Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Mayjen TNI (Purn) Widodo Iryansyah (Instagram @tni_angkatan_darat)
Dream - Widodo Iryansyah. Dia adalah purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Selama 33 tahun masa hidupnya dia habiskan mengabdi di kesatuan TNI Angkatan Darat.
Berbagai tugas telah dia emban, termasuk berkelana di medan-medan konflik. Namun sayangnya, dia mengaku tidak pernah mendapat jabatan yang mentereng di tubuh militer. Dia mengaku sedih, kala itu.
Padahal, sebagai prajurit, dia merasa tidak pernah berkasus. Pria yang pensiun dengan pangkat Mayor Jenderal (Mayjen) TNI itu tidak sekalipun membikin ulah.
Ingin tahu seperti apa cerita Mayjen TNI (Purn) Widodo Iryansyah? Berikut ulasannya.
Widodo Iryansyah mengakhiri masa pengabdian di TNI AD sebagai Panglima Kodam V Brawijaya itu sempat ditugaskan pada wilayah-wilayah konflik, seperti Papua, Aceh, dan Ambon di Maluku.
" Kebetulan saya mempunyai wilayah operasi dari Pulau Buru hingga di bawahnya kota Fakfak Papua, ada 52 pos. Jadi saya masuk kantor hanya satu minggu saja, yang tiga minggu ke daerah untuk mengecek pos-pos ini," kata Widodo seperti terlihat dalam unggahan akun Instagram @tni_angkatan_darat.
Widodo sempat merasakan kesedihan ketika tak mendapatkan jabatan. Padahal selama mengabdi selalu mendapat tugas berat di wilayah-wilayah konflik.
" Orang tidak bisa memprediksi nasibnya mau jadi apa berikutnya. Saya habis jadi Kasdam selama 1,5 tahun tidak punya jabatan, Perwira Tinggi Khusus," kata dia.
" Sedih saya waktu itu, dan rata-rata orang yang tidak punya jabatan itu mesti kasus, saya kasus tidak," imbuh Widodo.
Meski demikian, Widodo tidak lupa selalu bersyukur. Dia begitu mensyukuri apapun yang diterima. Widodo pun juga memetik hikmah karena memiliki kesempatan berkumpul bersama keluarga selama sepuluh bulan.
Sebelum menjadi Perwira Tinggi Khusus (Patisus), Widodo memang tidak punya waktu untuk berkumpul dengan anak-anak dan keluarganya.
Widodo juga berpesan kepada para generasi penerus TNI AD. Dia mengatakan, prajurit harus memiliki pikiran positif serta inovatif guna memecahkan suatu masalah.
" Kita harus pandai-pandai membaca situasi," kata dia.
" Harus pandai menyesuaikan diri dengan lingkungan, yang penting tulus, menjadi seorang pemimpin, tulus dan jujur, aman kalau sudah seperti itu," imbuh Widodo.
Sumber: Merdeka.com
View this post on Instagram
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya