Mahasiswa UI yang Tewas di Danau Bukan Bunuh Diri

Reporter : Sandy Mahaputra
Kamis, 28 Mei 2015 16:11
Mahasiswa UI yang Tewas di Danau Bukan Bunuh Diri
Polisi masih mengidentifikasi pelaku yang diduga membunuh Akseyna.

Dream - Polisi memastikan Akseyna Ahad Dori (18), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia yang tewas di Danau Kenanga UI bukan bunuh diri.

" Berdasarkan hasil gelar perkara penyidik serta pemeriksa alat-alat bukti yang dikumpulkan dan dicari, dapat kesimpulan Akseyna tidak bunuh diri. Diduga kuat ini perbuatan pidana," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Muhammad Iqbal di kantornya, Kamis 28 Mei 2015.

Dalam kasus ini, Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya ikut membantu Polres Depok untuk mengidentifikasi pelaku yang diduga membunuh Akseyna.

" Kita belum tahu siapa pelakunya. Masih dalam proses penyidikan, " kata mantan Kapolres Jakarta Utara.

Sebelumnya, polisi sempat menduga Akseyna tewas bunuh diri. Karena didapati surat perpisahan yang diduga ditulis Akseyna dalam bahasa Inggris di kamar kosnya kawasan Beji, Depok, dengan permintaan agar kehilangannya tak dicari.

Namun Ayah Akseyna, Kolonel Sus Mardoto, yang tinggal di Yogyakarta, mengatakan tulisan tangan surat perpisahan itu tak sama dengan tulisan tangan anaknya yang ia kenal.

Akseyna ditemukan tewas mengapung di Danau Kenanga dekat Balairung UI, Kamis 26 Maret 2015. Saat jasadnya diangkat, ditemukan sejumlah batu berukuran besar dari dalam tas mahasiswa asal Yogyakarta tersebut. (Ism) 

1 dari 2 halaman

Misteri Surat Wasiat Mahasiswa UI yang Tewas di Danau Terkuak

Misteri Surat Wasiat Mahasiswa UI yang Tewas di Danau Terkuak

Dream - Polisi memastikan surat wasiat milik Akseyna Ahad Dori, mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia adalah asli tulisan tangannya sendiri.

Kepastian itu didapat berdasarkan hasil uji laboratorium forensik. " Berdasarkan data dan hasil labfor, tulisan di surat yang ditemukan di kamar kos Akseyna, benar adalah tulisan tangan Akseyna," kata Kapolres Kota Depok, Ahmad Subarkah, Rabu 6 Mei 2015.

Sebelumnya, polisi menemukan surat perpisahan yang diduga ditulis Akseyna dalam bahasa Inggris di kamar kosnya kawasan Beji, Depok, dengan permintaan agar kehilangannya tak dicari.

Namun Ayah Akseyna, Kolonel Sus Mardoto, yang tinggal di Yogyakarta, mengatakan tulisan tangan surat perpisahan itu tak sama dengan tulisan tangan anaknya yang ia kenal.

Hingga kini polisi belum dapat menyimpulkan apakah Akseyna tewas dibunuh atau bunuh diri.

" Kita masih mengumpulkan keterangan ahli-ahli. Beberapa petunjuk yang ditemukan penyidik juga masih dikembangkan. Jadi kita belum bisa sampaikan dia dibunuh atau bunuh diri," tegas Kapolres.

Akseyna ditemukan tewas mengapung di Danau Kenanga dekat Balairung UI, Kamis 26 Maret 2015. Saat jasadnya diangkat, ditemukan sejumlah batu berukuran besar dari dalam tas mahasiswa asal Yogyakarta tersebut. (Ism) 

2 dari 2 halaman

Teka-teki Misteri Tewasnya Mahasiswa UI di Danau Terjawab?

Teka-teki Misteri Tewasnya Mahasiswa UI di Danau Terjawab?

Dream - Polisi menemukan sejumlah pentunjuk baru untuk mengungkap misteri kasus tewasnya mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, Akseyna Ahad Dori.

Dari temuan itu polisi mulai mendapatkan titik terang penyebab kematian pemuda yang dikenal jenius itu.

" Ada beberapa saksi yang diperiksa untuk mengungkap kematian Aksey. Para saksi adalah seluruh teman Aksey di lingkungan kampus. Kita juga melakukan analisis barang bukti yang didapat," kata Kapolres Depok Komisaris Besar Ahmad Subarkah saat dihubungi Dream, Selasa 5 Mei 2015.

Saat disinggung, apakah dari proses penyidikan saat ini, ada dugaan Aksey tewas karena dibunuh?

" Penyidik sedang merampungkan analisis penyelidikan. Kita tunggu saja," kata Subarkah.

Sebelumnya, polisi menduga Akseyna tewas bunuh diri. Karena didapati surat perpisahan yang diduga ditulis Akseyna dalam bahasa Inggris di kamar kosnya kawasan Beji, Depok, dengan permintaan agar kehilangannya tak dicari.

Namun Ayah Akseyna, Kolonel Sus Mardoto, yang tinggal di Yogyakarta, mengatakan tulisan tangan surat perpisahan itu tak sama dengan tulisan tangan anaknya yang ia kenal.

" Terkait itu kita masih lakukan penyelidikan. Tentu jadi petunjuk untuk mengungkap kasus ini," ujar Kapolres.

Akseyna ditemukan tewas mengapung di Danau Kenanga dekat Balairung UI, Kamis 26 Maret 2015. Saat jasadnya diangkat, ditemukan sejumlah batu berukuran besar dari dalam tas mahasiswa asal Yogyakarta tersebut. (Ism) 

 

Beri Komentar