Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Ilustrasi (scmp.com)
Dream - Dengan sedikit gugup, perempuan berhijab pink itu berbincang dengan seorang lelaki. Dengan ditemani kerabat, perempuan 29 tahun ini saling bertanya dengan lelaki yang kemungkinan akan menjadi suaminya di kemudian hari.
Perempuan itu adalah Siti Aisha. Perempuan Malaysia yang tengah mengikuti Halal Speed Dating. Sebuah pertemuan untuk mencari jodoh melalui cara yang diklaim berdasarkan syariat Islam.
Dengan agak malu-malu, Siti dan lelaki itu terus bercakap. Sementara, orangtua Siti juga duduk di kursi, turut meriung di meja restoran itu. Perbincangan itu berlangsung hingga bel meminta puluhan peserta laki-laki bergeser ke meja baru dan perempuan yang baru.
Konsep perjodohan ini dikembangkan sejak akhir 2015. Tujuannya mendapatkan jodoh terhormat, yang sesuai dengan syariat Islam. Sehingga diklaim halal.
Proses perjodohan ini dilakukan di bawah pengawasan ketat. Cara ini ditujukan untuk mereka yang masih single. Pada umumnya mereka terlalu sibuk bekerja, sehingga tak sempat mencari jodoh dengan cara “ konvensional”.
Setelah para pencari jodoh selesai melakukan perkenalan selama beberapa menit –dengan pasangan yang berbeda– penyelenggara akan mengecek kecocokan, wanita mana yang terlihat tertarik dengan pria, atau sebaliknya.
Semua proses dalam Kencan Kilat Halal ini dimulai dengan percakapan tentang pernikahan dalam Islam. Para perempuan harus didampingi kerabat mereka, seperti orangtua.
Dan setelah proses ini, pria yang dinyatakan cocok dengan seorang perempuan –tentunya yang tertarik– harus memanggil ayah perempuan itu untuk meminta izin guna proses berikutnya.

Bagaimanapun juga, pihak penyelenggara berusaha mencegah kencan tanpa pengawasan untuk proses berikutnya. Pihak penyelenggara mengklaim cara ini lebih cepat dari cara “ konvensional” karena prosesnya melibatkan orangtua maupun keluarga.
“ Yang lebih penting, ini menghindari fitnah, patah hati, hamil di luar nikah, seks di luar nikah, membuang bayi, dan perbuatan haram lainnya,” demikian keterangan pada laman penyelenggara.
Pendiri Kencan Kilat Halal, Munirah Tunai dang sang suami, Zuhri Yuhyi, yakin dengan platform itu. Sebab, para peserta perjodohan ini diawasi sebelum mereka menikah, lima bulan setelah perjodohan.
“ Dalam Islam, Anda tentu harus melibatkan ayah, sebab ayah merupakan wali kaum perempuan. Sehingga, jika seseorang ingin menikahi seorang wanita, harus mendapat restu dari sang ayah. Itu mengapa kami mengikutsertakan sang ayah seawal mungkin,” tutur Munirah.
Sekitar 5.700 telah mendaftar Halal Speed Dating ini. Mereka kebanyakan adalah pekerja profesional berusia 25 hingga 35 tahun, yang terlalu sibuk untuk menemukan jodoh secara “ konvensional”. Selain dari Malaysia, peserta perjodohan ini juga datang dari Singapura.
(Sumber: Channel News Asia, South China Morning Post)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang