Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pengungsi Korban Mamuju (Foto: Merdeka.com)
Dream - Sudah sepekan lebih gempa bermagnitudo 6,2 mengguncang Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat.
Menurut data Basarnas, hingga Rabu 27 Januari 2021, 105 orang meninggal dunia akibat mengalami luka parah tertimbun reruntuhan bangunan. Rinciannya, 95 korban meninggal di Mamuju. Sementara 10 korban lainnya tercatat di Majene.
Empat perwakilan keluarga korban secara simbolis menerima santunan dari pemerintah yang diberikan Menko PMK Muhadjir Effendy, pada Kamis, 28 Januari 2021 sore. Mereka dibagikan uang tunai Rp15 juta per jiwa di Posko Induk siaga bencana Provinsi Sulawesi Barat.
Penyerahan santunan kepada korban jiwa berupa uang tunai disaksikan langsung Gubernur Ali Baal Masdar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Bintang Puspayoga dan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini.
Salah seorang penerima santunan korban yang meninggal akibat gempa adalah Nursyamsia. Dia merupakan ibu kandung seorang perawat yang meninggal tertimpa reruntuhan bangunan RS Mitra Makanakrra atas nama Ardi Muin.
" Anak saya pak delapan orang dan yang meninggal ini anak ketiga sementara saat itu kerja di RS Mitra Manakarra saat terjadi gempa," kata Nursyamsia.
Sumber: merdeka.com
Dream - Kabar pilu datang dari Mamuju, Sulawesi Barat. Gempa berkekuatan 6,2 magnitudo melanda wilayah tersebut pada beberapa hari yang lalu.
Bencana alam di awal tahun 2021 itu menjadi duka mendalam bagi warga Mamuju, termasuk seorang pria bernama Haji Sabar.
Bayangkan! Haji Sabar harus kehilangan tiga anak dan dua cucu kesayangannya dalam peristiwa yang mengejutkan tersebut.
Namun, meski kehilangan orang-orang yang dicintai, pemilik sebuah bengkel di Mamuju ini tak mau larut dalam sedih.
Sesuai dengan namanya, dia berusaha tegar dan sabar dalam menghadapi ujian yang menimpanya saat ini.
Meski menjadi korban dalam peristiwa itu, Haji Sabar tidak mau mengemis bantuan kepada siapa pun.
Pria asal Sidrap, Sulawesi Selatan, ini malah menghabiskan sisa hartanya untuk membantu warga lain yang jadi korban gempa Mamuju.
Haji Sabar sangat terenyuh melihat keadaan warga korban gempa yang saat ini dalam kondisi memprihatinkan di pengungsian.
Saat ditemui di rumah sakit yang sudah rata dengan tanah, Haji Sabar mengaku kalau dirinya memang memiliki banyak bahan makanan.
" Bahan makanan ini juga berasal dari keluarga besar saya yang sengaja mengirim bantuan makanan.
" Karena bantuan banyak, maka saya berbagi ke warga lainnya yang menjadi korban bencana," kata Haji Sabar.
Haji Sabar mengaku memiliki banyak anggota keluarga yang tersebar di Sulawesi. Mereka semua mengirimkan bahan makanan.
" Keluarga saya banyak, ada yang di Makassar, Sidrap, Palu dan Palopo. Mereka terus mengirimkan bantuan kesini," pungkas Haji Sabar.
Sementara itu, korban meninggal akibat gempa di Mamuju terus bertambah. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, hingga Kamis (21/1/2021) pagi, jumlah korban meninggal mencapai 91 orang.
Selain korban meninggal, BNPB juga mencatat tiga orang yang hingga kini belum ditemukan. Sedang untuk korban luka berat ada 253 orang, luka ringan 679 orang dan luka sedang 240 orang.
" Sedang untuk warga yang mengungsi sebanyak 9.910 orang yang terkenal di beberapa titik pengungsian," Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi BNPB, Raditya Jati.
Sumber: Portal Brebes
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya