7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Dream - Lukisan tokoh peraih nobel dan pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, tidak lagi dipasang di Universitas Oxford, Inggris. Pengelola kampus itu menurunkan lukisan tersebut karena menilai Suu Kyi telah melakukan pembersihan etnis.
Dikutip dari The Telegraph, Senin 2 Oktober 2017, Suu Kyi merupakan alumnus St Hugh's College, salah satu kolese di Universitas Oxford. Dia telah mendapat gelar kehormatan dari institusi pendidikan itu.
Tetapi, Suu Kyi terus mendapat kecaman sepanjang krisis Rohingya. Lebih dari 400.000 Muslim menyelamatkan diri dengan meninggalkan Myanmar.
Awal bulan ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menuduh Myanmar telah menjalankan pembersihan etnis atas eksodus massal Rohingya menuju Bangladesh.
Lukisan Suu Kyi, yang lulus dari St Hugh's College pada 1967, telah terpajang di dekat pintu masuk kampus Universitas Oxford sejak 1999. Lukisan tersebut dibuat oleh senimah Chen Yanning pada 1997 dan merupakan koleksi suami Suu Kyi, Michael Aris, yang disumbangkan ke universitas setelah dia meninggal.

Menurut surat kabar kampus, The Swan, badan pengelola universitas telah mengganti lukisan tersebut dengan lukisan karya seniman Jepang, Yoshihiro Takada. Alasan penggantian lukisan itu tidak diketahui secara pasti.
" Kolese menerima hadiah lukisan baru awal bulan ini dan akan dipajang selama beberapa lama. Lukisan Aung San Suu Kyi telah disimpan di gudang," demikian pernyataan St Hugh's College.
Namun demikian, langkah tersebut justru dicap sebagai 'tindakan pengecut' oleh kelompok Kampanye Burma Inggris. Mereka mengatakan, seharusnya kolese harus melangkah ke depan.
" Ini seperti tindakan pengecut oleh St Hugh's College. Jika mereka menurunkan lukisan karena Aung San Suu Kyi membela militer Myanmar terkait komitmen pembersihan etnis terhadap Rohingya, seharusnya mereka membuat pernyataan tertulis dan mendesak dia menghormati hak asasi manusia," kata koordinator kampanye, Mark Farmaner, kepada Guardian.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?