Nadhira Afifa, Hijaber Indonesia Didaulat Pidato di Wisuda Harvard University

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Sabtu, 6 Juni 2020 14:53
Nadhira Afifa, Hijaber Indonesia Didaulat Pidato di Wisuda Harvard University
Ia sempat menjalani hari-hari perkuliahan yang kelam.

Dream - Nadhira Nuraini Afifa, hijaber asal Indonesia terpilih menjadi mahasiswa yang didaulat memberikan pidato mewakili rekannya sesama wisudawan di acara wisuda online Harvard 2020 pada 28 Mei 2020.

Nadhira telah menjalani rangkaian seleksi hingga dipercaya mewakili angkatannya untuk menjadi pembicara di acara tersebut.

Pidato Nadhira diabadikan lewat video yang diunggah di channel YouTube Harvard T.H. Chan School of Public Health.

" Selamat sore semuanya. Salam untuk Dekan Williams, staf pengajar, staf dan alumni serta kepada lulusan 2020, selamat!" ujar Nadhira membuka pidatonya.

Nadhira telah menempuh pendidikan S2 di Department of Global Health and Population yang berfokus pada topik nutrisi dan kesehatan masyarakat.

 Nadhira Nuraini Afifah© Foto: Instagram @nadhiraafifa

Foto: Instagram @nadhiraafifa

Bagi Nadhira, studi tersebut memberinya hak istimewa untuk menyelamatkan kehidupan orang lain. Ia juga bersyukur dengan adanya kerjasama dari berbagai pihak untuk mengatasi pandemi Covid-19.

" Pada masa krisis ini kita menyadari bahwa tidak peduli betapa istimewanya kita atau dari mana pun kita berasal, kita dihadapkan pada risiko yang sama. Hanya dengan saling membantu kita akan bertahan," ujarnya.

1 dari 2 halaman

Sempat Takut Islamofobia Karena Berhijab

Nadhira kemudian mengenang saat pertamakali menginjakkan kaki di kampus bergengsi yang terletak di Boton, Amerika Serikat itu. Ia mengaku sempat merasa takut pada segalanya.

" Saya makan siang di kamar mandi dengan kaki di dudukan toilet, jadi tidak ada yang tahu bahwa saya ada di sana. aya sangat gugup karena harus melakukan obrolan ringan," ungkap Nadhira.

 Nadhira Nuraini Afifah© Foto: Instagram @nadhiraafifa

Foto: Instagram @nadhiraafifa

Dara asal Sumatera itu juga takut terlihat 'berbeda' lantaran tampil mengenakan hijab.

" Bahkan dengan hanya mengenakan jilbab saya sudah membuat identitas saya jelas tanpa perlu memberi tahu siapa pun apa yang saya percayai. Saya telah melihat banyak berita tentang Islamofobia dan itu membuat saya khawatir," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Kejadian Tak Terduga

Namun segalanya berubah ketika memasuki minggu ke-2 perkuliahan. Ia mulai merasa nyaman dengan lingkungan Harvard, termasuk untuk urusan beribadah.

Nadhira yang semula sholat diam-diam di bawah tangga darurat mendapat bantuan dari temannya yang menunjukkan lokasi mushola.

" Yang membuatnya lebih istimewa, adalah teman Yahudi saya yang menunjukkan ruangan itu kepada saya karena dia melihat saya sembahyang di bawah tangga darurat," imbuhnya.

 

Beri Komentar