Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Lion Air (Foto: Shutterstock)
Dream - Seorang driver ojek online (ojol) mengaku menyaksikan detik-detik pesawat Lion Air Penerbangan JT610 mengeluarkan asap hitam, sebelum akhirnya jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Senin 29 Oktober 2018.
Dilansir Merdeka.com, Anastasia Lorinda Dorkas Mengko yang akrab disapa Tasya mengaku melihat kejadian itu dari kediamannya di kawasan Karawaci, Tangerang.
Tasya mengatakan, kondisi pesawat terlihat berlubang di sebelah kanan dan berasap tepat di dekat roda.
Awalnya, anak Tasya yang berada di luar rumah melihat pesawat berlogo Lion Air tersebut, dan langsung melapor kepadanya saat akan berangkat kerja.

©2018 Merdeka.com/genantan
Dia penasaran dan menyaksikan bahwa pesawat terbang dengan posisi miring ke kiri.
" Jadi saya keluar, saya lihat sendiri itu posisi pesawat miring ke kiri, yakin sekali karena di sini ada tulisan Lion, itu terbang ke atas dengan kepala menukik ke atas," kata Tasya yang sengaja datang ke posko JICT II, untuk melaporkan kesaksiannya ke KNKT, Kamis 1 November 2018.
Menurut Tasya, setelah pesawat itu lewat, dia lihat bodi di antara roda sebelah kanan mengeluarkan asap. Tidak ada roda keluar melainkan ada lubangnya.
Dia menyaksikan pesawat itu pukul 6.25 WIB pagi. Dia mengaku juga mendengar suara pesawat itu tidak bising, namun agak sedikit cempreng.
" Saya yakin 100 persen (melihat)," tambahnya.
Tasya pikir setelah pesawat itu lewat akan terbang normal kembali. Dia pun melanjutkan aktivitasnya seperti biasa.
" Saya enggak tahu ada kecelakaan atau apa. Pas saya pulang sekitar setengah 12, saya nyalakan TV saya lihat ini pesawat yang saya lihat tadi," katanya.
" Saya sebagai manusia biasa saya diam saja saya ikhlas. Tapi sampai kemarin saya seakan akan enggak bisa tidur, saya merasa bersalah coba lihat bisa ngomong bisa apa seperti itu," sambung Tasya.
Tasya mengatakan, pesawat tersebut keluar dari jalur yang semestinya dilewati. Sebab menurutnya, jalur lintas pesawat yang dia cermati di televisi tidak lewat atas rumahnya.
" Kebetulan saya juga mengerti radar GPS itu, karena suami saya pelaut. Kalau saya lihat itu lokasi rumah saya dengan radar itu beda. Titik saya di sini, itu tidak lewat lintasan pesawat," terangnya.
Dia pun mempersilakan pihak berwenang ke rumahnya untuk melihat posisi dia saat melihat pesawat Lion Air JT610 mengeluarkan asap hitam.
" Bisa lihat posisinya sesuai atau tidak. Karena kalau dilihat di zoom itu tidak lewat rumah saya," tambah dia.
Cerita Tasya di posko Basarnas ini disaksikan langsung oleh dua penyelidik Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Mardjono dan Sigit.
Di kesempatan sama, Mardjono mengatakan, rumah Anastasia berada di sisi barat daya Cengkareng. Tim pun harus memastikan ke rumahnya supaya informasinya akurat dan kesaksiannya tak asal ditindaklanjuti.
" Buat aktualnya mungkin harus ke daerah rumah itu," kata Sigit langsung menimpali.
(ism, Sumber: Merdeka.com)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya