PB NU Imbau ICMI Bebas dari Kepentingan Politik

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 15 Desember 2015 11:45
PB NU Imbau ICMI Bebas dari Kepentingan Politik
Bagi NU, organisasi ICMI merupakan kekuatan sosial dari masyarakat.

Dream - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PB NU) KH Said Aqil Siradj mengimbau ketua umum ICMI harus sanggup melepaskan organisasi para cendekia ini dari kepentingan politik. Sebab, ICMI merupakan kekuatan sosial masyarakat.

Dalam Gelaran Muktamar VI dan Milad ke-25 Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) yang diadakan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, telah berakhir pada Minggu, 13 Desember 2015. Jimly Asshiddiqie akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum ICMI periode 2015-2020.

" ICMI harus bebas dari segala kepentingan politik. Sebagai gerakan civil society, ICMI harus terjauh dari kepentingan politik," tegasnya kepada Dream di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Senin, 14 Desember 2015.

Dalam pidato perdananya, Jimly sendiri mengajak seluruh cendekiawan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat peradaban Islam dunia.

" Indonesia sebagai negara dengan berpenduduk muslim terbesar di dunia memiliki potensi besar menjadi pusat peradaban Islam di dunia. ICMI berperan besar untuk mewujudkannya," kata Jimly dikutip Dream dari laman resmi ICMI, Senin, 14 Desember 2015.

Terpilihnya Jimly sebagai Ketua Umum ICMI sendiri terpilih setelah melalui musyawarah mufakat tujuh orang formatur ICMI. Tujuh orang formatur tersebut yaitu Ilham Habibie, Jimly Asshiddiqie, Zulkifli Hasan, Priyo Budi Santoso, Muhammad Nuh, Herry Suhardiyanto dan Hatta Rajasa.

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna