Korban Tewas Longsor Sumedang Capai 29 Jiwa, 11 Masih Hilang

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 18 Januari 2021 12:30
Korban Tewas Longsor Sumedang Capai 29 Jiwa, 11 Masih Hilang
Kini total warga meninggal dunia akibat longsor di Cimanggung mencapai 29 orang.

Dream - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati, melaporkan, Tim SAR (Search and Rescue) gabungan kembali menemukan satu korban meninggal akibat longsor di Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat.

Korban ditemukan ini sebelumnya masuk daftar orang yang dinyatakan hilang akibat longsor. Kini total warga meninggal dunia akibat longsor di Cimanggung mencapai 29 orang.

" Data dari Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB per hari Minggu 17 Januari 2020 pukul 12.53 WIB, total korban yang berhasil ditemukan tim gabungan berjumlah 29 orang," jelasnya, dikutip dari situs resmi BNPB, Senin 18 Januari 2021.

1 dari 4 halaman

11 Orang Hilang

Raditya menyebut, 11 orang masih dinyatakan hilang. Pencarian korban masih terkendala cuaca hujan. Saat ini Tim SAR Gabungan juga mewaspadai longsor susulan.

" Tim gabungan menggunakan 4 (empat) alat berat dalam proses evakuasi korban selama beberapa hari ke depan," ujarnya.

Adapun korban luka akibat longsor sebanyak 25 orang, 22 di antaranya mengalami luka ringan dan luka berat tiga orang. Tercatat ada 1.020 jiwa mengungsi, mereka terbagi di pos pengungsian Lapangan Taman Burung dan rumah kerabat yang aman dari potensi longsor.

2 dari 4 halaman

Penetapan Early Warning System

Bupati Sumedang telah menetapkan Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor selama 21 hari yang berlaku mulai tanggal 9 sampai 29 Januari 2021.

Pusat Pengendali Operasi BPBD Kabupaten Sumedang terus melaksanakan pengamatan dan pemantauan secara visual melalui perangkat radio komunikasi, internet serta handpohone.

Disamping itu, BMKG juga telah melakukan pemasangan Early Warning System (EWS) longsor.

Longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung terjadi pada Sabtu, 9 Januari 2021. Longsor terjadi dua kali, pertama pukul 16.00 WIB dan longsor susulan terjadi pada pukul 19.00 WIB.

Sumber: BNPB

3 dari 4 halaman

Jokowi Sampaikan Duka Cita untuk Korban Gempa Majene dan Longsor Sukabumi

Dream - Presiden Joko Widodo menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban yang meninggal akibat bencana. Dalam waktu berselang tak begitu lama, Indonesia dilanda dua bencana yang menelan banyak korban jiwa.

" Gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo mengguncang kawasan Sulawesi Barat menjelang dini hari tadi, dan bencana longsor di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat pada 9 Januari lalu," ujar Jokowi melalui Instagram @jokowi.

Jokowi mengatakan langsung menghubungi Gubernur Sulawesi Barat pagi tadi setelah mendengar kabar gempa. Dia juga memerintahkan Kepala BNPB, Mensos, Kepala Basarnas, Panglima TNI dan Kapolri untuk segera melaksanakan tanggap darurat di Majene.

" Mencari dan menemukan korban, serta melakukan perawatan kepada yang luka-luka," kata Jokowi.

4 dari 4 halaman

Sedangkan untuk bencana longsor Sumedang, Jokowi telah memerintahkan untuk segera dilaksanakan relokasi warga terdampak.

" Saya juga telah memerintahkan Kepala BNPB, Menteri Sosial, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk segera melakukan relokasi warga terdampak bencana," kata Jokowi.

Gempa Majene menewaskan puluhan jiwa. BNPB mencatat hingga Jumat, 15 Januari 2021 pukul 14.00 WIB, korban meninggal dunia mencapai 34 jiwa, 637 jiwa luka-luka dan 15 ribu dalam pengungsian.

 

      View this post on Instagram      

A post shared by Joko Widodo (@jokowi)

 

Beri Komentar