Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kepala BNPB Willem Rampangilei (dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Pemerintah mengalihkan pengiriman bantuan untuk etnis Rohingya melalui Myanmar. Bantuan yang semula dikirim ke Bangladesh akan dihentikan sementara waktu karena sudah menumpuk di Coxs Bazar.
" Jadi G to G bantuan kita arahkan ke Rakhine State (Myanmar)," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rapangilei, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa, 19 September 2017.
Saat ini, kata Willem, Kementerian Luar Negeri sedang meminta izin distribusi bantuan ke Myanmar. Izin itu diperlukan untuk flight clearance pendaratan pesawat Hercules TNI AU di Myanmar.
" Insya Allah dalam beberapa hari ini dapat jawaban yang pasti," ucap dia.
Sebanyak 20 ton bantuan akan disalurkan untuk etnis Rohingya melalui kawasan Myanmar. Bantuan tersebut terdiri dari tenda, makanan siap saji untuk ibu hamil dan balita, obat-obatan, dan penjernih air.
" Inilah barang-barang yang sangat urgen," ucap dia.
Bantuan ini akan diserahkan kepada Pemerintah Myanmar, untuk selanjutnya disalurkan ke Rakhine State.
Staf Ahli Bidang Hubungan Antarlembaga Kementerian Luar Negeri Salman Al Farisi mengatakan pengawasan distribusi bantuan Myanmar akan diserahkan ke Palang Merah Internasional. " Sebab Palang Merah Internasional merupakan satu-satunya organisasi yang diberikan akses," ucap Salman.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya