Gedung Capitol Hill Di Washington DC, AS (Foto: AP)
Dream - Kongres Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan untuk menggelar sidang dengar pendapat mengenai Ikhwanul Muslimin, pada rentang Juli dan awal Agustus 2018 atau sebelum reses musim panas. Kabar itu disampaikan dua sumber Al Arabiya.
Ikhwanul Muslimin dianggap sebagai kelompok terlarang di beberapa negara Arab. Dalam sidang kongres itu, perwakilan Ikhwanul Muslimin akan berbicara sebagai saksi.
Menurut pengamat politik, hasil sidang kongres yang berjalan tidak akan mengejutkan. Alasannya, AS saat ini bermusuhan dengan kelompok-kelompok di Timur Tengah dan Afrika Utara.
Penasihat Keamanan Presiden AS, John Bolton, mengatakan, pada Juli 2017, salah satu cara untuk memaksa Qatar menghentikan dukungan kepada Ikhwanul Muslimin adalah dengan menunjuk kelompok itu sebagai organisasi teroris.
“ Reaksi saya adalah, 'Hebat, mari ambil kesempatan ini dan lakukan apa yang seharusnya kita lakukan. Mari deklarasikan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris," kata John.
" Setelah melakukan itu, kami kembali ke Qatar dan berkata, `Sekarang, Anda mengikutinya,`" kata Bolton kepada Breitbart News pada saat itu.
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, saat menjabat sebagai anggota kongres telah berjuang untuk membuat undang-undang yang menyatakan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris.
Pada 2014, beberapa negara di antaranya Arab Saudi dan Mesir, secara resmi menyatakan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris. Banyak diantara anggota Ikhwanul Muslimin, terdaftar sebagai pendukung teroris sesuai daftar yang dirilis Uni Emirat Arab dan Bahrain.
(Sah)
Advertisement

5 Makanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Bersamaan dengan Kopi, Bisa Ganggu Pencernaan

Bakteri dalam Kimchi Diduga Bisa Membantu Mengeluarkan Nanoplastik dari Tubuh

Bukan 2026, Negara-Negara Ini Masih Menggunakan Kalender dengan Tahun yang Berbeda

Sempurnakan Kriteria FCA, Hari Ini 92 Saham Keluar dari Papan Pemantauan Khusus BEI

12 Tanda Awal Gangguan Pendengaran yang Sering Diabaikan dan Kerap Tak Disadari

Dari Svarnadwipa, Andalas, Samudera, hingga Sumatera, Banyak Nama untuk Satu Pulau

Siti Hasmah Wafat di Usia 100 Tahun, 70 Tahun Temani Mahathir