Arab Saudi kurang dari 50 hari. Jika dipaksakan, dapat berpengaruh pada tidak maksimalnya persiapan pemberangkatan.

Sumber: Merdeka.com

Beri Komentar