Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Ilustrasi
Dream - Zakat menyimpan potensi yang sangat besar untuk membantu mengentaskan kemiskinan. Sayangnya, potensi itu belum tergarap lantaran selama ini zakat masih disalurkan untuk kepentingan konsumtif.
Menyadari hal ini, Kementerian Agama tengah melakukan pembenahan secara menyeluruh pada pengelolaan zakat. Ke depan, zakat akan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan umat secara produktif.
" Ini tidak mudah, namun perlu dipikirkan, dengan dana zakat itu bisa mengentaskan kemiskinan untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Masyarakat (Bimas) Islam Machasin, seperti dilansir kemenag.go.id, Kamis, 14 April 2016.
Machasin menyebut, perlu ada evaluasi pengumpulan dan penyaluran zakat secara nasional. Hasil evaluasi itu dapat digunakan untuk menetapkan prioritas penyaluran zakat.
Diperlukan adanya silang pengalaman antar daerah dalam pengelolaan zakat. Ini mengingat masing-masing daerah memiliki kondisi yang berbeda.
" Zakat berasal dari umat atau masyarakat, maka akan kembali juga kepada masyarakat," kata Machasin.
Sementara itu, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bambang Sudibyo mengatakan pengentasan kemiskinan melalui Baznas satu setengah tahun lebih cepat daripada melalui program dana sosial. Menurut dia, ini merupakan bentuk efektivitas dari zakat.
" Sebagai perbandingan, jika dana Baznas dapat membantu mengentaskan kemiskinan dalam 5,5 tahun, dana sosial butuh waktu 7 tahun," ucap Bambang. (Ism)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya