Inspiratif (4): Kisah Peng Shuilin, Pebisnis Bertubuh Separuh

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 13 Oktober 2014 18:20
Inspiratif (4): Kisah Peng Shuilin, Pebisnis Bertubuh Separuh
Hidupnya selalu ceria. Bahkan dia membangun bisnis dengan nama yang 'mengolok-olok' dirinya sendiri : Toko Separuh Harga dari Pria Bertubuh Separuh.

Dream – Shenzen, menjelang tengah malam. Jalanan di kota bagian selatan negeri Tiongkok itu tak terlalu ramai. Malam itu Peng Shuilin, 37 tahun, pebisnis lokal memacu kendaraannya menuju rumah.

Jarum di speedometer menunjuk ke angka 90 kilometer per jam. Penat di tubuh Shuilin rasanya ingin segera diguyur air hangat di rumah.

Lamunannya seketika buyar, ketika matanya diserbu sorot lampu dari arah berlawanan. Shuilin tak sempat menghindar, dan…" Braaakk!"

Truk itu menghantam mobil Shuilin. Pengendara lain buru-buru menginjak rem. Mereka berhamburan keluar. Pemandangan ngeri terhampar di hadapan mereka. Truk yang nyelonong keluar jalur, melumat sedan Shuilin hingga remuk.

Semua mata yang ada di lokasi yakin pengemudi sedan, Shuilin, pasti tewas seketika. Tetapi ambulans yang datang segera, membawa pria itu ke rumah sakit Bujie di Shenzen.

Takdir berkata lain. Nyawa Shuilin masih bisa diselamatkan. Meski kondisinya teramat kritis. Bagian pinggang hingga kaki, hancur. Tim dokter hanya punya dua pilihan. Bagian bawah tubuh Shuilin --pinggang hingga kaki-- harus dibuang, atau pria itu meninggal.

Operasi amputasi jadi pilihan terbaik, meskipun ia akan cacat untuk selamanya. Sedikitnya 20 dokter spesialis berjuang keras membenahi pula jaringan tubuh dan organ-organ dalam tubuh Peng yang tersisa.

Supaya bagian perutnya tak menganga akibat amputasi, dokter mengambil kulit dari kepala Peng untuk menutupnya.

Sukses besar, operasi itu berhasil. Shuilin bisa bertahan hidup. Untuk sebagian orang mungkin ini justru awal penderitaaan baru. Bayangkan saja, dia harus menjalani hidup hanya dengan bagian perut keatas. Hari-hari pun harus dilalui di tempat tidur.

Shuilin pun harus hidup dengan tubuh separuh!

 Inspiratif (4): Kisah Peng Shuilin, Pebisnis Bertubuh Separuh

Kecelakaan maut yang menimpa Peng Shuilin itu terjadi pada 1995. Bagi kebanyakan orang, peristiwa serupa akan menghancurkan semangat hidupnya.

Namun tidak bagi Shuilin. Sejak muda, dia dikenal sebagai pribadi yang ceria. Dia selalu mengubar senyum dan riang.

Pribadi Shuilin tidak berubah, meski tubuhnya tinggal separuh. Selama proses penyembuhan, dia tetap ceria dan semangat hidup tetap membara.

Sampai-sampai dokter fisioterapi dibuat tak percaya. " Dia satu-satunya pria yang bisa bertahan dengan keadaan separuh tubuh yang telah diamputasi," puji Lin Liu, Wakil Direktur Rumah Sakit Bujie.

Menurut Liu, Shuilin sangat sehat dibanding pria-pria seumurannya. Sehingga rumah sakit hanya mengharuskannya melakukan check up.

Dokter meyakini, satu-satunya rahasia yang bisa menyembuhkan Shuilin adalah sifat riang gembira yang selalu menemani hari-harinya. " Tak ada hal apapun yang bisa mengecilkan hatinya," kata Liu.

 Inspiratif (4): Kisah Peng Shuilin, Pebisnis Bertubuh Separuh

Peng Shuilin harus menjalani perawatan khusus selama 12 tahun. Dokter akhirnya menyatakan organ tubuh Peng sudah cukup kuat. Mereka sarankan Shiulin mengikuti program terapi.

Dengan tinggi tubuh yang kini tersisa 77,5 cm, saban hari ia rajin melatih otot-otot tubuh bagian atas untuk melakukan aktivitas ringan, seperti membasuh muka dan menggosok gigi.

Shiulin terus berupaya mencari cara agar bisa kembali pulih. Berjalan layaknya orang normal.

Keinginan itu akhirnya terwujud. Pada 2008, dokter-dokter di Pusat Riset dan Rehabilitasi Beijing, China, berikan ia kado istimewa.

Mereka membuatkan wadah prostetik —cangkang telur seperti casing canggih-- yang dipasang di tubuh bagian bawah Shuilin. Alat itu kemudian dihubungkan dengan dua kaki bionik untuk membantunya berjalan.

" Oh begitu senangnya 'berjalan' lagi setelah sepuluh tahun lebih dengan tubuh setengah," kata Peng saat mencoba berjalan di koridor Beijing Pusat Rehabilitasi.

Setelah mendapatkan kembali sisa 'tubuhnya yang hilang', Shiulin memulai lagi kesibukannya sebagai pebisnis.

Bahkan dengan gaya selera humor yang tinggi, dia mengambil manfaat dari kecelakaan tragis itu. Shiulin memulai membuka toserba dengan nama : Half Man Half Price Store atau Toko Pria Separuh Badan dengan Harga Separuh.

Selain sebagai pebisnis, keseharian Shiulin juga memberikan motivasi kepada orang-orang lain yang mengalami amputasi. Dia sering diundang menjadi pembicara dan memberikan semangat pada pasien-pasien yang kehilangan anggota tubuhnya.

Shuilin seolah dihadirkan diantara kita sebagai wujud hidup dari semangat yang tinggi dan pantang menyerah. Seakan…tiada guna kita mengeluh atas hal sepele dalam hidup ini!

(Ism, Sumber: Telegraph, Mirror.co.uk)

Beri Komentar
Smartfren Presents Milenial Males Jadi Miliuner Series Eps 1 - Sarjana Ekonomi