Bukan Mau Picu Ketakutan, Kemenag: Naskah Khutbah Jumat Perkaya Khazanah Khatib

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 27 November 2020 06:01
Bukan Mau Picu Ketakutan, Kemenag: Naskah Khutbah Jumat Perkaya Khazanah Khatib
Penyusunan naskah khutbah ini bukan karena pemerintah paranoid pada ulama.

Dream - Kementerian Agama berencana menyiapkan naskah khutbah Jumat alternatif yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Naskah ini diharapkan dapat memperkaya khazanah khususnya bagi para khatib.

" Penyusunan naskah khutbah Jumat semata-mata dengan tujuan memperkaya khazanah bagi para Khatib, bukan menunjukkan ketakutan berlebihan atau paranoid, apalagi dianggap sebagai bentuk ketidakpercayaan kepada para ulama, kiai atau habaib," ujar Staf Ahli Menteri Agama, Kevin Haikal, melalui keterangan tertulis.

Kevin mengatakan penyusunan naskah khutbah Jumat ini melibatkan para ulama, kiai, habaib, serta akademisi. Diharapkan naskah tersebut dapat menjadi referensi tambahan untuk para khatib.

Penggunaan naskah khutbah ini, kata Kevin, sifatnya alternatif. Tidak ada keharusan para khatib menggunakannya dalam khotbah Jumat.

Berbeda dengan sejumlah negara lain seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Dua negara tersebut mengatur secara ketat materi ceramah serta khutbah Jumat dan harus menggunakan naskah yang disusun pemerintah.

" Naskah-naskah yang disiapkan Kemenag bukan sesuatu yang mengikat atau wajib dibaca khatib saat khutbah seperti di negara-negara tadi," kata dia.

1 dari 3 halaman

Ruang Ekspresi Khatib Tidak Dibatasi

Menag Fachrul Razi, terang Kevin, tidak ingin menerapkan hal seperti itu di Indonesia. Ruang ekspresi para khatib di atas mimbar tidak dibatasi.

" Kemenag menyiapkan naskas khutbah sebagai opsi jika dibutuhkan, sekaligus guna memperkaa khazanah ke-Islaman, utamanya yang berkenaan dengan tema-tema terkait dinamika keberagamaan, sosial, dan persoalan ekonomi umat masa kini," ucap Kevin.

Materi khutbah disiapkan melalui tahapan kajian yang panjang melibatkan ulama, pakar, praktisi, serta akademisi. Selain merespon perkembangan zaman, materi khutbah juga mengandung pesan wasathiyah atau moderasi beragama.

" Jadi penilaian bahwa pemerintah paranoid apalagi tidak percaya kepada para ulama jelas tidak berdasar dan mengada-ada. Ini perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan kegaduhan di masyarakat, jangan sampai disalahtafsirkan,” kata Kevin

2 dari 3 halaman

Kemenag Siapkan Naskah Khutbah Jumat Alternatif, Libatkan Ulama dan Akademisi

Dream - Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan naskah untuk alternatif khutbah Jumat yang bisa digunakan masyarakat. Naskah tersebut disusun menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

" Naskah yang disusun bisa dijadikan alternatif. Tidak ada kewajiban setiap masjid dan penceramah untuk menggunakan naskah khutbah Jumat yang diterbitkan Kemenag," ujar Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, melalui keterangan tertulis.

Kamaruddin mengatakan penyusunan naskah khutbah Jumat ini sejalan dengan kebijakan Kemenag untuk menyediakan literasi digital yang mendukung peningkatan kompetensi penceramah agama. Naskah disusun dengan melibatkan ulama dan akademisi agar berkualitas.

Ada sejumlah tema dalam naskah tersebut. Mulai dari akhlak, pendidikan, globalisasi, zakat, wakaf, ekonomi syariah, dan masalah generasi milenial.

 

3 dari 3 halaman

Kualitas Terjamin

Kamaruddin yakin kualitas naskah yang disusun Kemenag terjaga. Masyarakat dapat menggunakan naskah tersebut di setiap masjid.

" Meski bukan keharusan, kalau naskah Kemenag bermutu, baik dari sisi pesan maupun redaksi, pasti akan digunakan oleh masyarakat dan masjid-masjid di Indonesia," ucap Kamaruddin.

Lebih lanjut, Kamaruddin menilai khutbah Jumat harus menjadi instrumen untuk memberikan informasi konstruktif kepada masyarakat. Sehingga sudah seharusnya Kemenag memfasilitasi keberadaan naskah yang sesuai dengan perkembangan zaman di masyarakat.

" Jadi, khutbah Jumat juga perlu membahas masalah kekinian berikut solusinya. Itu menjadi salah satu fokus dalam penyusunan naskah khutbah ini," kata dia.

Beri Komentar