Ledakan Flare Mengarah Ke Salah Seorang Pendukung Timnas Indonesia (Foto: Shutterstock)
Dream - Polisi telah menangkap pelaku yang menembakkan handflare pada laga uji coba Timnas Indonesia melawan Fiji di Stadion Patriot Chandrabhaga Bekasi pada Sabtu 2 September 2017. Ledakan kembang api tersebut menewaskan suporter bernama Catur Yuliantono.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hero Bachtiar, mengatakan, pelaku ditangkap di rumahnya di daerah Bekasi Kota. " Pelaku ini sempat lari ke rumah bibinya dan kemudian kami tangkap di rumahnya," kata Hero di Mapolres Metro Bekasi Kota, Senin 4 September 2017.
Hero menjelaskan peristiwa itu terjadi di ujung pertandingan. Pelaku yang sedang duduk di tribun selatan menyalakan handflare dan bermaksud mengarahkan rocket flare ke lapangan.
Sebelum rocket flare itu mengarah ke atas, tiba-tiba ledakan meluncur ke arah tribun timur dan jatuh ke tribun 12 B. Sesaat kemudian diketahui rocket flare tersebut mengenai Catur hingga membakar badannya.
Pelaku pun sempat mencari di mana jatuhnya handflare itu dan melihat Catur sudah dibawa menggunakan ambulans. Setelah itu, pelaku pulang ke rumahnya dan sempat berusaha menghilangkan jejak dan barang bukti.
" Pelaku ini sempat berusaha menghilangkan barbuk dengan membakar kaos yang dipakai waktu itu," ucap dia.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, seperti potongan pipa paralon 20 sentimeter yang terbakar, satu buah selongsong rocket flare, satu buah penutup rocket flare, dan dua buah alat pemantik rocket flare serta hand flare.
Selain itu, disita pula satu buah hand flare yang dalam kondisi utuh atau belum terpakai, satu buah kaca mata, satu pasang sepatu warna putih, satu handphone, dan satu celana jeans.
Akibat perbuatannya, pelaku terancam Pasal 359 KUHP dengan ancaman hukuman penjara hingga lima tahun.