Melihat Langsung Mushaf Alquran Klasik Asia Tenggara

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 17 Oktober 2019 08:00
Melihat Langsung Mushaf Alquran Klasik Asia Tenggara
Ada berbagai jenis Alquran.

Dream - Mushaf Alquran di Indonesia punya sejarah panjang. Untuk memudahkan masyarakat saat ini, Kementerian Agama (Kemenag) mengembangkan Pangkalan Data Mushaf Al-Qur'an di Asia Tenggara.

Layanan berbasis laman website ini diluncurkan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin di Gedung Bayt Al-Qur'an, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Senin, 14 Oktober 2019.

Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) Kementerian Agama, Muchlis M Hanafi mengatakan, Pangkalan Data Mushaf Al-Qur’an berisi himpunan data Alquran dari Asia Tenggara dalam bentuk manuskrip, Alquran cetak, Alquran Braile, dan Alquran versi digital.

“ Data yang ditampilkan merupakan hasil dari kegiatan penelitian dan digitalisasi oleh peneliti LPMQ selama 5 tahun,” kata Muchlis, dilaporkan laman Kemenag, Rabu, 16 Oktober 2019.

 Pusat Data Mushaf Alquran

Pusat Data Mushaf Alquran

Muchlis menyebut, hingga saat ini, jumlah data yang telah diunggah dalam pangkalan data sebanyak 327 Manuskrip Alquran, 272 Mushaf Alquran cetak, 10 Alquran Digital. " Dan 3 Alquran Braile. Jumlah tersebut akan terus diperbaharui,” ujar dia.

Muchlis, keberadaan pangkalan data ini bertujuan untuk memperkenalkan khazanah mushaf Alquran Nusantara sebagai bagian dari warisan dunia Islam.

“ Kami juga ingin memudahkan akses berbagai koleksi mushaf Alquran Nusantara bagi para mahasiswa, dosen, peneliti dan masyarakat umum,” ucap dia.

Setiap jenis mushaf yang ada sudah dilengkapi dengan data visual berupa foto dari berbagai sisi. Ada juga penjelasan rinci terkait aspek permushafan, mulai dari aspek kesejarahan, material, dan aspek tekstual.

1 dari 5 halaman

Kini, Teks Quran Mushaf Indonesia Bisa Diakses di Ms Word

Dream - Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan aplikasi Quran In Word. Aplikasi itu memungkinkan pengguna menginstal teks Alquran dalam piranti lunak berbasis doc seperti Microsoft Word atau sejenisnya.

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, meresmikan peluncuran aplikasi ini. Menurut Lukman, aplikasi itu bertujuan agar memudahkan masyarakat untuk mengakses teks Alquran dalam naskah dokumen.

" Saya bersyukur pagi ini kita berhasil menyelenggarakan acara cukup strategis," ujar Lukman di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa 24 September 2019.

 Peresmian aplikasi mushaf Alquran Indonesia

Aplikasi Quran In Word bisa diunduh di lajnah.kemenag.go.id. Penggunaannya pun cukup mudah.

Ketika sudah diinstal, pengguna cukup mencari ayat mana yang ingin dimasukkan ke dalam teks. Selain itu, aplikasi ini juga dilengkapi dengan terjemahan Bahasa Indonesia versi tahun 2002.

Ketua Badan Litbang dan Diklat Kemenag, Abdurrahman Mas'ud, berharap semakin banyak orang yang mengunduh aplikasi tersebut. Sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

" Insya Allah laris manis," kata Mas'ud.

2 dari 5 halaman

Cetak Ulang Mushaf Alquran, Penerbit Wajib Lapor

Dream - Penerbit harus melaporkan pencetakan ulang master Alquran ke Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LMPQ). Keharusan tashih itu berlaku seandainya masa berlaku tanda tashih yang dimiliki penerbit sudah habis.

" Sesuai pasal 16 ayat (6) PMA No. 44 tahun 2016 tentang Penerbitan, Pentashihan, dan Peredaran Mushaf Al-Qur'an, cetak ulang yang dilakukan oleh penerbit dalam masa 2 tahun berlakunya Surat Tanda Tashih harus dilaporkan ke LPMQ," kata Kepala Bidang Pentashihan LPMQ Deni Hudaeny di Jakarta, dikutip dari laman kemenag.go.id, Senin, 17 Desember 2018.

Sementara itu, kata Deni, Alquran yang masih memiliki masa tashih cukup dilaporkan.

Kebijakan ini juga berlaku untuk cetak mushaf yang bersumber dari master yang disediakan oleh LPMQ. Upaya pelaporan ini bertujuan untuk memastikan tidak terjadinya kesalahan penulisan teks ayat dan pergantian layout bingkai.

Deni menyebut, layout dan penggantian bingkai menjadi keharusan penerbit karena regulasi mengatur, mushaf Alquran yang akan diterbitkan harus memiliki identitas sendiri berupa cover, iluminasi (bingkai) dan ciri-ciri spesifik yang berbeda dari penerbit lainnya.

" Pentashihan Mushaf Alquran adalah kegiatan meneliti, memeriksa, dan membetulkan master mushaf yang akan diterbitkan dengan cara membacanya secara saksama, cermat dan berulang-ulang oleh para pentashih sehingga tidak ditemukan kesalahan, termasuk terjemah dan tafsir Kementerian Agama," ucap dia. 

3 dari 5 halaman

Sistem Cetak Alquran di Indonesia Beda

Selain difungsikan untuk mengecek penulisan Alquran, LPMQ juga menyediakan master Mushaf Alquran siap cetak. Master ini disiapkan untuk masyarakat yang ingin menerbitkan atau mencetak mushaf Alquran secara mandiri.

“ Kami siapkan master Mushaf Alquran untuk publik secara cuma-cuma alias gratis. Masyarakat yang ingin mendapatkannya, bisa langsung mendatangi Kantor LPMQ di Bayt Al-Quran TMII,” ucap dia.

“ Ini menjadi bagian upaya LPMQ untuk meminimalisir kekeliruan dan menjamin kesahihan penerbitan mushaf. Master mushaf ini sudah ditashih oleh Tim Pentashih LPMQ,” kata dia.

Deni mengatakan, pencetakan mushaf di Indonesia memiliki perbedaan dibanding negara Islam lain.

“ Misalnya Arab Saudi, penerbitan mushaf Alquran di Indonesia lebih banyak variasi mushaf dan jumlah penerbitnya,” ucap dia. (ism) 

4 dari 5 halaman

Viral Video Mushaf Alquran Salah, Lajnah Alquran Beri Klarifikasi

Dream - Media sosial ramai membicarakan video terkait Alquran yang dianggap salah dan menyesatkan umat. Video itu menyebutkan adanya bentuk penulisan yang berbeda dengan mushaf Alquran yang digunakan di Indonesia.

Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Kemenag, Muchlis Hanafi memastikan Alquran yang ada di video itu hanya penulisannya saja yang berbeda. Tidak ada yang salah dalam penulisan Alquran itu.

" Mushaf Alquran dalam video tersebut adalah mushaf Alquran yang ditulis berdasarkan riwayat Warsy dari Imam Nafi’ (salah satu riwayat dalam qira’ah sab’ah yang mutawatir) yang diterbitkan oleh penerbit Darul Ma’rifah Beirut," kata Muchlis, dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis, 11 Oktober 2018.

Muchlis mengatakan, penulisan mushaf tersebut menggunakan tulisan (khat) Maghribi yang berbeda dengan Mushaf Alquran Standar Indonesia (MSI).

 Penjelasan Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran

Muchlis menyebut, perbedaan tersebut antara lain terdapat pada penulisan huruf 'fa' dan 'qaf'. Huruf 'fa' dalam sistem penulisan Maghribi menggunakan satu titik di bawah huruf. Adapun huruf 'qaf', menggunakan satu titik di atas.

" Contoh, kata yuqiimuuna dalam sistem penulisan MSI tertulis (seperti) yufiimuna dalam sistem penulisan mushaf Maghribi," kata dia.

Kedua sistem penulisan tersebut, kata doktor tafsir Alquran lulusan Universitas Al Azhar, Mesir ini, benar. Bahkan, keduanya masih digunakan dalam penerbitan dan pencetakan mushaf Alquran di dunia Islam sampai saat ini.

" Sesuai tugas dan fungsi, LPMQ akan terus mengawasi peredaran mushaf Alquran di Indonesia," ucap dia.

5 dari 5 halaman

Mukernas Ulama Dorong Kemenag Aktif Kembangkan Kajian Alquran

Dream - Sejumlah ulama bidang Ilmu Alquran mendorong Kementerian Agama (Kemenag) untuk memperhatikan layanan kitab suci umat Islam. Tidak hanya soal penjaminan kesahihan teksnya, kesahihan makna juga harus menjadi perhatian.

Kemenag juga diminta untuk mengembangkan khazanah kajian Alquran agar ilmu yang terkandung didalamnya dapat dikuasai generasi muda.

" Pemerintah perlu menghidupkan dan mengembangkan disiplin ilmu tersebut di berbagai lembaga pendidikan, serta mensosialisasikannya kepada masyarakat luas," ujar Kepala Bidang Pengkajian Lajnah Pentashihan Mushaf Quran, Abdul Aziz Shidqi, Kamis 27 September 2018.

Dorongan tersebut muncul dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Ulama yang digelar di Bogor, 25-27 September. Tidak hanya ulama dalam negeri, Mukernas ini juga mengundang para pakar Alquran dari beberapa negara seperti Mesir, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam.

Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa poin rekomendasi bagi pemerintah. Selain memperhatikan faktor keshahihan Alquran baik secara teks dan maknawi, pemerintah juga didorong untuk mengarusutamakan wasathiyyah sebagai metode acuan berpikir.

Hal ini mengingat karakter Islam di Indonesia yang majemuk. Juga demi mewujudkan kehidupan beragama lebih moderat, damai dan toleran.

Kemudian, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) juga dirasa perlu menindaklanjuti hasil Kajian dan Pengembangan Rasm Mushaf Alquran Standar Indonesia dan menetapkannya sebagai standar penyempurnaan Mushaf Alquran Standar Indonesia.

Selanjutnya, pengkajian mushaf Alquran perlu dikembangkan tidak hanya pada aspek rasm saja. Sebisa mungkin bisa sampai aspek dabt, waqf, dan ibtida' sebagai landasan ilmiah Mushaf Alquran.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone