Kemenag: Wakaf Uang Hanya Diinvestasikan di Produk Syariah

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 29 Januari 2021 06:02
Kemenag: Wakaf Uang Hanya Diinvestasikan di Produk Syariah
Pengelolaan wakaf uang diamanahkan kepada BWI.

Dream - Gerakan Nasional Wakaf Uang resmi diluncurkan Pemerintah pada 25 Januari 2021 lalu. Gerakan ini diharapkan dapat memberikan manfaat pada kesejahteraan umat.

Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, menyatakan prinsip pengumpulan dan pengelolaan wakaf uang dijalankan secara profesional dan amanah. Dia memastikan dana yang terkumpul diinvestasikan hanya untuk produk keuangan syariah.

" Secara garis besar, pengelolaan wakaf uang hanya bisa dilakukan melalui investasi produk keuangan syariah," ujar Kamaruddin, Kamis 28 Januari 2021.

Dana wakaf secara prinsipil akan dikelola oleh nazhir pada Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang yang telah mengantongi izin dari Menteri Agama. Dalam GNWU ini, pihak nazhir yang dimaksud adalah Badan Wakaf Indonesia (BWI).

" Uang wakaf yang terhimpun kemudian akan diinvestasikan ke berbagai macam produk keuangan syariah yang resmi, misalnya, deposito mudharabah, musyarakah, bahkan sukuk atau Surat Berharga Syariah Negara," kata Kamaruddin.

 

1 dari 5 halaman

Bisa Diinvestasikan di Sukuk

Kamaruddin mengatakan pembiayaan proyek pemerintah melalui sukuk atau SBSN merupakan salah satu instrumen investasi. Sepanjang dijalankan dengan prinsip syariah, proyek pemerintah bisa menjadi sarana investasi namun tetap dengan memperhatikan kehendak wakif (pemberi wakaf).

" Jadi, sukuk atau Surat Berharga Syariah Negara hanyalah salah satu instrumen syariah yang memberikan yield (bagi hasil) tertentu. Terserah nazhir mau diinvestasikan ke instrumen yang mana, sepanjang sesuai dengan ketentuan UU dan aturan syariah," kata dia.

Meski begitu, Kamaruddin menilai sukuk atau SBSN merupakan instrumen investasi unggulan. Ini karena sukuk memiliki karakter aman dan memberikan imbal hasil kompetitif.

" Wajar jika nazhir sebagai portofolio manager mempertimbangkan instrumen tersebut," kata dia.

Sedangkan hasil investasi wakaf uang nantinya dimanfaatkan sebanyak 90 persen untuk pemberdayaan umat. Sementara sisanya sebanyak 10 persen dapat dimanfaatkan nazhir sebagai pengelola aset wakaf.

" Adapun pokok wakafnya tidak akan berkurang sama sekali," terang Kamaruddin.

2 dari 5 halaman

Indonesia Luncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang

Dream – Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) dan Peresmian Brand Ekonomi Syariah tahun 2021. Ma’ruf mengharapkan dana wakaf bisa menjadi dana abadi umat yang bermanfaat bagi kegiatan sosial.

“ Berbagai program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah tersebut tentu memerlukan dukungan dari seluruh stakeholder terkait agar dapat berjalan secara optimal,” kata dia acara Musyawarah Nasional V Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) melalui konferensi video, dikutip dari Merdeka.com, Senin 25 Januari 2021.

Maruf mengatakan Masyarakat Ekonomi Syariah—tempat berkumpulnya seluruh sumber daya ekonomi syariah—bisa bekerja sama dengan Komite Nasional Ekonomi Syariah (KNEKS) dan stakeholder lainnya.

“ Guna mendorong percepatan implementasi berbagai program, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah tersebut,” kata dia.

3 dari 5 halaman

Pengembangan Ekonomi Syariah Terus Didorong

Selain itu, Ma’ruf juga melaporkan langsung kepada Presiden Joko Widodo tentang tindak lanjut terbitnya KNEKS setahun yang lalu.

“ Saat ini, berbagai program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah terus didorong untuk diimplementasikan secara terintegrasi melalui sinergi dan kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan baik kementerian/lembaga anggota KNEKS maupun institusi lainnya,” kata dia.

Dalam forum tersebut, KNEKS bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan para stakeholder yang lain tengah melakukan upaya transformasi wakaf menuju wakaf produktif yang dikelola secara profesional agar potensi wakaf uang yang besar tersebut dapat dioptimalkan.

“ Dalam rangka menggelorakan masyarakat untuk melakukan wakaf, akan dicanagkan Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU). GNWU ini rencananya akan diresmikan secara langsung oleh Bapak Presiden pekan depan,” kata Ma’ruf.

4 dari 5 halaman

Kinerja Positif, Ekonomi Syariah Dipercaya Jadi Tenaga Baru Indonesia

Dream – Ekonomi syariah menunjukkan kinerja positif selama 2020. Sistem perekonomian ini juga dipercaya bisa menjadi lebih baik pada tahun ini dan menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perekonomian.

“ Kinerja ekonomi syariah lebih baik daripada konvensional, dilihat dari beberapa indikator,” kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, dalam webinar “ Sharia Economic Outlook “ Mewujudkan Ekonomi dan Keuangan Syariah sebagai Energi Baru dalam Momentum Pemulihan Ekonomi Nasional”, Selasa 19 Desember 2021.

Menurut data OJK, aset keuangan syariah tumbuh 21,48 persen secara keseluruhan per November 2020. Pada periode yang sama, asetnya mencapai Rp1.770,32 triliun (belum termasuk saham syariah).

 

 

© Dream

 

Aset perbankan syariah tercatat Rp593,5 triliun, asuransi syariah Rp43,02 triliun, pembiayaan syariah Rp22,86 triliun, lembaga keuangan non bank syariah Rp47,28 triliun, sukuk korporasi Rp31,63 triliun, reksa dana syariah Rp71,8 triliun, dan sukuk negara Rp960,38 triliun.

Wimboh menambahkan pembiayaan yang disalurkan oleh bank umum syariah (BUS) tumbuh 9,5 persen pada 2020—angkanya jauh lebih tinggi daripada konvensional yang minus 2,41 persen, rasio NPF gross 3,13 persen dan FDR 76,36 persen. Melihat capaian ini, dia optimistis keuangan syariah akan tumbuh lebih baik lagi pada 2021.

“ Ini memberikan confident kalau ekonomi syariah akan lebih baik lagi tahun 2021,” kata dia.

5 dari 5 halaman

Sumber Pertumbuhan Baru Ekonomi Indonesia

Direktur Utama PT Bank Syariah Mandiri (BSM), Hery Gunardi, menambahkan perekonomian syariah bisa menjadi sumber pertumbuhan baru, terutama dalam pandemi COVID-19.

“ Indpnesia membutuhkan napas yang baru untuk menjalankan roda perekonomian,” kata Hery.

Untuk itu, ekonomi syariah hadir. Disebutkan bahwa kinerjanya lebih stabil serta memegang prinsip berkelanjutan dan berkeadilan.

“ Ekonomi syariah menjadi primadona baru. Ekonomi syariah di Indonesia tumbuh positif sepanjang 2020 walaupun kita sadar, Indonesia dilanda COVID-10. Ekonomi syariah menjadi sumber pertumbuhan baru dan percepatan ekonomi,” kata dia.

Beri Komentar