Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
Novita Kurnia Putri Dan Robert Brazil Jr (Foto: Facebook/Vita Brazil)
Dream - Novita Kurnia Putri (25), Warga Negara Indonesia yang menjadi korban penembakan di San Antonio, Texas, Amerika Serikat ternyata merupakan istri dari seorang tentara di Amerika Serikat. Novita tewas setelah diberondong ratusan tembakan oleh lima remaja yang menyerang rumahnya pada 4 Oktober 2022, sekitar pukul 00.30 waktu setempat.
Polisi menjelaskan bahwa rumahnya menjadi target salah sasaran dalam penembakan sambil mengemudi atau drive-by shooting.
Gadis asli Semarang, Jawa Tengah yang sudah sekitar 2 tahun tinggal di Jalan 14000 Bald Mountain Drive itu tinggal bersama suaminya yang ternyata merupakan seorang tentara angkatan udara di AS.
Dia adalah Robert Brazil Jr yang langsung menghubungi keluarga sang istri, paska kejadian yang merenggut nyawa tragis wanita tercintanya itu.
Keluarga berharap jenazah Novita bisa dimakamkan di kampung halamannya. Novita sendiri disebut tinggal di negeri Paman Sam itu lantaran mengikuti suaminya.
Saat kejadian, Novita saat itu tengah bekerja di depan komputernya. Tiba - tiba saja, rumahnya dihujani oleh ratusan peluru hingga menyebabkan dia meninggal dunia.

Pelaku penembakan terdiri dari lima orang anak remaja berumur 14 tahun, 2 lainnya berumur 15 tahun, dan satu orang berumur 17 tahun. Mereka melakukan aksinya dengan mobil curian. Namun asal usul senjata api masih ditelusuri polisi.
Pemerintah melalui KJRI Houston juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia untuk memfasilitasi keinginan pihak keluarga almarhumah.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berharap agar proses investigasi tetap berjalan dengan seadil-adilnya.
" Prinsip keadilan harus menjadi spirit dari investigasi," kata Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 11 Oktober 2022.
Selain itu, mewakili pemerintahan Amerika Serikat, Duta Besar (Dubes) AS untuk Republik Indonesia, Sung Y Kim, menyampaikan permohonan maafnya sekaligus ucapan turut berduka cita. Ia juga memastikan, jika investigasi yang dilakukan pihak AS akan dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series