Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo & Eks Menkes Terawan Agus Putranto (Foto: Liputan6.com)
Dream - Wabah Covid-19 genap sudah setahun menjangkiti Indonesia. Setahun yang lalu, tepat hari ini, Presiden Joko Widodo ditemani Terawan Agus Putranto--yang kala itu masih menjadi Menkes--mengumumkan dua warga negara Indonesia yang positif terjangkit virus corona SARS-CoV-2 setelah berkontak dengan warga Jepang yang sedang berkunjung ke Indoesia.
Sejak saat itu, infeksi kasus Covid-19 di Tanah Air terus menyebar dan meluas. Hingga 1 Maret 2021, tercatat jumlah kasus Covid-19 di Indonesia adalah 1.341.314 orang.
Apa saja yang telah dilakukan Indonesia untuk mengendalikan penularan virus corona SARS-CoV-2 selama setahun terakhir?
Berikut rangkuman kilas balik dari pengumuman kasus pertama hingga cara menyikapi.
Ditemani Terawan Agus Putranto yang saat itu masih menjabat sebagai Menkes, Presiden Joko Widodo pada Senin, 2 Maret 2020 pagi, mengumumkan kasus pertama Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta.
Jokowi menegaskan pemerintah sejak awal sudah serius dan sangat ketat mengikuti protokol kesehatan dari WHO yang berkaitan dengan corona dan bekerja sama dengan perwakilan WHO di Jakarta.
" Oleh sebab itu, begitu ada informasi bahwa orang Jepang yang ke indonesia, kemudian tinggal di Malaysia dan dicek di sana positif corona. Tim dari Indonesia langsung telusuri," kata Jokowi.
" Orang Jepang ke Indonesia bertamu ke siapa, bertemu siapa ditelusuri dan ketemu. Ternyata orang yang terkena virus corona berhubungan dengan dua orang. Ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun," imbuhnya.
" Cek tim kita ternyata posisi yang sakit. Dicek dan tadi pagi saya dapat laporan dari Pak Menkes bahwa Ibu ini dan putrinya positif corona."
Munculnya kasus pertama ditindaklanjuti pemerintah dengan membentuk Satuan Tugas Covid-19 yang menjadi badan resmi sekaligus satu-satunya sumber rujukan informasi bagi masyarakat. Hal ini untuk mencegah kesimpangsiuran informasi.
" Untuk menghindari kesimpangsiuran informasi, satgas Covid-19 menjadi satu-satunya rujukan informasi kepada masyarakat," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 16 Maret 2020.
Satgas dibentuk lewat Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 yang diteken Jokowi pada Jumat, 13 Maret 2020.
Tak lama setelah dibentuknya Satgas Covid-19, masyarakat di Tanah Air mulai diperkenalkan dengan protokol kesehatan 3M yaitu menjaga jarak, mencuci tangan, serta memakai masker.
Imbauan penggunaan masker sudah digaungkan ilmuwan seluruh dunia, tak lama setelah virus corona pertama kali dikonfirmasi di Wuhan, China.
Sebuah penelitian yang dilakukan selama wabah Covid-19 berlangsung menyimpulkan bahwa penggunaan masker jenis apa pun dapat mengurangi risiko penyakit infeksi pada pekerja dan perawat kesehatan sebesar 85 persen.
“ Pesan yang paling penting adalah risikonya rendah apabila mereka konsisten menggunakan masker jenis apa pun,” tutur Mark Loeb, Spesialis Penyakit Menular di McMaster University di Ontario, Kanada, seperti dilansir New York Times.
Selain memakai masker, protokol kesehatan yang wajib dilakukan adalah menjaga jarak 1-2 meter dan mencuci tangan. Satgas Covid-19 menyebutnya sebagai 3M.
Seiring perkembangan kasus yang terus bertambah, para ahli memodifikasi protokol kesehatan 3M dengan menambahkan 2 M terbaru yang kini dikenal sebagai 5M, yakni:
Berbeda dengan kebanyakan negara lainnya, Indonesia sejak awal tidak pernah memberlakukan penutupan total atau lockdown. Pemerintah lebih memilih melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), lalu diubah menjadi PPKM, dan kini beralih jadi PPKM skala mikro.
Menurut Jokowi, memilih PSBB ketimbang lockdown sudah diperhitungkan matang-matang menyesuaikan kondisi Indonesia.
" Jangan sampai yang terkena virus Covid-19 hanya satu orang dalam satu RT, yang di-lockdown seluruh kota. Jangan sampai yang kena virus misalnya satu kelurahan yang di-lockdown seluruh kota. Untuk apa?" ungkap Jokowi yang membandingkan dengan PPKM mikro, Kamis 11 Februari 2021.
Untuk menekan laju penularan Covid-19, pemerintah akhirnya memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berlaku sejak 11 Januari 2021. PPKM ini berlaku di Jawa dan Bali yang menjadi penyumbang terbanyak kasus positif corona di Indonesia.
Aturan PPKM ini memang tidak seketat saat PSBB Jakarta, namun berbagai pembatasan tetap berlaku, baik untuk bekerja, sekolah, jam buka pusat perbelanjaan dan restoran, hingga mobilitas warga yang mengenakan transportasi umum. PPKM kemudian diperpanjang lagi selama dua pekan hingga 8 Februari 2021.
Usai PPKM, pemerintah memutuskan mengubahnya jadi PPKM skala mikro yang mengatur pengendalian COVID-19 dilakukan di tingkat yang lebih kecil, yakni desa atau kelurahan.
Dalam pelaksanaannya, tiap desa dan kelurahan ini mesti membuat posko komando dan ikut membantu pelaksanaan 3T (testing, tracing, treatment).
PPKM mikro ini berlaku mulai 9-22 Februari, dan telah diperpanjang hingga 8 Maret 2021.

Bersamaan dengan pelaksanaan PPKM, pemerintah juga mulai melakukan vaksinasi corona di Indonesia. Tanggal 13 Januari 2021, menjadi momen awal vaksinasi dimulai, dengan Presiden Jokowi sebagai orang pertama di Indonesia yang disuntik vaksin corona Sinovac.
Kemudian diikuti kelompok tenaga kesehatan sebagai kelompok prioritas pertama. Dan kini vaksinasi corona sudah memasuki tahap II dengan menyasar kelompok petugas pelayanan publik dan lansia.
Sementara itu, mulai awal Februari 2021, tren kasus corona harian mulai menunjukkan perbaikan. Jika dari pertengahan hingga akhir Januari kasus masih cukup konsisten di atas 10 ribu kasus, perlahan angkanya mulai turun sampai sekarang jadi di bawah 10 ribu.
Penurunan signifikan turut terjadi kasus aktif corona secara nasional, dari angka 171 ribu hingga 157 ribu.
" Sebelumnya 171 ribu turun sampai ke angka 157 ribu. Jadi ada penurunan 14 ribuan kasus aktif yang bisa kita lihat progresnya dan persentasenya juga yang awalnya bahkan sebelum PPKM 14 persen sekarang ke angka 12,19%," jelas Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah.
Hari ini tepat setahun 'merayakan' pandemi Covid-19. Berbagai penanganan corona masih terus dilakukan pemerintah demi bisa memutus mata rantai penularan.
Di sisi lain, Doni Monardo memiliki target pandemi corona di Indonesia dapat terkendali pada 17 Agustus 2021, atau saat hari Kemerdekaan RI.
" Target kita adalah pada perayaan 17 Agustus yang akan datang, maka kita betul-betul harus bebas dari Covid. Artinya, dalam posisi yang dapat dikendalikan," ucap Doni, Senin, 15 Februari 2021.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya