Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Kisah Zuly Sanguino Menjadi Inspirasi Bagi Dunia (Disability Online)
Dream - Zuly Sanguino adalah seniman muda berbakat sekaligus seorang motivator. Gadis Kolombia berusia 24 tahun ini pandai melukis sehingga karyanya telah dipamerkan di berbagai acara.
Dia juga memberikan beberapa kuliah motivasi di perusahaan, sekolah bahkan penjara. Zuly adalah seorang wanita yang luar biasa, terutama karena dia berhasil mencapai begitu banyak prestasi dengan keadaan fisik yang tidak sempurna.
Lahir dengan phocomelia, gangguan bawaan yang mempengaruhi keempat anggota tubuhnya, Zuly ditakdirkan hidup cacat. Para dokter telah memberitahu ibunya, Guillermina, bahwa Zuly akan terus berbaring sepanjang waktu selama sisa hidupnya.
Terlepas dari kemiskinan mereka dan kondisi hidup yang menyedihkan, Guillermina tidak akan menyerah pada nasib putrinya. Dia mengajar Zuly muda untuk duduk dan kemudian berjalan sendiri tanpa bantuan.
Seiring dengan kemajuan yang dicapai Zuly kecil, keluarga Sanguino punya masalah lain yakni sifat kasar sang ayah. Dia sering memukuli dan mencaci maki ibu dan saudara Zuly. Namun, peristiwa berikutnya sungguh membuat Zuly tenggelam dalam depresi bertahun-tahun, yaitu saat ayahnya bunuh diri.
Butuh waktu lumayan lama bagi Zuly untuk bangkit dari depresi. Selama itu, Guillermina selalu memberi Zuly dukungan. Ia membantu Zuly dengan mendidik putrinya di rumah. Dia mengajar Zuly menulis dan melukis menggunakan mulutnya. Satu-satunya keinginan Guillermina adalah untuk membantu putrinya itu menemukan tujuan hidupnya.
Secara bertahap, Zuly mulai pintar dalam hal melukis. Dan pada usia 15 tahun, ia baru menyadari bahwa hidupnya benar-benar berharga. Hingga akhirnya Zuly mampu menjalani hidup normal seperti gadis seusianya. Dia bisa berpakaian sendiri, memakai make up, mengepel lantai dan tentu saja, melukis.
Tapi yang paling menonjol dari Zuly adalah kemampuannya dalam melukis. Meski metodenya terlihat tidak normal, tapi hasil karyanya bisa dibilang setara dengan seniman profesional lainnya. Lukisannya sebagian besar terpusat pada tema-tema yang dia benar-benar sukai, misalnya alam dan lingkungan.
Kisah sukses Zuly telah menjadi inspirasi bagi dunia, terutama kepada orang-orang muda yang berjuang untuk mengatasi depresi. Kisah dan karyanya mendapat perhatian di seluruh dunia melalui media sosial dan dia diundang ke Amerika Serikat untuk memperluas kariernya sebagai seorang seniman dan motivator.
(Sumber: Disability Online)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan