Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Basarnas)
Dream - Pengalaman buruk dari kejadian jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di perairan Karawang, Jawa Barat tak hanya membuat keluarga atau kerabat shock. Para tim pencari korban pesawat juga diajarkan teknik relaksasi untuk mengobati trauma dari musibah tersebut.
Anggota tim psikolog Polri, AKP Angela Yohana menjelaskan, posko pendampingan psikologis untuk keluarga korban saat ini terletak di Lantai 1 Gedung Promoter, RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.
Tim ini menempatkan keluarga korban di aula berpendingin ruangan disertai fasilitas berupa kursi dan televisi dengan penjagaan dari pihak keamanan rumah sakit.
Menurut Angela, para keluarga korban diberikan pendampingan psikologis oleh tim RS Polri yang menerjunkan sebanyak 20 psikolog.
" Ada 20 psikolog yang bantu dari Biro Psikologi Mabes Polri, Biro Psikologi Polda Metro Jaya, Himpsi (Himpunan Psikolog Imdonesia) RS Polri dan ada tambahan dari Psiko TNI Angkatan Udara," ujar Angela, Kamis, 1 November 2018.
Hingga hari ketiga paska kecelakaan, Angela mengungkapkan ada 53 keluarga korban yang ikut serta pendampingan. Kondisi psikologis yang dialami keluarga korban cukup beragam.
" Dari hanya merasa ingin curhat hingga pendampingan psikologis lebih lanjut," ujar dia.
Diantara keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610, terdapat juga para petugas yang ikut serta dalam proses pendampingan psikologis. Dia menyontohkan, ada anggota polisi dan karyawan Lion Air yang meminta pendampingan psikologis.
" Kita terbuka untuk itu, karena kita memahami kondisi psikologis dalam kondisi seperti ini," ujar dia.
Selain pendampingan, keluarga dan petugas yang membutuhkan bantuan psikologis juga diajari teknik relaksasi. Upaya ini diharapkan dapat membantu proses 'trauma healing' yang dialami keluarga korban.
" Kondisi penanganan bisa diberikan relaksasi dan sentuhan dan kita ajari agar bisa dipraktikkan di rumah dan hotel," kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya