Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Jimmy Carter (www.parade.condenast.com)
Dream - Mantan Presiden Amerika Serikat, James Earl Carter Jr, dan mantan Presiden Irlandia, Mary Robinson, turut mengutuk invasi Israel ke Jalur Gaza yang sudah berlangsung sebulan terakhir. Keduanya mengatakan tak ada alasan apapun yang bisa membenarkan serangan Israel ke Jalur Gaza.
" Tidak ada pembenaran manusiawi atau hukum bagi cara Pasukan Pertahanan Israel yang sedang melakukan perang ini," tulis Jimmy Carter dan Robinson seperti dilansir Dream dari laman On Islam, Jumat 8 Agustus 2014.
" Bom Israel, rudal, dan altileri telah menghancurkan sebagian besar Gaza, termasuk ribuan rumah, sekolah, dan rumah sakit. Lebih dari 250.000 orang terusir dari rumah mereka di Gaza. Ratusan warga sipil Palestina terbunuh," lanjut mereka dalam tulisan yang diterbitkan laman Foreign Policy.
Menurut mereka, Israel tak akan bisa mengusir Hamas dari Gaza dengan cara kekerasan. Sehingga, tak ada cara lain bagi Israel, kecuali mengakui Hamas sebagai entitas politik yang sah.
" Hanya dengan mengakui legitimasi sebagai aktor politik -yang mewakili sebagian warga Palestina- memungkinkan Barat mulai memberikan hak insentif bagi Hamas untuk meletakkan senjata."
Kedua mantan pemimpin Dunia Barat ini juga menuduh Israel telah merusak pembentukan pemerintahan bersama antara Fatah dan Hamas. Israel juga mereka sebut telah menyebabkan ketidakstabilan di wilayah ini.
Carter dan Robinson juga menyesalkan serbuan Israel ke Gaza yang menyebabkan tewasnya ratusan warga. Sehingga mereka menyerukan penyelidikan atas apa yang mereka sebut sebagi 'kejahatan perang' itu.
" Tidak pernah ada alasan untuk serangan yang disengaja terhadap warga sipil dalam konflik. Ini adalah kejahatan perang," kata Carter dan Robinson. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang