JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Menag Luncurkan Aplikasi Mobile HajiPintar (Foto: Kemenag)
Dream - Kementerian Agama mempermudah masyarakat yang ingin mendaftar haji dengan bantuan teknologi. Lewat aplikasi mobile HajiPIntar, umat muslim Indonesia bisa mendaftar haji secara online.
Aplikasi hasil inovasi Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag ini diperkenalkan di sela pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Program Penyelenggaraan Haji dan Umrah 2022 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (17/3/2022).
" Saat mendaftar, jemaah tidak harus datang ke Kantor Kemenag Kab/Kota. Bukti pendaftaran hajinya dikirimkan dalam bentuk elektronik dengan tanda tangan elektronik pula," ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dikutip dari laman Kemenag.
Tak hanya masyarakat yang tinggal di Indonesia, WNI yang tinggal di luar negeri juga bisa mendaftar haji melalui aplikasi tersebut. Selain cepat, proses pendaftaran juga berlangsung cepat, murah, dan mudah.
Lebih jauh, Menag mengimbau jajaran di Ditjen PHU tak berpuas diri dengan meluncurkan aplikasi mobile HajiPintar. Terus mengikuti perkembangan teknologi. Menag mengusulkan pelaksanaan pembelajaran manasik haji di tanah air suatu saat akan dilakukan dengan bantuan teknologi.
Dalam mimpi Menag, calon jemaah hajinya nantinya bisa berlatih melakukan manasik haji dengan merasakan dirinya tengah berada di Mekah dan Madinah meski secara virtual. Konsep ini sudah dikembangkan para ahli teknologi dengan hadirnya metaverse.
" Layanan haji ke depan harus lebih modern. Pelayanan sebelum dan pascapandemi tentu tidak bisa kita samakan dengan pelayanan di masa mendatang," kata Menag.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
