5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Kopi, minuman hitam pekat yang menjadi primadona banyak orang. Tidak hanya di Indonesia, kopi juga digemari masyarakat dunia, terutama yang tinggal di negara-negara Islam.
Meminum kopi memberikan efek tubuh menjadi segar. Sehingga, orang kembali bersemangat menjalani rutinitas sehari-hari setelah sukses mengusir kantuk.
Tetapi, ada yang menyebut kopi merupakan khamr. Benarkah demikian?
Dikutip dari konsultasi syariah, dari sisi bahasa, kopi bisa dimaknai khamr. Dalam bahasa Arab, kopi disebut 'qahwah' yang arti bahasanya adalah 'khamr'.
Hal ini seperti dijelaskan pakar bahasa Arab Hasan Said Al Karmi dalam bukunya Qoul ala Qoul.
" Kata 'qahwah' secara bahasa adalah 'khamr'. Ini bisa kita lihat dengan jelas, ketika merujuk keterangan kata ini dalam semua kamus."
Istilah 'qahwah' berasal dari kata 'aqhaa'-'yuqhii' yang artinya mengenyangkan. Ada juga yang mengartikan 'membuat tidak suka' atau 'menghindari makanan'.
Seperti dijelaskan Al Bairuni, mengutip pendapat Al Azhari dalam kitab Tahdzib Al Lughah, menyatakan 'al qahwah' itu khamr.
" Disebut ‘qahwah’ karena membuat iqha manusia, artinya membuat kenyang manusia. ada juga yang mengatakan, disebut qahwah, karena orang yang meminumnya yuqhi 'an at tha'am, artinya membenci makanan dan merasa bosan darinya."
Meski demikian, bukan berarti kopi lantas menjadi haram. Memang secara bahasa artinya adalah khamr, tetapi kopi bukanlah bahan pangan yang termasuk dalam kategori khamr memabukkan.
Banyak ulama menyatakan kehalalan kopi. Salah satunya Bakr Abu Zaid dalam tulisannya berjudul Itsarah An Nakhwah bi Hilli Al Qahwah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?