Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Serda Dodi Wardiono (Foto: Instagram @TNI_angkatan_darat)
Dream - Menjadi seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) merupakan cita-cita sebagian anak muda Indonesia. Tak penting berlatar belakang apa pun, jika memiliki niat sungguh-sungguh segala hal akan terjadi. Seperti kisah Serda Dodi.
Dalam unggahan akun Instagram @tni_angkatan_darat, Serda Dodi Wardiono membagikan kisah keberhasilannya menjadi seorang prajurit TNI Angkatan Darat. Meski dirinya mengaku tak mudah, namun keberuntungan berada di pihaknya.
" Setiap ada pembukaan saya daftar, sampai tujuh kali totalnya saya daftar," kata Dodi.

Ayah Dodi, Jaminto, merupakan warga asli Wonogiri yang nekat mengadu nasib ke pulau Kalimantan. Ia bersama keluarganya mencari penghidupan dengan berjualan bakso selama 12 tahun.
Jamianto menuturkan, sang putra memang memiliki asa sedari kecil untuk menjadi seorang prajurit yang gagah dan berani. Namun, asa itu sempat pupus lantaran Jamianto mendengar kasak-kusuk jika seleksi TNI bakal merogoh kocek mahal.
" Dari umur 7 tahun lah anak saya kepengen jadi tentara. Aku dengar, tentara itu butuh biaya besar. Sampai butuh biaya itu saya kan ndak mampu bayar," terang sang ayah.
Mendengar pernyataan sang Ayah, Serda Dodi kala itu mau membuktikan bahwa yang dikatakan tidaklah benar. Ia kemudian berlatih dan mempersiapkan diri untuk mengikuti tes TNI.
" Persiapannya itu ya lari pagi siang, dua kali pokoknya sehari itu," ujarnya.

Cita-citanya sebagai seorang prajurit semata-mata merupakan salah satu solusi yang dipikirkan Serda Dodi untuk keluar dari rantai kemiskinan. Ia mengaku, semua hal itu dilakukannya untuk mengangkat taraf hidup dan kesejahteraan kedua orangtua.
" Pengen saja. Orangtua soalnya rata-rata kan, cari pekerjaan susah, ya sudah. Dari situ saya niatkan, jadi TNI Angkatan Darat kan bisa meningkatkan taraf hidup orangtua lah," katanya.

Semua harapan Serda Dodi pernah terpatahkan lantaran dirinya sempat ditolak sebagai abdi negara sebanyak enam kali. Namun kegagalannya tak serta merta membuatnya terpuruk, malahan membuatnya semakin semangat dan akhirnya ia mampu mewujudkan cita-citanya.
Serda Dodi merupakan seorang prajurit TNI AD yang lulus pada tahun 2016. Kala itu, ia langsung bertugas di Dinas Penerangan TNI AD (Dispenad).
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam