Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Komaruddin Amin (Foto: Kemenag.go.id)
Dream - Kabar baik bagi para dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTIK) yang tengah mencari beasiswa kuliah ke luar negeri. Kementerian Agama (Kemenag) saat ini tengah mencari enam orang kandidat untuk diberangkatkan belajar ke universitas terkemuka di Australia.
Program ini terselenggara berkat kerjasama Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Ditjen Pendidikan Islam (Pendis) dengan The Australian Nasional University (ANU) dalam program Pathnership in Islamic Education Scholarship (PIES) tahun 2018- 2019.
Mengutip laman Kemenag.go.id, Jumat, 22 Juni 2018, beasiswa PIES akan diperuntukan kepada para dosen PTKI yang sedang menyelesaikan penulisan desertasi. Para pelamar akan melalui proses seleksi dokumen dan wawancara.
" Program ini memberikan kesempatan kepada kandidat yang lolos untuk mengalami kehidupan akademik secara langsung di Australia dan berkesempatan mempresentasikan hasil penelitiannya di beberapa universitas terkemuka di Australia," ucap Dirjen Pendis Kamarudin Amin.
Rencananya, seluruh pembiayaan selama program, termasuk biaya pelatihan bahasa serta tiket pesawat pulang pergi Indonesia - Australia akan ditanggung oleh pihak PIES melalui dana dari Australian Aid Departement of Foreign Affairs and Trade (DFAT).
Tak semua dosen PTIK bisa melamar dalam program beasiswa ini. Kemenag mengecualikan para pengajar dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Peluang dosen perempuan untuk mendapatkan kursi dalam program ini juga cukup besar. PIES menyediakan keterwakilan kuota perempuan minimal separuhnya.
Ingin tahu persyaratan lainnya, klik tautan ini.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?