Kisah Wanita Tanpa Rahim Lahirkan Putri Kembar

Reporter : Syahid Latif
Senin, 2 Februari 2015 10:01
Kisah Wanita Tanpa Rahim Lahirkan Putri Kembar
Dokter mengatakan wanita ini secara genetika mengandung kromosom XY. Dengan kata lain dia adalah seorang pria secara genetis.

Dream - Wanita yang terlahir sebagai pria secara genetik harus menghadapi vonis menyakitkan. Dokter menyatakan Hayley Haynes takkan pernah menjadi seorang ibu.

Namun keajaiban terjadi pada wanita yang lahir 28 tahun silam ini. Hayley Haynes akhirnya bisa melahirkan putri kembar.

Kisah ini bermula ketika Haynes lahir tanpa rahim, tubafalopi, dan ovarium. Di usia 19 tahun, dokter yang menangani Haynes menyebut dirinya memiliki kromosom XY. Jadi secara genetika, Haynes merupakan seorang lelaki.

Tak pelak vonis dokter membuat dirinya kecewa. Terlebih Haynes divonis takkan memiliki anak dari rahimnya sendiri. Kepada teman yang kemudian menjadi suaminya, Sam, Haynes merasa dirinya takkan diinginkan pria manapun.

Ketika melewati masa puber, Haynes juga tak mengalami masa datang bulan. Lagi-lagi dokter menemukan jika tubuh Haynes tak memiliki orgna reproduksi.

" Ketika mereka mengatakan saya tak punya rahim, saya bingung dan kecewa. Ketakutan terbesar saya adalah tak bisa memiliki anak," katanya seperti dilaporkan Dailymirror.

" Tiba-tiba saya bagian terbesar dari hidup saya hilang. Saya merasa seperti setengah wanita dan begitu malu. Bagaimana saya akan mengatakan kepada pasangan ketika mulai berkencan bahwa saya secara genetika adalah lelaki," tanya Haynes.

NEXT >>> Harapan Muncul .....

1 dari 1 halaman

Rahim Imut Buat Keajaiban

Dream - Harapan muncul pada 2007 ketika seorang dokter spesialis di Rumah Sakit Royal Derby menemukan adanya rahim kecil dari hasil pemeriksaan sebelumnya.

" Ukurannya hanya beberapa milimeter, namun itu merupakan awal," kata Haynes.

Sang Dokter yakin rahim di tubuh Haynes ini akan terus berkembang. " Namun saya tetap tak bisa hamil secara alami dan punya pilihan melakukan IVF," ujar Haynes.

Akhirnya Haynes memutuskan mengikuti program yang disarankan dokter. Langkah pertama adalah program melalui tablet hormon untuk membuat tingkat progesteron dan estrogen berada dalam porsi tepat.

Cara ini juga danggap bisa menghentikan osteoporosis serta menciptakan lingkungan di mana rahimnya bisa tumbuh.

Pada tahun 2011, Haynes mendapat kabar jika rahimnya sudah siap untuk IVF. Malang, pukulan lain menerpanya ketika lembaga yang membiayainya selama ini menarik diri.

Bertekad untuk tidak menyerah, pasangan suami istri ini memutuskan untuk membiayai sendiri program tersebut dengan merogoh uang 10.500 poundsterling, lebih dari setengah tabungan mereka. Dana ini disiapkan untuk pengobatan IVF dan penerbangan ke klinik di Siprus pada April.

" Aku sangat gugup. Kami hanya memiliki satu tembakan dan tidak mampu untuk pergi melalui semua itu lagi, " kata Nyonya Haynes. " Saya sangat ingin menjadi seorang ibu dan tahu jika tidak ada telur yang layak atau implantasi itu tidak berhasil, aku akan bingung."

Dokter mengatakan bahwa ia hanya memiliki 60 persen kemungkinan kehamilan. Selama enam minggu pemeriksaan, Haynes mendapat kejutan jika dirinya mengandung mengandung bayi kembar non-identik.

" Aku tidak percaya itu, katanya. " Saya panik, tapi aku selama bulan pada waktu yang sama. Aku punya kesempatan untuk memiliki keluarga yang lengkap. "

Sembilan tahun setelah mendengar kabar menghancurkan jika dirinya tidak akan pernah menjadi seorang ibu, Haynes akhirnya melahirkan Avery dan Darcey.

" Menjadi seorang ibu adalah saat yang paling menakjubkan dalam hidup saya. Ketika saya memegang bayi dalam pelukanku untuk pertama kalinya, aku kewalahan," ujar Haynes.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone