Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menag Fachrul Razi (Foto: Kemenag)
Dream - Tidak hanya menyoroti penggunaan cadar, Menteri Agama, Fachrul Razi, juga mengomentari penggunaan celana cingkrang di kalangan Pegawai Negeri Sipil.
" Masalah celana cingkrang-cingkrang itu tidak bisa dilarang dari aspek agama, karena memang agama tidak melarang," ujar Fachrul di Kemenko PMK, Jakarta, Kamis 31 Oktober 2019.
Meski tidak ada larangan dari agama, kata Fachrul, aturan di instansi pemerintah bisa melarang penggunaan celana cingkrang.
" Tapi dari aturan pegawai bisa, misal di tempat ditegur, 'Celana kok tinggi gitu? Kamu enggak lihat aturan negara gimana? Kalau enggak bisa ikuti, keluar kamu'," kata dia.
Fachrul menegaskan, tidak ada tempat bagi golongan radikal yang ingin menghancurkan ideologi Indonesia.
" Kamu dibayar Indonesia kamu harus hormat Indonesia, kamu bisa berubah nggak? kalau keluar Indonesia keluar dari wilayah ini!" kata dia dengan nada tinggi.
Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi, mengumpulkan seluruh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama dan Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan untuk membahas isu radikalisme.
" Kita bertemu dengan pimpinan-pimpinan di daerah gitu ya silaturahmi. Pimpinan-pimpinan, rektor-rektor, pimpinan-pimpinan asramah haji juga ada, pimpinan-pimpinan latihan diklat juga banyak," ujar Fachrul di kantornya, Jakarta, Selasa 29 Oktober 2019.
Dalam kesempatan itu, Fachrul menjelaskan mengenai pokok pikiran Menteri Agama yang bermuara dari visi misi Presiden Joko Widodo.
" Terutama pesan-pesan Pak Jokowi, harus fokus dan mencapai sasaran. Jangan sampai program itu hanya wacana-wacana saja tidak ada pencapaian sasarannya," kata dia.
Dia menambahkan, isu radikalisme dan deredikalisme bukan hanya tugas Kementerian Agama saja. " Kan pesannya Pak Jokowi, deradikalisasi bukan hanya kepada kementerian agama kan, termasuk polisi, tentara, semuanya," ujar dia.
Maka dari itu, mantan Wakil Panglima TNI ini mengajak masyarakat untuk senantiasa memerangi radikalisme.
Dream - Akun Twitter Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi, dibajak. Tak hanya itu, akun Twitter tersebut juga diambil alih oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan disisipi konten pornografi.
" Menginformasikan bahwa akun Twitter saya diretas orang yang tidak bertanggung jawab dengan menyisipkan konten pornografi," kata Zainut dalam keterangan resminya, Minggu 27 Oktober 2019.
Zainut mengatakan, akun Twitter miliknya juga sudah digunakan untuk menyebar hoaks atas namanya. Zainut telah melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polda Metro Jaya.
Saat berita ini dibuat, akun milik Zainut sudah dikunci. Tapi, tangkapan layar mengenai unggahan video dan gambar porno masih beredar di media sosial.
Dream - Zainut Tauhid Sa'adi, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), mendapat amanah dari Presiden Joko Widodo untuk menjabat sebagai Wakil Menteri Agama. Dia mengaku mewakili partainya PPP.
" Mewakili parpol PPP tapi warna saya, darah saya NU," ujar Zainut di Istana Negara, Jumat 25 Oktober 2019.
Zainut memastikan penunjukannya sebagai Wamenag tidak mendapat protes, termasuk dari organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Dia menegaskan posisi yang diamanatkan kepadanya merupakan kewenangan Presiden sepenuhnya.
" Hal ini berkaitan penunjukan menteri dan pembantu Presiden dan itu kewenangan penuh Presiden, Bapak Presiden punya alasan penempatan pembantu-pembantunya itu," kata dia.
Sepak terjang Zainut di dunia keagamaan dan politik terbulang cukup banyak. Selain sebagai Waketum MUI, Zainut juga merupakan politisi PPP, sekaligus salah satu anggota Pengurus Besar NU.
" Ketika nanti menjabat seluruh itu saya tanggalkan untuk bangsa dan negara," kata dia.
Selanjutnya, ketika bertugas Zainut mendapat sejumlah amanah dari Jokowi. Seperti peningkatan kualitas pendidikan di madrasah diniyah serta pengembangan dakwah.
" Agar dakwah itu bisa meningkatkan keimanan ke Tuhan Yang Maha Esa, ketenangan, kesejukan, dan tidak menimbulkan justru suasana yang saling mencurigakan," kata dia.
Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi membantah tudingan 50 persen Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai Kementerian Agama (Kemenagtelah ) terpapar radikalisme.
" Itu isu yang tidak betul. Kalau dibilang ada, mungkin ada ya. Tapi kalau 50 persen kebangetan, kalian membuat data seenaknya. Tidak begitu lah ya," ujar Fachrul di Kementerian Agama, Jakarta, Selasa, 29 Oktober 2019.
Mantan Wakil Panglima TNI itu menegaskan akan memberi sanksi tegas bagi karyawan atau PNS di lingkungan Kemenag yang terpapar radikalisme.
" Sekali masuk sudah saya garis bawahi, ada pemikiran khilafah, radikalisme keluar semua, tidak ada yang Kemenag," kata dia.
Dia mengatakan, tidak ada tempat bagi orang-orang yang memiliki pemikiran radikal. Maka dari itu, Fachrul mengimbau kepada semua pihak untuk memerangi masalah radikalisme.
" Kan pesannya Pak Jokowi, deradikalisasi bukan hanya kepada kementerian agama kan, termasuk polisi, tentara, semuanya," ujar dia.
Dream - Dipilihnya Fachrul Razi untuk menduduki kursi Menteri Agama (Menag) mengundang pertanyaan besar. Banyak yang menilai keputusan Presiden Joko Widodo tak lazim karena mengangkat seorang Menag dari lingkungan militer bukan pesantren atau ormas Islam.
Ditemui usai serah terima jabatan dengan Lukman Hakim Syaifuddin, Fachrul mengakui jika latar belakangnya memang bukan seorang santri.
" Saya bukan tamatan pesantren. Tapi saya dibesarkan di lingkungan Islam ketat," ujar Fachrul di Kementerian Agama, Jakarta, Rabu 23 Oktober 2019.
Fahcrul mencerirakan, ketika masuk Akademi Militer angkatan 70, dia bersama beberapa rekan seangkatannya mendirikan kelompok komando masjid. Ini merupakan wadah bagi Taruna Akmil untuk belajar Islam serta sholat dan mengaji.
" Dulu masih banyak (taruna yang belum bisa ngaji dan sholat," ucap dia.
Tamat Akmil, mantan Wakil Panglima TNI ini rajin mensyiarkan agama Islam. Dia kerap mengisi khotbah Jumat.
Dalam khotbahnya, Fachrul sering menyampaikan materi Islam yang moderat, Islam rahmatan lil alamin serta saling menghargai demi persatuan dan kesatuan bangsa.
" Saya duga, Pak Jokowi tahu saya khotbah bangun Islam yang damai. Mungkin di benak beliau kira-kira seperti itu," kata dia.
lebih lanjut, mantan Ketua Tim Bravo 5 itu mengatakan di masa lalu ada stigma pembeda di lingkungan TNI. Untuk perwira yang sering berdakwah itu masuk perwira hijau yang artinya berbahaya dan perwira merah putih dimaknai sebagai TNI yang berjiwa merah putih.
" Padahal saya lihat yang merah putih juga itu nggak pernah sholat. Tapi penyebutan perwira merah putih dan hijau tidak lama," kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya