Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Jelang pengumuman, para pelamar tes penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hendaknya siap dengan hasil apapun yang diterima. Masih banyak pekerjaan menanti selain menjadi abdi negara.
Pengalaman memprihatinkan dialami sepasang orang tua di Simalungun, Sumatera Utara. Kedua anaknya, Siti Nurliyana Purba dan Janter Purba, terpaksa dipasung oleh kedua orang tuanya setelah mengalami gangguan mental.
Bungani Saragih, orang tua kakak beradik itu terpaksa memasung anak perempuan dan laki-laki karena khawatir menyerang orang-orang yang lewat di depan rumahnya.
Keduanya dikurung di dalam kamar berbeda berukuran 2x3 meter di Desa Bahlias, Kecamatan Panai.

“Payah, pak. Kalau tidak diikat, mereka pasti mengamuk, mengejar orang yang dilihatnya. Kami juga merasa bersalah jadinya, ” ungkap Bungani dilansir dari Merdeka.com.
© Dream
Kondisi mereka semakin parah karena kondisi kamarnya sangat kotor dan mengeluarkan aroma tak sedap. Sebelumnya mereka pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Adam Malik Medan, namun faktor biaya membuat kakak beradik itu harus dibawa pulang.
"Waktu itu pernah masuk rumah sakit Adam Malik, waktu bapaknya masih ada. Tapi sekarang udah nggak ada duit lagi. Tanah sama ladang kami pun udah habis untuk biaya orang ini,”imbuhnya menambahkan.
Bungani menceritakan awal mula Siti mengalami gangguan jiwa. Menurutnya, perempuan berusia 43 tahun itu mengalami gangguan sejak berusia 19 tahun. Kala itu, ia mengalami stres akibat gagal melawati tes masuk pegawai negeri sipil (PNS).
Sedangkan Jansen sendiri baru menginjak usia 11 tahun, saat kakaknya mulai mengelami gangguan jiwa. Saat ini, Jansen telah berusia 32 tahun.
© Dream
Keduanya terpaksa dipasung, karena sering mengancam dan membahayakan orang-orang di sekitarnya. Namun, masih diberikan makan dan minum secara rutin oleh ibunya.
"Malah kadang bisa mengamuk sendiri, sampai mau bunuh orang. Kalau Siti itu kalau ada laki-laki lewat dia ngajak-ngajak kawin," lanjutnya.
Melihat kejadian itu, kepala camat Panei, M U Baurus mengatakan akan segera menangani kasus tersebut.
"Kita akan berupaya mencari langkah-langkah yang lebih manusiawi untuk dua bersaudara ini. Menurut saya, memasung atau mengurung keluarga yang mengalami gangguan jiwa atau depresi, bukan langkah yang tepat. Ada banyak cara lain yang lebih baik," tegas Baurus.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
