Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
Dream - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menetapkan insiden penembakan enam anggota Laskar FPI sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Sejumlah temuan didapat Komnas HAM yang mengarah pada kesimpulan tersebut.
" Bahwa terjadinya pembuntutan terhadap MRS (Muhammad Rizieq Shihab) oleh Polda Metro Jaya merupakan bagian dari penyelidikan kasus pelanggaran terhadap protokol kesehatan yang diduga dilakukan oleh MRS," ujar Komisioner Komnas HAM, Mohammad Choirul Anam, dikutip dari Merdeka.com.
Anam menyatakan didapati fakta telah terjadi pengintaian dan pembuntutan dilakukan oleh pihak di luar kepolisian. Sedangkan terkait dengan tewasnya enam anggota laskar FPI, terdapat dua konteks peristiwa berbeda.
" Insiden sepanjang Jalan Internasional Karawang Barat sampai diduga mencapai KM 49 Tol Cikampek yang menewaskan dua orang Laskar FPI subtansi konteksnya merupakan peristiwa saling serempet antar mobil dan saling serang antara petugas dan Laskar FPI, bahkan dengan menggunakan senjata api," kata Anam.
Sedangkan dalam insiden di Tol Jakarta-Cikampek KM50, Anam menyebut sebenarnya masih ada empat orang anggota Laskar FPI masih hidup. Mereka dalam penguasaan petugas resmi negara namun malah ditemukan tewas.
Dari fakta itulah, Komnas HAM berkesimpulan telah terjadi pelanggaran HAM. Anam menyebut telah terjadi upaya pembunuhan yang bertentangan dengan hukum
" Penembakan sekaligus terhadap empat orang dalam satu waktu tanpa ada upaya lain yang dilakukan untuk menghindari semakin banyaknya jatuh korban jiwa mengindikasikan adanya unlawfull killing terhadap keempat anggota Laskar FPI," kata dia.
Dream - Komnas HAM mengaku menerima barang bukti dari Jasa Marga berupa rekaman CCTV terkait tewasnya 6 laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.
Dalam CCTV itu terdapat rekaman sebelum kejadian dan sesudah kejadian yang diduga baku tembak dengan kepolisian.
“ Kami diberi Jasa Marga kaitannya dengan rekaman CCTV itu sebelum kejadian. Jadi rangkaiannya itu, sebelum kejadian dan juga ada sesudah kejadian. Agar tahu sebenarnya konteks apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Anggota Komnas HAM Beka Ulung Hapsara dikutip dari laman Pojoksatu.id, Senin 29 Desember 2020.
Terkait temuan investigasi di lapangan, Komnas HAM Beka juga menemukan sejumlah barang bukti, seperti proyektil peluru, selongsong dan serpihan dari mobil peristiwa itu.
Sejumlah pihak juga sudah dimintai keterangan, diantaranya FPI, kepolisian, Jasa Marga dan saksi masyarakat.
“ Kita sudah ambil keterangan sekitar 30 orang, dari FPI, kepolisian, Jasa Marga dan saksi masyarakat,” tuturnya.
Untuk pihak Bareskrim, Komnas HAM berterimakasih banyak lantaran transparan saat dimintai keterangan dan juga membawa penyidik lengkap.
“ Kita terimakasih kepada pihak Bareskrim karena transparan dalam memberikan keterangan dalam kasus ini, mereka juga menghadirkan tim penyidik yang lengkap,” jelas Beka.
Hingga saat ini Komnas HAM belum bisa menyimpulkan hasil dari penyelidikan kasus tragedi Tol Jakarta-Cikampek KM 50 itu.
“ Jadi kalau ada masyarakat atau sosial media menyampaikan terkait kesimpulan terkai dengan hal ini, dipastikan itu bohong, kita akan terus melakukan penyelidikan” tutur Beka
Advertisement
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?

Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya

Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?