Kemenag Luncurkan Alquran Terjemahan 9 Bahasa Daerah

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 3 Desember 2015 17:24
Kemenag Luncurkan Alquran Terjemahan 9 Bahasa Daerah
Terjemahan Alquran dalam tiga bahasa daerah masih dalam proses validasi.

Dream - Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Alquran dengan terjemahan bahasan daearah. Pemerintah yakin bahasa daerah sebagai bahasa ibu memiliki kedekatan batin bagi masyarakat pengucapnya, terutama dalam beragama. 

Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin mengatakan Alquran terjemahan bahasa daerah sengaja dibuat agar masyarakat yang tidak memakai bahasa Indonesia dapat memahami isi Alquran dengan baik.

Terjemahan dengan bahasa daerah juga sebagai upaya melestarikan bahasa daerah yang jarang dituangkan ke dalam bahasa tulis.

" Masyarakat di daerah yang masih menggunakan bahasa daerah dapat memahami dan mengamalkan isi Alquran sama dengan yang lain, lebih khusus kepada mereka yang memang tidak menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari," ujar Lukman di Kantor Kemenag, Thamrin, Jakarta, Kamis, 3 Desember 2015.

Kalitbang-Diklat Kemenag Abdul Rahman Masud menambahkan proses penerjemahan Alquran ke dalam bahasa daerah ini sudah dimulai sejak 2013 lalu. Dalam dua tahun, proyek ini menghasilkan terjemahan Alquran dalam sembilan bahasa daerah yang tergolong hampir punah.

" Bahasa-bahasa yang dipilih merupakan bahasa yang cenderung jarang digunakan," ujar Abdul.

Tiga Alquran terjemahan bahasa daerah yaitu Bahasa Minang (Sumatera Barat), Bahasa Banyumasan (Jawa Tengah), Bahasa Dayak Kanayat (Kalimantan Barat).

Sebelumnya Kemenag juga telah mempunyai Alquran terjemahan Bahasa Kaili (Sulawesi Tenggara), Bahasa Sasak, (Nusa Tenggara Barat), Bahasa Makassar (Sulawesi Selatan).

Adapun tiga bahasa lain masih dalam proses validasi. Tiga bahasa tersebut yaitu Bahasa Batak (Sumatera Utara), Bahasa Toraja (Sulawesi Selatan) dan Bahasa Bolaan Mongondow (Manado).

Beri Komentar