Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Para Pengungsi Konflik Di Rakhine, Myanmar (Foto: NDTV)
Dream - Penyaluran bantuan untuk etnis Rohingya oleh Palang Merah Internasional (International Committee of the Red Cross/ICRC) diwarnai insiden penghalangan. Gerombolan massa menghalangi penyaluran bantuan yang sudah terkumpul di dermaga Sittwe, Negara Bagian Rakhine, Myanmar, pada Rabu lalu.
Laporan koran lokal New Light of Myanmar menyebut massa berjumlah sekitar 300 orang itu menghalang-halangi bongkar muat bantuan dari kapal. Massa sempat dibubarkan polisi Myanmar dan rohaniwan berusaha menenangkan mereka.
Sayangnya, upaya tersebut gagal. Massa justru semakin memanas, melempar batu dan molotov.
Laporan Al Jazeera menyebutkan, " Batu dan lemparan bom molotov diarahkan ke polisi anti huru-hara."
Delapan orang ditahan dan beberapa polisi yang terluka karena serangan massa menjalani perawatan intensif.
Insiden ini tidak menyurutkan langkah ICRC untuk menyalurkan bantuan. Distribusi tetap akan dilanjutkan.
" Kami akan melanjutkan (distribusi bantuan), tidak ada yang boleh menghalangi," kata juru bicara ICRC untuk Asia, Graziella Leite Piccoli.
Proses penyaluran bantuan dari Bangladesh untuk etnis Rohingya juga mengalami hambatan. Truk yang disewa ICRC untuk mengangkut logistik bantuan mengalami kecelakaan.
Sembilan orang tewas dan 10 orang lainnya terluka karena peristiwa itu.
" Truk itu membawa makanan ke pengungsi Rohingya di perbatasan, termasuk pengungsi tanpa rumah," kata Wakil Kepala Polisi Distrik Bandarban, Yasir Arafat.
Ratusan ribu pengungsi Rohingya telah pindah ke Bangladesh sejak akhir Agustus. Mereka mendiami penampungan sementara di dekat kota perbatasan Cox's Bazar, Bangladesh, akibat diserang oleh militer Myanmar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya