Mahasiswa Iseng Undang Erdogan Sahur, Reaksinya Mengejutkan

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 13 Juni 2018 09:02
Mahasiswa Iseng Undang Erdogan Sahur, Reaksinya Mengejutkan
"Tuan Presiden, maukah engkau menjadi tamu di Asrama Huseyin Gazi dan sahur bersama?"

Dream - Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yildirim Beyazit, Ankara, Turki, Gungor Atak, iseng menulis cuitan, pada Jumat, 1 Juni 2018. Dia mengajak Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan untuk sahur bersama mahasiswa lainnya.

" Tuan Presiden, maukah engkau menjadi tamu di Asrama Huseyin Gazi dan sahur bersama?" tulis Gungor dengan akun Twitternya @gngratkkk.

Dikutip dari Daily Sabah, tanpa diduga, pesan itu mendapat balasan dari Erdogan. Dia mencuit, " Aku datang seandainya teh siap."

Tak berapa lama, Erdogan mengunggah cuitan berupa video makan bersama warga asrama.

Dalam video yang dibagikannya, Erdogan yang datang segera bergabung dengan mahasiswa. Dia tampak duduk dan menikmati hidangan yang tersedia di semacam kantin mahasiswa.

Dia sesekali berbincang dan bertanya dengan mahasiswa.

(Sah)

1 dari 2 halaman

Erdogan dan Jokowi Bikin Kapal Selam

Dream - Presiden Joko Widodo menyambut baik hasil konkret kerja sama industri pertahanan dengan Turki, yang telah meluncurkan tank kelas menengah kpaplan, serta nota kesepahaman antara PT Dirgantara Indonesia dengan Turkish Aerospace Industry untuk kerja sama di bidang kedirgantaraan. Jokowi berharap kerja sama ini bisa ditingkatkan.

“ Tadi juga kami telah menyepakati untuk menambah kerja sama di bidang pembuatan kapal selam dan drone. Ini juga akan ditindaklanjuti oleh tim dari kedua negara,” kata Jokowi dalam pernyataan pers bersama Erdogan di Istana Kepresidenan Turki, Ankara, dilansir oleh setkab.go.id, Jumat 7 Juli 2017.

Menurut Jokowi, Indonesia dan Turki merupakan dua negara yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan kerja sama. Kepada Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, Jokowi menyampaikan beberapa kerja sama konkret yang bisa diprioritaskan, antara lain di bidang perdagangan dan investasi, pertahanan, energi, serta memerangi terorisme.

“ Kami telah sepakat berupaya mengembalikan tren positif perdagangan dan investasi, antara lain melalui negosiasi Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA), pengurangan atau pengakhiran hambatan perdagangan dan penciptaan iklim investasi yang kondusif,” kata mantan Walikota Solo itu.

Tentang kerja sama di bidang energi, Jokowi mengatakan, keduanya fokus kepada pemenuhan kebutuhan energi listrik di kawasan kepulauan Indonesia. Contohnya melalui kapal penyedia pasokan listrik.

2 dari 2 halaman

Erdogan: Hei.. Trump! Apa yang Kamu Lakukan?

Dream - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan geram dengan keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) yang mendukung pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Erdogan beranggapan keputusan mengabaikan resolusi PBB itu membuat " kawasan ini masuk ke dalam lingkaran api" .

" Hei Pak Trump, apa yang coba kamu lakukan? Jika Trump berkata, 'Saya kuat dan benar,' dia salah," kata Erdogan.

Dilaporkan Arab News, Erdogan berupaya berbicara dengan para pemimpin negara-negara Barat, termasuk Inggris, Jerman, Spanyol, dan Perancis.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Turki dalam pernyataannya mengecam keputusan AS atas Yerusalem. Kemlu Turki juga menyebut keputusan itu tidak bertanggung jawab.

" Keputusan ini bertentangan dengan hukum internasional dan resolusi PBB."

Untuk merespons keputusan AS, Erdogan segera menyerukan Organisasi Kerja sama Islam (OKI) untuk mengadakan pertemuan luar biasa di Istanbul, Turki, pada 13 Desember 2017.

Direktur Riset di Forum Al Sharq di Istanbul, Galip Dalay mengatakan keputusan Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel membuat hubungan AS-Turki dan Turki-Israel menjadi semakin panas.

" Secara khusus, hubungan Turki-Israel cenderung memburuk jika terjadi kekerasan di Palestina, dan jika Israel menanggapi dengan cara yang berat," Dalay. (ism) 

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna