7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Covid-19 (Foto: Shutterstock)
Dream - Penelitian terbaru menunjukan 90 persen dari 100 imunologis, peneliti penyakit menular serta ahli virus (virologis), meyakini SARS-COV-2 akan menjadi endemik atau penyakit yang menetap 'permanen' di suatu wilayah.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada Februari 2021, Covid-19 disebut berpotensi menjadi penyakit 'normal' dalam kehidupan manusia sehari-hari hingga beberapa tahun ke depan.
Profesor La Jolla Institute for Immunology, Erica Ollman Saphire mengatakan, Covid-19 akan menjadi bagian dari kehidupan manusia.
" Jika Covid menjadi endemik, orang akan hidup lebih baik secara keseluruhan dan tidak sakit karena virus," ujar Saphire dikutip dari laman CNBC, Selasa 2 Maret 2021.
Perubahan Covid-19 menjadi endemik bakal memberikan pengaruh signifikan. Kata Saphire, Covid-19 bisa menjadi virus yang tetap ada dan protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan menggunakan masker akan menjadi budaya baru dalam mencegah penularan virus tersebut.
Penyebaran Covid-19 yang berkelanjutan kemungkinan tidak akan memberikan efek parah. Tubuh akan mengembangkan respons imun yang lebih kuat dengan setiap infeksi berikutnya. Tentunya dengan gencar melakukan vaksinasi.
Pada akhirnya, cukup banyak dari kita yang akan divaksinasi atau bertahan, sehingga bakal ada kekebalan kelompok yang akan memperlambat penyebaran.
Namun yang dikhawatirkan, sambung Saphire, jenis virus Covid-19 terus bermutasi sehingga vaksin harus terus-menerus diperbaharui.
Sementara itu, Dr. Scott Gottlieb, mantan komisaris Food and Drug Administration (FDA) berpendapat, ketika orang-orang terus mendapatkan vaksinasi, tingkat infeksi akan turun secara dramatis selama musim semi dan musim panas.
Menurutnya jika Covid-19 terus menyebar, kemungkinan tidak akan separah sebelum adanya vaksinasi.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?