Kepala BSSN Ingatkan Ada Serangan Siber Bisa Hancurkan Budaya dan Agama

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 5 Desember 2019 10:01
Kepala BSSN Ingatkan Ada Serangan Siber Bisa Hancurkan Budaya dan Agama
Hinsa menyebut adanya serangan ke nilai-nilai budaya,

Dream - Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian mengungkapkan adanya ancaman siber yang menyerang kepentingan Indonesia.

“ Jadi kita prioritas mengamankan itu dan tentu kalau kita lihat dengan kehadiran BSSN, kita sedang dan akan terus membangun kekuatan kita di dunia atau di ruang siber ini untuk melaksanakan tugas melindungi bangsa ini, dan juga tentu ancaman-ancaman yang lain akan banyak di situ,” kata Hinsa, dilaporkan laman Setkab, Rabu, 4 Desember 2019.

Hinsa mengatakan, ruang siber rentan peretasan. Jaringan internet dapat diretas dengan malware.

“ Tugas pokok BSSN adalah menyakinkan supaya semua jaringan dimana proses bisnis atau ekonomi digital itu berlansung berjalan harus yakin bahwa itu aman,” ujar dia.

Hinsa mengatakan, ditinjau dari sasaran serangan siber itu ada yang bersifat fisik dan non-fisik. Serangan fisik, yaitu infrastruktur kritikal seperti listrik yang menggunakan internet dan suatu saat itu diserang maka kacaulah sistem distribusi listrik akan kacau.

Sementara dampak serangan non-fisik, yaitu distribusi hoaks. “ Ini tidak mungkin BSSN sendiri Ini adalah tugas kita semua,” ujar dia.

Hinsa mengingatkan, saat ini ada masalah yang lebih besar, yaitu serangan siber yang bisa meruntuhkan nilai-nilai budaya, nilai-nilai agama, dan mungkin kepada pemerintah.

“ Kita ingin adanya BSSN nilai-nilai Pancasila Justru lebih tersosialisasikan bisa sampai pada masyarakat kita dan memahaminya seutuhnya,” ujar dia.

1 dari 4 halaman

1,5 Juta Serangan Siber Terjadi di Indonesia Sepanjang 2019

Dream - Serangan siber di Indonesia terus meningkat. Selama 2019, sebanyak 1,5 juta serangan siber terjadi di Indonesia.

Dilaporkan Kaspersky, serangan siber di Indonesia itu meningkat dari tahun lalu.

Selain Indonesia, Kaspersky mencatat, web phising terjadi selama paruh pertama 2019. Tiga negara lain yang mengalami serangan tertinggi yaitu, Filipina, Vietnam dan Malaysia. Total terjadi 11 juta serangan siber.

Serangan web pishing disebut sebagai ancaman lama, namun terbilang efektif. Serangan ini nyata di Asia Tenggara dan tidak menunjukkan tanda-tanda memudar dalam waktu dekat.

" Boleh diakui atau tidak, wilayah ini terdiri dari banyak populasi muda dan sangat mobile, kita perlu memberikan edukasi tentang risiko serangan dasar seperti phishing," ujar Yeo Siang Tiong, General Manager Kaspersky untuk Asia Tenggara.

Filipina tercatat terjadi 17,3 persen serangan siber. Serangan ini meningkat dibanding pada periode pertama tahun lalu yang sebesar 10,449 persen.

 

2 dari 4 halaman

Trik yang Efektif

Malaysia mencetak angka tertinggi kedua dengan 15,829 persen. Sementara itu, 14,316 persen. Thailand mencatatkan terjadi sebanyak 11,972 persen dan Vietnam terjadi sebanyak 11,703 persen.

Data tersebut sebuah fakta yang harus diterima bahwa, para pengguna muda akan membeli telepon baru kemudian berpikir untuk mengamankannya secara fisik, namun tidak secara virtual.

" Selama individu masih belum mempertimbangkan penjagaan keamanan mereka dengan baik saat menggunakan internet, maka kita akan terus melihat korban phishing berjatuhan" kata dia.

Efektivitas penipuan phishing terbukti menarik bagi para pelaku kejahatan siber. Para pelaku kejahatan siber akan mengejar kredensial pengguna, yang menyertakan nomor kartu kredit serta kata sandi ke rekening bank dan aplikasi keuangan lainnya.

Terlepas dari meningkatnya kesadaran akan penipuan online, para pengguna justru menjadi kurang peduli akan konsekuensi yang telah dibuktikan dengan pertumbuhan jumlah pengguna yang terpengaruh.

Menurut dia, sangat mengkhawatirkan bahwa trik phishing masih sangat efektif dalam melakukan penipuan kepada para pengguna internet di Asia Tenggara.

Perlu juga dicatat juga, lanjutnya, pelaku kejahatan siber dapat menggunakan strategi phishing email yang sama selama bertahun-tahun.

" Seseorang masih akan memberikan informasi pribadi mereka dengan sukarela atau mengklik tautan berbahaya tanpa disadari,” ucap dia. (ism)

3 dari 4 halaman

Geger Lampu Lalu Lintas di Garut Diretas, Muncul Kata Tak Senonoh

Dream - Kalimat tak pantas muncul di penunjuk jalan lampu lalu lintas di perempatan Jalan Terusan Pembangunan, Kabupaten Garut, Minggu, 22 September 2019.

Kalimat tersebut berbunyi, " Selamat mencoba we hacker ew**n" . Video rekaman perubahan teks berjalan tersebut sempat beredar di aplikasi whatsapp dan sejumlah media sosial.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Suherman menyebut peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 hingga 19.00 Instansinya berencana mengambil langkah hukum untuk melaporkan kejadian tersebut kepada ke polisi.

" Awalnya itu kan isi tulisan pada layar adalah penunjuk arah jalan tiba-tiba berubah menjadi kalimat tidak senonoh. Memalukan sekali itu," ujar Suherman, diakses dari , Rabu, 25 September 2019.

Suherman mengaku, dia mengetahui perubahan tulisan tersebut dari masyarakat yang mengirimkan foto dan video kepadanya.

4 dari 4 halaman

Melapor ke Polisi

 Bajak Email Notaris, Hacker di Bali Gasak Rp1 MiliarBajak Email Notaris, Hacker di Bali Gasak Rp1 Miliar © © MEN

Setelah informasi dari warga diperoleh, Suherman segera memerintahkan teknisi agar mematikan sementara layar tersebut.

" Sekitar pukul 19.00 tulisan tersebut sudah tidak ada setelah teknisi kita langsung bergerak. Tapi ini kejadian sangat memalukan karena ada kata-kata yang tidak senonohnya. Kejadian ini juga kan menjadi perbincangan di dunia maya," kata dia.

Atas kejadian tersebut, Suherman mengaku sudah melakukan pelaporan resmi kepada kepolisian.

" Kita berharap orang iseng ini bisa ditangkap. Saya juga begitu kejadian sudah melapor langsung kepada Pak Bupati," kata dia.

(Sah, Sumber: Merdeka.com/Mochammad Iqbal)

Beri Komentar
Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair