Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jemaah Tengah Sholat Di Masjid Luar Batang (dream.co.id/Ilman Nafian)
Dream - Kampung Luar Batang merupakan salah satu situs bersejarah di DKI Jakarta. Kampung ini dipercaya sebagai kampung keramat lantaran menjadi salah satu titik persebaran Islam di Batavia.
Di kampung itu berdiri sebuah masjid yang dikenal dengan nama Masjid Jami Kramat Luar Batang. Di masjid tersebut terdapat makam seorang ulama Al Habib Husein bin Abu Bakar bin Abdillah Al Aydrus.

Habib Husein Al Aydrus dikenal sebagai ulama yang memiliki ilmu laduni, mampu memperoleh pengetahuan tanpa harus belajar terlebih dahulu. Pengetahuan tersebut langsung diberikan oleh Allah SWT.
Habib Husein pertama kali menjejakkan kaki di pesisir Jakarta 1746, tepatnya di daerah yang kini dikenal Pasar Ikan. Kala itu, daerah tersebut merupakan kawasan benteng Belanda yang dilarang dikunjungi.
Habib Husein sempat diusir oleh Belanda dan digiring hingga keluar dari teluk Jakarta. Dia kembali menggunakan sekoci dan ditolong oleh orang Betawi, H Abdul Kadir, yang kemudian menjadi muridnya.

Pengurus Masjid Kramat Luar Batang, Husein Fikri Alaydrus, yang masih keturunan Habib Husein menceritakan mengenai alasan dari penyebutan leluhurnya menjadi Habib Luar Batang.
" Ia dijuluki demikian karena menurut cerita, ketika Habib Husein meninggal dan hendak dikuburkan di sekitar Tanah Abang, tiba-tiba jenazahnya sudah tidak ada di dalam kurung batang (keranda). Hal tersebut berlangsung sampai tiga kali," kata Husein, di Jakarta, Rabu, 15 Juni 2016.
" Akhirnya para jemaah kala itu bermufakat untuk memakamkan dia di tempatnya sekarang ini. Jadi maksudnya, keluar dari kurung batang (keranda)," kata dia.

Di samping makan Habib Husein, terdapat makan H Abdul Kadir, orang Betawi yang menolongnya kala itu sekaligus murid pertamanya di tanah Jakarta.

Masjid Kramat Luar Batang ini kaya dengan berbagai gaya arsitektur, seperti India, Arab, Tiongkok serta Bali. Para peziarah yang datang ke masjid ini berasal dari berbagai penjuru Tanah Air, bahkan ada peziarah dari negara tetangga.

Menurut Husein, ada empat perayaan rutin setiap tahunnya yang diadakan di Masjid Luar Batang.
" Maulid (Nabi Muhammad SAW), perayaan Haul Habib Husein, Khatam Ziarah, dan Khatam Taraweh. Maulid dan peringatan Haul Habib adalah dua kegiatan yang sangat ramai didatangi peziarah," ujar dia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya