Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Serangan Ke Tempat Persembunyian Abu Bakar Al Baghdadi (Foto: Kemenhan AS)
Dream - Kepala Korps Marinir Amerika Serikat (AS), Jenderal Kenneth McKenzie menjelaskan proses penyerbuaan pimpinan ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi pada 26 Oktober 2019. Dia juga menunjukkan video prosesi penyerbuan tersebut.
Dibagikan laman resmi Kementerian Pertahanan AS, rencana penyerbuan digelar lebih awal dari rencana.
" Kami telah memperoleh informasi intelijen yang jelas dan dapat ditindaklanjuti di tempat persembunyiannya, kami mengembangkan rencana yang dirancang untuk menangkap atau membunuhnya dan mulai menyiapkan tim operasi khusus untuk misi," kata McKenzie, Kamis, 31 Oktober 2019.
Tim diturunkan untuk memburu Al Baghdadi menggunakan helikopter yang dijaga helikopter serang, pesawat serang tak berawak, dan pesawat tempur generasi keempat dan kelima. " Saya mencatat bahwa rencana itu memperhitungkan asumsi bahwa kita akan menemukan banyak anak di sasaran," kata dia.
Presiden AS, Donald Trump menyetujui rencana tersebut.
Ketika pesawat AS. tiba di kompleks, helikopter mulai menerima tembakan dari para sekelompok milisi. McKenzie mengatakan, dia yakin kelompok-kelompok itu bukan anggota ISIS. Tapi, katanya, mereka menunjukkan niat bermusuhan terhadap pasukan AS. Milisi tersebut terbunuh setelah helikopter AS melakukan serangan balasan.
Pasukan serangan mengepung kompleks dan mendesak orang-orang di dalam untuk menyerah secara damai.
" Mereka yang keluar dari gedung diperiksa apakah membawa senjata dan bahan peledak dan memindahkannya," kata McKenzie.
" Pasukan AS menahan dan kemudmembebaskan orang-orang yang tidak berperang. Kelompok itu diperlakukan secara manusiawi setiap saat, dan termasuk 11 anak-anak," ucap dia.
Lima anggota ISIS di dalam kompleks itu mengancam pasukan AS. " Mereka tidak menanggapi perintah dalam bahasa Arab untuk menyerah," kata dia, " dan terus mengancam pasukan. Mereka dilibatkan pasukan penggerebekan dan dibunuh: empat wanita dan satu pria."
Pasukan AS menemukan Baghdadi di sebuah terowongan di dalam kompleks. Ketika penangkapan sudah dekat, pemimpin ISIS tersebut meledakkan bom yang dia kenakan. Akibat bom bunuh diri itu dua anak turut tewas.
" Setelah, bunuh diri Baghdadi, pasukan penyerang membersihkan puing-puing rumah tersebut dan mengamankan jenazah Baghdadi untuk verifikasi DNA," kata McKenzie.
McKenzie menyebut, tubuh itu dikubur secara layak di laut, sesuai dengan hukum konflik bersenjata.
Dream - Jejak buronan penting bisa dilacak dari barang-barang yang dia kenakan. Termasuk celana dalam.
Kisah celana dalam menjadi pembicaraan hangat dunia internasional karena menuntun pasukan khusus Amerika Serikat (AS) untuk memburu pimpinan ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi.
Dilaporkan The Telegraph, agen rahasia Kurdi mencuri sepasang celana dalam milik Baghdadi. Celana dalam itu kemudian diidentifikasi DNA menjelang serangan pasukan khusus AS.
Penasihat senior Pasukan Demokratik Suriah (SDF) Polat Can mempublikasikan rincian kerja intelijen yang mengarah pada serangan AS terhadap pendiri kelompok ISIS.
" Sejak 15 Mei, kami telah bekerja sama dengan CIA untuk melacak Al Baghdadi dan mengawasinya dengan cermat," kata dia.
" Al Baghdadi sering berganti tempat tinggal," ujar dia.
Polat mengatakan, sumber intelejennya mampu menjangkau Al Baghdadi ke lokasi yang terdekat. " Intelejen itu membawa pakaian dalam Al Baghdadi untuk melakukan tes DNA dan memastikan bahwa orang yang dimaksud adalah al-Baghdadi sendiri," kata dia.
Dia mengatakan serangan AS yang membunuh Baghdadi di provinsi barat laut Idlib sebagian besar merupakan hasil kerja intelijen SDF.
" Sumber intelijen kami terlibat dalam pengiriman koordinat, mengarahkan airdrop, berpartisipasi dalam dan membuat operasi ini sukses hingga menit terakhir," ucap dia.
Presiden AS, Donald Trump, mengatakan, uji lapangan DNA telah mengkonfirmasi identitasnya, dan ia juga berterima kasih kepada Turki, Irak, Suriah, dan Rusia atas kerja sama mereka.
Pentagon mengatakan, Senin, 29 Oktober 2019 tubuh Baghdadi telah dibuang di laut.
Dream - Pemimpin tertinggi Negara Islam Suriah dan Iraq (ISIS), Abu Bakar Al Baghdadi, dilaporkan tewas, Sabtu 27 Oktober 2019.
Kabar menyebut bahwa Abu Bakar Al Baghdadi tewas saat operasi yang digelar pasukan khusus Amerika Serikat. Berkembang kabar, dia tewas meledakkan diri dengan rompi bom.
Menurut Defense One, Abu Bakar meledakkan bom bunuh diri. Meski demikian kabar ini masih belum terkonfirmasi.
Sementara itu, laman ABC menulis aksi bunuh diri Abu Bakar Al baghdadi terjadi di sebuah gedung yang telah diduduki pasukan AS di Idlib, Suriah.
Saat ini, tentara AS masih menunggu konfirmasi kepastian kematian dari sidik jari dan metode biometrik lain.
Gedung Putih enggan memberikan pernyataan. Meski demikian, Presiden AS, Donald Trump sudah mengeluarkan cuitan.
" Sesuatu yang besar telah terjadi!" kata Trump.
Something very big has just happened!
— Donald J. Trump (@realDonaldTrump)October 27, 2019
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya