Kepala Tiang Tol Bogor Ambruk

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 10 Juli 2019 11:20
Kepala Tiang Tol Bogor Ambruk
Begini kronologinya.

Dream - Kepala tiang Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) di Jalan Soleh Iskandar, Tanah Sereal, Kota Bogor, ambruk pada Rabu dinihari, 10 Juli 2019.

Pimpinan Proyek Tol BORR Seksi III A, Iwan, mengatakan, kontruksi yang ambruk merupakan bekisting pierhead, bukan tiang pancang atau tiang penyangga.

" Kepala tiang, bukan girdernya," kata Iwan, kepada Liputan6.com.

Menurut keterangan saksi, peristiwa itu terjadi saat para pekerja sedang mengecor tiang pancang proyek Tol BORR sesi 3A. Tiang tersebut terdapat bracket tember yang fungsinya sebagai penyangga plat yang akan dicor.

Tetapi, saat pekerja memasukkan cor ke dalam kepala tiang pancang, tiang bracket terlepas dan jatuh. Kondisi ini menyebabkan seluruh material cor dan bracket tember jatuh.

Belum diketahui total korban akibat peristiwa ini.

Akibat kejadian ini kondisi arus jalan arah Parung dan Kota Bogor ditutup sementara. Imbas penutupan jalan ini membuat kondisi ruas Jalan Soleh Iskandar macet total.

Sumber: Liputan6.com/Achmad Sudarno

1 dari 5 halaman

Bangunan Dekat Stasiun LRT Ambruk, Pasutri Tewas Berpelukan

Dream - Sebuah insiden memilukan menimpa para korban runtuhnya konstruksi bangunan dekat Stasiun LRT Terminal Putra, Gombak, yang terletak di Jalan Taman Melati, Selangor, Malaysia.

Dalam kejadian itu, tiga pekerja konstruksi dinyatakan selamat dari reruntuhan. Namun, petugas penyelamatan juga menemukan dua jenazah warga Indonesia.

Sebelumnya, dua jenazah yang belum diketahui identitasnya itu dinyatakan hilang setelah kejadian yang mengejutkan warga Malaysia ini.

Yang membuat sedih, dua jenazah tersebut ditemukan dalam kondisi saling berpelukan. Rupanya mereka adalah pasangan suami istri.

Hingga saat ini petugas penyelamatan masih terus bekerja untuk mencari korban yang diduga masih banyak yang terjebak di bawah reruntuhan.

2 dari 5 halaman

Luka Parah

Selain dua korban meninggal dari Indonesia, ada salah satu korban luka parah yang dialami warga lokal.

Kondisinya sungguh mengenaskan. Karena terjepit reruntuhan, tangan korban harus diamputasi demi menyelamatkan nyawanya. 

Saat ini, korban sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Kuala Lumpur untuk mendapatkan perawatan yang layak.

3 dari 5 halaman

Penyebab Reruntuhan

Direktur Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kuala Lumpur Nordin Pauzi menjelaskan penyebab reruntuhan tersebut.

Menurut, Pauzi insiden ini terjadi akibat lemahnya struktur bangunan yang ada di area konstruksi tersebut.

Dilaporkan juga bahwa polisi masih mencari korban yang diyakini masih hilang di bawah reruntuhan.

(ism, Sumber: Siakapkeli.my)

4 dari 5 halaman

KRL Jatinegara-Bogor Anjlok, Kereta Ujung Ambruk dan Tutup Lintasan

Dream - Kereta Rel Listrik (KRL) nomor 1722 rute Jatinegara-Bogor mengalami anjlok di Kebon Pedes, Bogor, pada Minggu, 10 Maret 2019 sekitar pukul 10.00 WIB.

" KA 1722 (Jatinegara-Bogor) mengalami kendala tertimpa tiang Listrik Aliran Atas (LAA). Saat ini masih dalam proses evakuasi unit terkait," tulis akun Twitter resmi @CommuterLine.

Informasi awal yang diperoleh Dream, saat ini kondisi kereta mati. Sejumlah penumpang tampak menjalani evakuasi keluar rangkaian kereta.

Sementara itu petugas pelayanan kereta (PPK) tidak meninggalkan kabin karena tidak bisa berkoodinasi dengan masinis.

Corporate Communication Manager PT KA, Eva Chairunisa, masih menunggu informasi mengenai detail peristiwa tersebut.

" Baik ditunggu," kata Eva, dalam pesan singkat kepada Dream.

Kondisi kereta yang keluar lintasan itu pertama viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Twitter @Harsaputra4.

Dari video yang dia bagikan, tampak sejumlah penumpang berjalan menunduk menghindari kabel yang nyaris jatuh.

Sementara itu kondisi gerbong pertama tampak ambruk dan menutupi rel dari arah sebaliknya. Salah satu tiang penyangga kabel listrik tegangan tinggi patah dan menimpa rangkaian KRL.

5 dari 5 halaman

Berjubel Naik KRL ke Bogor, Jokowi: Goyang Satu Centi Saja Tidak Bisa

Dream - Presiden Joko Widodo mengungkapkan alasannya menumpangi kereta rel listrik (KRL) ke  Bogor untuk mengecek kebenaran informasi tentang kepadatan penumpang kereta lintas Bogor-Jakarta itu.

Jokowi diketahui menumpang kereta dari Stasiun Tanjung Barat ke Bogor, Rabu, 6 Maret 2019. Seperti diketahui, tiap akhir pekan Jokowi biasanya menghabiskan waktu di Istana Bogor. 

" Kita betul-betul merasakan betul kondisi sebenarnya. Mau bergerak saja tidak bisa terutama yang dari Jakarta ke Depok itu mau bergerak saja tidak bisa," ujar Jokowi, dilaporkan Liputan6.com, Jumat, 8 Maret 2019.

Jokowi mengatakan takjub saat menaiki kereta pada jam sibuk. Dia bahkan harus berdiri hingga stasiun tujuannya.

" Ya tadi pas jam-jam seperti itu, coba mau goyang satu senti saja tidak bisa. Kita bisa agak longgar itu pun masih berdiri setelah dari (stasiun) Depok menuju Bogor yang turun sudah agak banyak," kata dia.

 

Sudah lama saya mendengar keluhan soal penuh sesaknya kereta komuter KRL pada jam-jam sibuk pulang kantor di Jakarta dan sekitarnya. Itulah yang membawa saya Rabu sore lalu, ikut berjejalan dalam kereta komuter KRL Jakarta-Bogor bersama orang-orang pulang kerja. Dan benar. Di gerbong delapan KRL yang penuh penumpang itu, selama perjalanan beberapa kali saya mendengar usulan: “ Tambah gerbong, Pak.” Atau, “ tambah kereta, Pak.” Dan aneka masukan spontan. Datang dan ikut berbaur dengan para komuter itu, saya jadi tahu persoalan di lapangan. Suara-suara warga yang saya temui terdengar hangat, akrab, tulus dan apa adanya. Terima kasih kepada warga yang berkenan menemani saya berbincang di perjalanan, yang berswafoto dan tentu saja kepada yang telah mengambil foto ini. Saya minta izin untuk menayangkannya di sini.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on 

Dari hasil blusukannya, Jokowi mengaku mendapat banyak masukan dari penumpang. Mulai dari penambahan gerbong hingga penambahan kereta.

Terkait permintaan yang disampaikan lewat langsung tersebut Jokowi akan mempertimbangkan keinginan penumpang kereta itu. Sebab, kata dia, penambahan kereta akan banyak menutup persimpangan yang berdampak pada kemacetan.

" Oleh sebab itu pekerjaan besar di Jakarta saya adalah elevated (layang), kereta yang elevated. Itu saja memang biaya besar tapi tidak ada jalan lain selain itu," ujar dia.

Di akun Instagram pribadinya, Jokowi menuliskan ucapan terima kasih warga yang menyuarakan aspirasi dan menemaninya berbincang selama perjalanan.

" Terima kasih kepada warga yang berkenan menemani saya berbincang di perjalanan, yang berswafoto dan tentu saja kepada yang telah mengambil foto ini. Saya minta izin untuk menayangkannya di sini," kata dia.(Sah)

[crosslink_1]

Beri Komentar
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak