Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ketua KPU Arief Budiman Memberikan Keterangan Saat Acara Penandatanganan Pakta Integritas Debat Keempat Pilpres 2019 Di Jakarta, Rabu (27/3). KPU Bersama Seluruh Panelis Dan Moderator Debat Pilpres 2019 Keempat Menandatangani Pakta Integritas. (Liputan6.c
Dream - Ketua KPU RI, Arief Budiman sedih. Ratusan anggota kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) meninggal dunia.
Arief mengatakan, kematian petugas KPPS itu terjadi karena tugas yang diemban begitu berat. Bahkan, tugas menjadi anggota KPPS menguras tenaga.
" Saya pernah ikut petugas Pantarlih (panitia daftar pemilih) yang harus data pemilih. Mereka sebenarnya yang paling menentukan Pemilu aman, sukses, dan lancar. Pekerjaan mereka tidak sehari tapi rangkaian panjang," kata Arief, dilaporkan Liputan6.com, Jumat, 3 Mei 2019.
Menurut Arief jam kerja KPPS dimulai sejak pagi hari hingga pagi di hari berikutnya. Hal ini terbukti saat Arief mendengar pengakuan dari keluarga mendiang Ketua KPPS, Tutung Suryadi.
Dari cerita keluarga, Arief mengatakan, Tutung kerja berat jauh sebelum 17 April 2019. Tutung harus melaporkan sebaran C6 yang menjadi surat pemberitahuan kepada pemilih di kediaman warga.
Tutung meninggal di lokasi tempatnya bekerja. Dia menutup mata di kantor kelurahan.
" Itu saya pikir negara patut berterima kasih dan memberikan penghargaan kepada mereka," kata dia.
Sebaran KPPS tiap daerah berjumlah beda. Wilayah semisal DKI Jakarta, punya TPS lebih banyak. Di satu kecamatan, jumlahnya bisa lebih dari 1.000 titik.
Kondisi itulah yang menghadapkan petugas KPPS dengan kebutuhan energi, fisik, dan mental.
" Kita semua harus menguatkan. Supaya mereka bisa semuanya bertugas dengan baik tuntas sampai akhir," kata dia.
Berdasarkan data KPU, anggota KPPS yang meninggal sebanyak 409 jiwa. Arief mengatakan, rencananya ahli waris anggota KPPS yang meninggal akan diberikan santunan.
" Segera diberikan, kalau bisa jauh sebelum tanggal 22 Mei," kata dia.
Tetapi, Arief ingin memastikan terlebih dahulu apakah korban yang meninggal benar-benar penyelenggara pemilu. Verifikasi itu dilakukan dengan mengecek Surat Keputusan (SK) dari KPU.
" Kami betul-betul tidak ingin ada kesalahan yang justru menimbulkan problem belakangan hari," ucap dia.
(Sah, Sumber: Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya