Muhammad Ali Serang Kandidat Capres Anti-Islam AS

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 10 Desember 2015 10:43
Muhammad Ali Serang Kandidat Capres Anti-Islam AS
Donald Trump menyerukan pelarangan imigran muslim masuk tanah AS.

Dream - Kandidat calon presiden (Capres) Amerika Serikat anti-Islam, Donald Trump, mendapat serangan dari petinju muslim legendaris Muhammad Ali.

Ali bahkan mengajak kaum muslim untuk bergerak bersama mencegah orang-orang yang menggunakan isu Islam untuk agenda pribadinya.

" Semua muslim tahu, kekerasan yang dilakukan para jihadis bertentangan dengan prinsip agama kami," kata Ali dalam pernyataannya.

Menurut Ali, pemimpin politik di AS seharusnya menggunakan posisinya untuk memberikan pengertian tentang Islam yang benar. Serta mengklarifikasi jika aksi para teroris telah menodai pandangan masyarakat tentang Islam sebenarnya.

Dalam pernyataan pertamanya kepada NBC News, Ali memang tak secara langsung menyebut Donald Trump sebagai sasarannya. Namun ali menyebutkan kandidat Capres yang mengusulkan melarang imigran muslim masuk ke AS.

" Mereka telah menjauhkan masyarakat dari belajar mengenai agama Islam," tegas Ali.

Sebelumnya, kandidat calon presiden Partai Republik Donald Trump menyerukan pelarangan para muslim masuk ke Amerika Serikat (AS). Ide ini diungkapkan Trump saat menggelar kampanye pada Senin kemarin.

'Donald Trump menyerukan penghentian total terhadap muslim masuk ke AS, hingga perwakilan negara kita mengerti apa yang sedang terjadi," demikian bunyi rilis kampanye Trump.

Trump sebelumnya menyerukan pengawasan terhadapa masjid. Dia juga mengatakan akan membuka database seluruh muslim yang tinggal di AS, yang lantas menjadi kabar paling kontroversial.

Pesan ini muncul setelah insiden penembakan di San Bernardino, California, yang ditengarai dilakukan oleh pendukung ISIS, sehari setelah Presiden Barrack Obama meminta para warga untuk tidak saling serang.

Komentar Trump membuat persaingan antarcalon dari Partai Republik berjalan kacau. Hal itu memaksa para kandidat lain dari partai yang sama terlibat perdebatan apakah perlu diadakan tes agama untuk bisa masuk AS.

Kandidat calon presiden Partai Republik Donald Trump menyerukan pelarangan para muslim masuk ke Amerika Serikat (AS). Ide ini diungkapkan Trump saat menggelar kampanye pada Senin kemarin.

'Donald Trump menyerukan penghentian total terhadap muslim masuk ke AS, hingga perwakilan negara kita mengerti apa yang sedang terjadi," demikian bunyi rilis kampanye Trump.

Trump sebelumnya menyerukan pengawasan terhadapa masjid. Dia juga mengatakan akan membuka database seluruh muslim yang tinggal di AS, yang lantas menjadi kabar paling kontroversial.

Pesan ini muncul setelah insiden penembakan di San Bernardino, California, yang ditengarai dilakukan oleh pendukung ISIS, sehari setelah Presiden Barrack Obama meminta para warga untuk tidak saling serang.

Sayangnya, proposal Trump justru mendapat sambutan yang meriah dari para pendukungnya. Mereka lantas menyebar pernyataan ini di sejumlah media sosial. (Ism) 

 

Beri Komentar