Astaga, Masjid di Palembang Dilempari Kotoran Manusia

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 30 Oktober 2019 19:01
Astaga, Masjid di Palembang Dilempari Kotoran Manusia
Aksi pelemparan itu terekam kamera CCTV. Pengurus masjid berjaga 24 jam usai kejadian itu.

Dream - Insiden pelemparan kotoran manusia di Masjid Jami`Gandus, Palembang, Sumatera Selatan, pada Sabtu, 26 Oktober 2019, menghebohkan warga. Aksi yang dilakukan orang tak dikenal itu terekam kamera keamanan masjid.

Dalam rekaman CCTV terlihat seorang pria mengendarai motor dan masuk ke halaman masjid sekitar pukul 23.00 WIB. Pria berbaju putih dan bertopi itu lalu memarkirkan kendaraannya di depan pintu samping masjid.

Pria tersebut lalu masuk ke teras membawa kantong plastik hitam. Tak lama kemudian, dia mengambil plastik bening dan mengikatnya menggunakan tali. Pria itu kemudian melemparkan benda ke ruang sholat jemaah wanita.

Ketua Remaja Masjid Jami' Gandus Palembang, Hendra Gunawan, mengatakan, usai melemparkan bungkusan plastik pria tersebut pergi.

" Sekitar pukul 23.30 WIB, salah satu anggota remaja masuk ke dalam masjid menuju ke toilet. Dia mencium bau busuk di dalam masjid, ketika dicek menggunakan lampu ponsel, dia melihat kotoran manusia tersebut berserakan di saf perempuan, hingga mengenai sajadah masjid," ujar Hendra, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 30 Oktober 2019.

1 dari 4 halaman

Berjaga

Hendra mengatakan, aksi lelaki tak dikenal itu berlangsung selama sekitar dua menit. Usai mengecek aksi lelaki yang terekam di kamera pengaman, pengurus masjid segera menelepon Polsek Gandus.

Laporan baru diterima polisi sekitar pukul 05.30 WIB. Polisi langsung mengambil foto dan membuat laporan aksi tak bertanggung jawab tersebut.

Sekitar pukul 09.30 WIB, anggota kepolisian kembali mendatangi masjid dan memeriksa Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Pelapor dan para saksi ditemani anggota kepolisian, kembali mendatangi Polsek Gandus Palembang untuk memberikan keterangan terkait kasus pelemparan kotoran manusia tersebut.

" Ada barang bukti yang tertinggal dan diamankan polisi, yaitu plastik yang digunakan pelaku untuk mengambil plastik berisi kotoran manusia dari kantong hitam. Di plastik tersebut masih ada sidik jari pelaku," kata dia.

Sejak kejadian tersebut, pengelola masjid selalu berjaga 24 jam agar kejadian serupa tidak terulang. Foto pelaku yang diambil dari potongan video tersebut juga disebarkan kepada warga sekitar.

2 dari 4 halaman

Usai Azan Subuh, Pembunuh di Jember Umumkan Aksinya Lewat Speaker Masjid

Dream - Aksi pembunuhan seorang pria menggegerkan masalah Jember, Jawa Timur. Pelaku bernama Iwan mengumumkan aksinya menghabisi penjaga malam SPBU Jambearum, Kecamatan Puger bernama Tumin, melalui pengeras suara masjid.

Iwan mengumumkan aksi pembunuhan itu sesaat sebelum sholat Subuh dimulai. Dia bahkan sempat melentunkan azan sholat di dini hari tersebut.

" Ketika subuh tadi, Iwan ini tiba-tiba azan di masjid. Lalu selawatan kemudian mengumumkan bahwa Pak Tumin baru saja meninggal dan sayalah yang membunuh," ujar Elis Suprihatin, tetangga depan rumah korban, dilaporkan , Rabu, 9 Oktober 2019.

Sambil mengakui perbuatan sadisnya, Iwan tak lupa mendoakan Tumin. Dia meminta maaf telah kepada warga karena telah membunuh Tumin.

" Terus dia bilang begini: semoga segala dosa Pak Tumin diampuni oleh Allah SWT dan aku Iwan minta maaf kepada semua saudaraku di desa ini," kata Elis menirukan Iwan.

3 dari 4 halaman

Tabuh Beduk Usai Sholat Subuh

Aksi Iwan rupanya masih berlanjut setelah sholat subuh. " Dia menabuh gendang milik masjid, sambil teriak-teriak, nggak jelas. Kayak orang gila itu," ujar dia.

Setelah itu, Iwan pun pergi ke Polsek Puger untuk menyerahkan diri.

" Setelah sholat subuh, pelaku datang ke polsek. Kemudian, anggota SPKT bersama Unit Reskrim Polsek Puger langsung menuju ke TKP," ujar AKP Ribut Sugiarto.

4 dari 4 halaman

Kondisi Korban

Di TKP yakni SPBU Jambearum, polisi menemukan jenazah korban bersimbah darah. Diduga karena luka yang parah, korban langsung meninggal seketika di lokasi.

" Ada lima luka bacok yang kita temukan," ucap Ribut.

Polisi langsung membawa jenazah roban ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung guna menjalani otopsi. " Kita masih mendalami motif pelaku melakukan aksi tersebut," kata Ribut. 

Sumber: 

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak