Formula Cegah Pelecehan di Sekolah Ditargetkan Selesai Tahun Ajaran Baru

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 29 Januari 2021 07:00
Formula Cegah Pelecehan di Sekolah Ditargetkan Selesai Tahun Ajaran Baru
Kemendikbud belum mengumumkan secara resmi rumusan-rumusan guna menangkal pelecehan seksual dalam dunia pendidikan.

Dream - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah menggodok formulasi untuk mencegah terjadinya kasus pelecehan seksual di lingkungan sekolah. Diharapkan ketentuan-ketentuan ini bisa segera terealisasi maksimal tahun ajaran depan. 

Kasubdit Program dan Evaluasi Direktorat SMA Kemendikbud, Winner Jihad Akbar menuturkan pihaknya sebetulnya menargetkan untuk merampungkan formulasi itu tersebut pada tahun ini.

" Nungkin tahun ajaran baru sudah bisa diperoleh hasilnya nanti, Tahun Ajaran 2021/2022," sebut Jihad dalam acara Fellowship Jurnalisme Pendidikan 2021 yang dihelat Gerakan Jurnalis Peduli Pendidikan, Kamis 28 Januari 2021.

Jihad mengatakan proses penggodokan formula mencegah tindak kekerasan seksual di sekolah terus dilakukan. Kemendikbud, lanjutnya, tak mau gegabah mengeluarkan kebijakan tanpa melawati proses kajian yang matang.

" Kita tidak ingin keluarnya cepat-cepat tanpa ada kajian, saat ini prosesnya adalah sedang dikaji. Jadi kita tidak mau tiba-tiba keluar kebijakan dari langit, nggak mau kita," sebutnya.

Hingga saat ini, Kemendikbud belum mengumumkan secara resmi rumusan-rumusan guna menangkal pelecehan seksual dalam dunia pendidikan.

" Ini sudah menjadi concern kita, sekarang masih tahap kajian, jadi belum bisa kita berikan kebijakannya seperti apa. Mungkin episode-episode selanjutnya untuk Merdeka Belajar terkait dengan ini. Mungkin nanti akan langsung di-publish oleh Mas Menteri ya," katanya.

1 dari 4 halaman

Mendikbud Beri Peringatan Keras Soal Kekerasan Seksual

Sebelumnya pada Februari 2020, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mengungkapkan ketegasannya menyangkut masalah pelecehan seksual di dunia pendidikan Tanah Air.

Nadiem menegaskan, jika ada pihak yang melakukan kekerasan seksual dalam institusi pendidikan, maka harus dikeluarkan.

" Kalau ada yang terbukti, ini secara personal ya bukan sebagai pembuat kebijakan. Tapi kalau ada yang terbukti apa pun kekerasan atau pelecehan seksual itu terjadi itu harusnya tidak ada abu-abu, harusnya dikeluarkan. Itu opini saya sebagai Nadiem Makarim," tegas Nadiem Makarim dalam sesi bincang dengan awak media di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu 12 Januari 2021.

Sumber: liputan6.com

2 dari 4 halaman

Video Pelecehan Siswi Ini Diduga Terjadi di Bolmong, Sulawesi Utara

Dream - Video siswi dilecehkan beramai-ramai di dalam ruangan menghebohkan publik. Informasi yang beredar, pelecehan itu terjadi di salah satu sekolah di wilayah Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara. 

Seperti dilansir Pojoksatu.id, Kepala Seksi Kesejahteraan Anak Dinas Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bolmong, Rahmawati Gomuhong berjanji akan menelusuri video tersebut.

“ Informasi sementara yang kita rangkum, itu terjadi di salah satu SMK yang ada di Bolmong, besok pagi akan kita langsung turun ke sana bersama dengan Forum Anak dan pihak kepolisian, untuk mengkroscek kejadian tersebut,” ucap Rahmawati, seperti dikutip Pojoksatu.id dari Manado Post, Selasa 10 Maret 2020. 

Rahma sapaan akrabnya, sangat menyayangkan terjadinya pelecehan tersebut. Ia mengecam tindakan tak terpuji itu.

“ Kejadian itu sangat disayangkan. Saya secara pribadi dan kami sebagai instansi sangat mengecam kejadian tersebut, tidak seharusnya sesama teman melakukan bullying, apalagi hingga pelecehan seperti itu,” kecamnya.

3 dari 4 halaman

Geram dengan Pelecehan Itu

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Daerah Sulut Mieke Pangkong tengah berkoordinasi dengan SKPD terkait di Bolaang Mongondow (Bolmong) untuk mencari tahu lokasi dan asal sekolah dalam video tersebut.

“ Kita sementara berkoordinasi untuk mencari daerah dan sekolah yang ada dalam video. Yang pasti ini akan diseriusi, karena sangat miris apa yang terjadi dalam video,” bebernya.

Pangkong geram lantaran insiden tersebut menimpa remaja perempuan di lingkungan sekolah.

“ Otomatis karena statusnya masih sekolah, ya masih masuk dalam usia anak remaja. Tentu kita sayangkan kenapa bisa seperti itu,” katanya.

“ Tapi saya belum bisa berkomentar banyak, karena belum mendapatkan kepastian, apakah di Sulut atau dimana,” tambahnya.

 

4 dari 4 halaman

Kementerian PPA Gandeng Bareskrim

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KPPA) melakukan koordinasi dan menelusuri sumber lokasi kejadian dugaan pelecehan itu. 

" Saat ini kami tengah melakukan koordinasi dan penelusuran lebih lanjut dengan dinas PPPA di daerah dan Tim Cyber Crime Bareskrim Polri terkait video tersebut," tulis akun twitter Kementerian PPA. 

Kementerian PPPA berterima kasih atas laporan adanya video dugaan kasus pelecehan yang tengah viral itu. 

Kementerian PPPA akan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak dalam penanganan kasus ini.

" Karena video tersebut menampilkan identitas anak, stop menyebarkan video tersebut ya," tulis akun Kementerian PPPA.

Informasi yang diterima, lima pelaku dugaan pelecehan beramai-ramai itu sudah diciduk kepolisian. Tiga dari lima pelaku merupakan pria. 

Saat ini mereka sedang menjalani pemeriksaan di Polsek Bolaang, Sulawesi Utara. Kendati begitu, belum ada pihak yang bisa dikonfmasi terkait pemeriksaan ini. 

 

Beri Komentar