Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Lewati Iran, Pasien Virus Corona Meninggal di Italia Tertinggi Usai China

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 4 Maret 2020 13:01
Lewati Iran, Pasien Virus Corona Meninggal di Italia Tertinggi Usai China
Kasus infeksi virus corona di dunia terus meningkat.

Dream - Kasua infeksi virus corona di dunia terus mengalami peningkatan. Bahkan kasus yang terkonfirmasi terpapar virus Covid-19 sudah mencapai angka 90 ribuan.

Data John Hopkins University per Rabu, 4 Maret 2020 pukul 10.13, melaporkan infeksi corona terkonfirmasi di seluruh dunia mencapai 93.129 kasus. Angka kematian mencapai 3.198 pasien.

Di tengah bertambahnya kasus baru, jumlah pasien yang dinyatakan telah sembuh dari virus corona juga meningkat. Dari data yang sama, jumlah warga di dunia yang sembuh dari paparan Covid-19 telah mencapai 50.681 orang.

Yang cukup mengejutkan adalah jumlah kematian akibat virus corona di Italia meningkat cukup pesar. Negeri Pizza ini bahkan menggeser posisi Iran sebagai negara dengan kasus kematian terbesar kedua setelah China.

Angka kematian pasien positif terjangkit virus corona di Italia mencapai 79 jiwa dari total 2.502 kasus, lebih tinggi dibandingkan Iran dengan 77 jiwa dari 2.336 kasus terkonfirmasi.

Peta Corona Italia

Peta sebaran virus corona di Italia

Sementara angka pasien sembuh di Italia lebih rendah ketimbang Iran. Di Italia, kasus pasien sembuh mencapai 160 jiwa, sedangkan Iran 291 jiwa.

Di China, angka kematian mencapai 2.981 jiwa. Sedangkan angka pasien sembuh sebanyak 49.844 jiwa dari total 80.270 kasus.

Sedangkan Korea Selatan masih menduduki peringat kedua negara dengan kasus infeksi virus corona terkonfirmasi terbanyak. Untuk angka kematian di Negeri Ginseng tercatat sebanyak 28 jiwa dengan angka pasien sembuh sebanyai 41 jiwa dari total 5.328 kasus.

1 dari 5 halaman

4 WNI Penumpang Diamond Princess di Jepang Sembuh dari Virus Corona

Dream - Empat orang Warga Negara Indonesia (WNI) Anak Buah Kapal (ABK) Diamond Princess dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona. Mereka sebelumnya sempat menjalani karantina di Pelabuhan Tokyo, Jepang.

" Info dari KBRI Tokyo, total kru WNI yang dinyatakan sembuh (berdasarkan surat keterangan sehat dari Jepang) per kemarin (Selasa, 3 Maret 2020) ada empat," ujar Plt. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Teuku Faizasyah, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 4 Maret 2020.

Kabar WNI tertular Covid-19 diumumkan Kemlu pada 18 Februari 2020. Awalnya hanya tiga WNI namun kemudian bertambah menjadi sembilan sebelum akhirnya mulai ada yang sembuh.

WNI yang tidak terjangkit telah dijemput Pemerintah. Saat ini, mereka menjalani masa karantina di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu dengan waktu 28 hari, lebih lama dibandingkan WNI Wuhan selama 14 hari.

" Ini dilakukan karena untuk memastikan mereka benar-benar sehat saat meninggalkan tempat karantina," kata Staf Khusus Presiden Bidang Sosial, Angkie Yudistia, pada 29 Februari lalu.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Tommy Kurnia)

2 dari 5 halaman

Interaksi dengan Warga Selandia Baru Positif Corona, 9 WNA di Bali Diobservasi

Dream - Sembilan warga negara asing (WNA) yang berada di Bali menjalani observasi dari instansi terkait. Langkah tersebut diambil setelah kesembilan WNA itu berinteraksi dengan seorang warga Selandia Baru yang positif terinfeksi virus corona.

Warga negara Selandia Baru yang terinfeksi sempat transit di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Sembilan WNA tersebut ditemukan duduk berdekatan dengan warga negara Selandia Baru. Mereka berinteraksi dengan percakapan tunggal dan tidak berbicara langsung.

" Kami sudah tindaklanjuti ada contact rap dari kasus ini. Kebetulan dia transit di Bandara (I Gusti Ngurah Rai). Kita lakukan contact tracing (pelacakan) kepada penumpang yang ada di depan dua dan dua di belakang dan ini kami sudah ketahui di mana keberadaannya," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya, Selasa, 3 Maret 2020.

Warga Selandia Baru yang positif virus corona atau Covid-19 diketahui berusia 60 tahun dan duduk di kursi nomor 37. Dia terbang dari Teheran, Iran, ke Auckland menggunakan maskapai Emirates Airline dengan nomor penerbangan EK 450 Rabu, 26 Februari 2020.

3 dari 5 halaman

Dimonitor

Kemudian, untuk sembilan WNA yang berinteraksi telah dikoordinasikan kepada pihak hotel untuk karantina di sejumlah hotel yang ditempati mereka di Bali selama 14 hari.

" Yang kontak rap ini sudah kami identifikasi ada di tiga tempat dan kami lakukan monitor. Tentu dengan waktu masa 14 hari seusai masah inkubasi yang terpanjang," kata dia.

Suarjaya juga mengatakan, untuk sembilan warga asing itu dari pengawasannya dalam keadaan sehat. Tetapi, mereka tetap di monitor sepanjang waktu selama 14 hari sejak warga Selandia Baru dinyatakan positif.

Selain itu, mereka juga telah diambil sample-nya untuk dilakukan tes laboratorium. Kemudian, diminta untuk mengurangi aktifitasnya.

" (Mereka) orang asing semua, kita sudah komunikasikan bahwa sebagai kontak rap mereka mematuhi sebagai standar protokol WHO. Petugas kesehatan surveilans kami mengawasi (mereka) sepanjang waktu sampai 14 hari ke depan," ujar Suarjaya.

 

4 dari 5 halaman

Masih Menunggu Pelacakan

Kementerian Kesehatan segera menelusuri riwayat perjalanan Warga Negara (WN) Selandia Baru yang dikabarkan positif virus corona (Covid-19) ke Imigrasi Denpasar, Bali. Alasannya, WN Selandia Baru tersebut sempat transit di Bali sebelum dinyatakan positif terjangkit virus asal Wuhan, China itu.

" Masih nunggu tracking imigrasi," ucap Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto saat dihubungi Liputan6.com, Jumat, 29 Februari 2020.

Sebagai informasi, Selandia Baru mengkonfirmasi kasus virus corona pertama di negaranya, Jumat 28 Februari 2020. Perempuan berusia sekitar 60 tahun itu terbang dari Iran dengan tujuan Auckland. Dia sempat transit di bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Setibanya di Auckland pada Rabu, 26 Februari 2020, perempuan itu merasa tak enak badan. Dia pun dirujuk ke rumah sakit dan dinyatakan positif virus corona.

(Sumber: Merdeka.com/Moh Kadafi)

5 dari 5 halaman

Agar Kasus 1 dan 2 Corona Tak Jadi Wabah, Ini Langkah Pemerintah

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan pemerintah melacak semua orang yang berinteraksi dengan pasien kasus 1 dan kasus 2. Upaya pelacakan ini untuk mencegah penyebaran virus corona, Covid-19.

" Mencegah jangan sampai titik awal penularan ini, tidak menjadi wabah di dalam negeri," ucap Jokowi, dilaporkan Kompas TV, Selasa, 3 Maret 2020.

Jokowi mengatakan, pemerintah telah melakukan pengawasan terhadap semua orang yang berhubungan dengan kasus 1 dan kasus 2.

Selain pengawasan terhadap orang yang berinteraksi, Jokowi meminta masyarakat untuk tetap tenang dan beraktivtas normal. Dia mengingatkan, pasien Covid-19 di China, Jepang, Iran, dan Italia dapat sembuh.

" Kita tidak perlu terlalu ketakutan masalah ini, tetapi tetap harus hati-hati dan waspada dalam beraktivitas. Kita meyakini bisa ditangani," ujar dia.

Sebelumnya, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto mengatakan, sudah memeriksa dua orang yang berinteraksi dengan pasien kasus 1 dan kasus 2. Dua orang itu merupakan pembantu dan kakak dari pasien positif corona.

Hasil laboratorium, dua orang tersebut negatif virus corona. Selain itu, Kementerian Kesehatan juga melacak teman-teman dari pasien positif virus corona.

" Kemudian juga akan kita tracking di teman-temannya yang pasti, 50 orang multinasional. Kita coba akan tracking," ucap dia.

Beri Komentar